Sukses

10-10-1970: Penculikan Menteri Quebec oleh Kelompok Separatis

Liputan6.com, Quebec City - Tanggal 10 Oktober 1970 menjadi hari kelam bagi pemerintahan Quebec, salah satu provinsi terbesar di Kanada. Pasalnya, tepat di hari itu, Menteri Tenaga Kerja dan Imigrasi Quebec, Pierre Laporte, diculik dari kediamannya di Jalan Robitaille di Saint-Lambert.

Media lokal, Montreal Gazette, menyebutkan bahwa pelaku penculikan, yakni Paul, Jacques Rose, Francis Simard dan Bernard Lortie dilengkapi dengan senjata api saat menculik Laporte yang tengah bermain sepak bola dengan keponakannya di halaman depan rumahnya.

Mereka merupakan anggota dari kelompok separatis Front de libération du Québec (FLQ). Dikutip dari BBC History, sebelumnya, tepatnya pada 5 Oktober, kelompok yang sama telah lebih dulu menculik diplomat Inggris, James Cross.

Oleh FLQ, Laporte dijuluki sebagai 'Menteri Pengangguran dan Asimilasi'. Selain meminta biaya tebusan senilai 208.000 euro, mereka juga menuntut pembebasan 23 tahanan politik sebagai ganti kebebasan Laporte.

Merespons peristiwa tersebut, PM Kanada saat itu Pierre Elliott Trudeau, mengajukan UU Tindakan Perang Kanada yang memungkinkan dilakukannya penggerebekan dan penangkapan massal sebagai bagian untuk menemukan kelompok yang menculik Laporte dan Cross.

"Apa yang telah dilakukan atau gagal dilakukan, baik oleh pemerintah Kanada mau pun pemerintah Quebec, sekarang atau nanti, mungkin dapat menimbulkan luka bagi dua pria tak bersalah ini," ungkap PM Trudeau seperti dilansir UPI.

"Pistol yang mengarah ke kepala mereka memiliki sidik jari FLQ. Jika ada yang cedera, tidak ada penjelasan yang bisa memaafkan tindakan tersebut. Jika ada kerugian yang diderita mereka, pemerintah berjanji akan mengejar pihak yang bertanggung jawab," ujar dia.

Pada 17 Oktober atau tujuh hari setelah dilaporkan hilang, tubuh Laporte ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Berdasarkan laporan Chronology of the October Crisis, 1970, and its Aftermath yang terdapat di Marianopolis College, penculik Laporte berhasil ditangkap dan menjalani hukuman mulai dari 20 tahun penjara.

Mendiang Laporte dimakamkan di Notre-Dame-des-Neiges, Montreal, Quebec. Ada pun Cross selamat dan dibebaskan pada 3 Desember.

Peristiwa bersejarah lain tercatat pada 10 Oktober 1957 di mana untuk pertama kalinya Presiden Amerika Serikat melayangkan permintaan maaf terhadap pejabat negara asing.

Presiden Dwight D. Eisenhower saat itu meminta maaf kepada Menteri Keuangan Ghana, Komla Agbeli Gbdemah, karena sebuah restoran di Dover, Delaware, menolak melayaninya. Insiden ini merupakan salah stau insiden di mana para diplomat Afrika dihadapkan pada segregasi rasial di AS.

Selain itu, duka menyelimuti El Salvador pada 10 Oktober 1986. Negara kecil di Amerika Tengah itu diguncang gempa berkekuatan 5,7 skala Richter, mengakibatkan sekitar 1.500 orang tewas.

Artikel Selanjutnya
Sudah Terkepung, ISIS Segera Terusir dari 'Ibu Kota' Mereka
Artikel Selanjutnya
5 Terduga Pembunuh PM Pakistan Benazir Bhutto Bebas dari Dakwaan