Sukses

10 Pahlawan di Tengah Penembakan Las Vegas

Liputan6.com, Las Vegas - Penembakan Las Vegas pada Minggu 1 Oktober 2017 waktu setempat kini disebut sebagai yang terburuk dalam sejarah AS. Menewaskan 59 korban jiwa dan melukai sekitar 500 orang. 

Pelaku yang bernama Stephen Paddock disebutkan telah menyiapkan sejumlah kamera di dalam dan sekitar hotelnya.

Di dalam kamar hotel Paddock ditemukan setidaknya 23 senjata, termasuk AK47, tiga senapan FN-15, Colt AR-15, sebuah pistol, palu untuk menghancurkan jendela, dan bipod.

Pria berusia 64 tahun itu diyakini menggunakan magasin berukuran lebih besar dibanding ukuran normal, yang memungkinkan dia menembak lebih banyak. Ia juga menggunakan perangkat bump stock agar dapat menembak lebih cepat.

Dengan ketersediaan senjata sehebat itu, tak heran jika ia membuat kekacauan besar di tengah para pengunjung konser Route 91 Harvest Festival.

Tapi ternyata masih ada orang-orang yang menjadi penolong bagi sesama, meski berisiko kehilangan nyawa. Berikut ini beberapa di antaranya seperti dikutip dari Oddee.com pada Jumat (6/10/2017):

1 dari 11 halaman

1. Tentara AS Menutup Luka Orang Lain

Matthew Cobos adalah sosok pria dalam foto ini. (DAVID BECKER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Anggota Angkatan Darat Amerika Serikat bernama Matthew Cobos terfoto tengah berbaring di atas seorang wanita muda, guna melindunginya dari hujan peluru di sekitar mereka.

Mereka berdua jatuh ke tanah ketika para penonton yang panik mencoba melarikan diri dari rentetan tembakan yang menghujam dari lantai 32 di Mandala Bay.

Cobos juga menutupi mata wanita itu agar tidak menyaksikan kengerian yang terjadi di sekitar mereka. Tak lama kemudian mereka berdiri dan lari ke tempat aman di belakang sebuah mobil yang berdekatan.

Setelah Cobos yakin wanita itu sudah aman, ia kembali pergi untuk menyelamatkan orang-orang lain yang terluka. Ia bahkan menggunakan sabuknya sebagai torniket dan jarinya untuk menutup luka.

 

2 dari 11 halaman

2. Ibu Muda yang Pasang Badan

Summer Clyburn. (Sumber Facebook/Lauren Harkins)

Menurut laman Facebook milik akun Lauren Harkins yang menulis tentang seorang ibu muda bernama Summer Clyburn, wanita itu "terkena tembakan peluru di punggungnya demi menolong nyawa orang lain."

"Ia tertembak demi tunangannya. Pria itu tertembak di kening kiri dan menyuruh wanita itu lari, tapi wanita itu membuka flannel dan membungkus luka si pria."

"Ia menambah selapis lagi pada tunangannya ketika kemudian ia tertembak di punggung."

Kemudian ada foto yang menunjukkan Summer di suatu tempat yang tampak seperti rumah sakit sambil membawa anak kecil.

Wanita itu memang tidak cedera serius, tapi, menurut Harkins, "Peluru itu menyebar di dalam tubuhnya dan tidak bisa dikeluarkan.”

Tunangannya yang seorang polisi, kini dikabarkan sedang membaik.

3 dari 11 halaman

3. Petugas Keamanan Tak Bersenjata Api

Jesus Campos. (Sumber Twitter/@jeracam)

Penjaga keamanan Mandalay Bay yang bernama Jesús Campos hanya membawa pentungan ketika ia mencoba membuka paksa pintu kamar hotel yang dihuni oleh Stephen Paddock di lantai 32.

Paddock memasang kamera yang melihat ke luar kamarnya. Ia kemudian berhenti menembak kerumunan di bawah untuk menembaki Campos di balik pintu.

Campos tertembak di paha kanan, dan ia pun segera mengirim kabar tentang keberadaan si penembak menggunakan radio.

Penjaga-penjaga dan polisi berdatangan sehingga bisa segera mengepung lokasi dan membalas tembakan Paddock.

Belakangan, Sheriff Joseph Lombardo menjelaskan, "Kami tidak mampu menemukan tersangka secepat itu tanpa bantuan sang penjaga keamanan."

4 dari 11 halaman

4. Pasangan Suami Istri

Mike Goguen dan istrinya yang bernama Jamie Stephenson. (Sumber ABC FOX Montana)

Mike Goguen dan istrinya yang bernama Jamie Stephenson ada di antara 22 ribu orang yang dihujani peluru saat menonton konser. Mereka duduk dekat panggung, di sisi kanan.

Dalam posisi itu, sebenarnya mereka bisa segera menyelamatkan diri. Tapi mereka malah memutuskan untuk tetap di lokasi untuk menolong sesama.

Goguen adalah pendiri program pencarian dan penyelamatan (searh and rescue, SAR) Two Bear Air di negara bagian Montana. Selain memberikan pelatihan kedaruratan kepada petugas medis dan kantor sheriff, ia juga terlibat dalam upaya-upaya pertolongan pertama di tempat asalnya.

Pasangan itu menolong seorang pria yang terdesak ke dinding dalam keadaan terluka pada perutnya, lalu membawa korban ke jalan raya untuk dimasukkan dalam sebuah kendaraan yang lewat dan dibawa ke rumah sakit.

Goguen mengatakan, "Kami mengangkat beberapa korban luka parah yang perlu diangkut ke pusat trauma. Kami mendapat pertolongan dari beberapa orang lain waktu membawa para korban."

Proses itu terus berlangsung hingga layanan pertolongan pertama lengkap datang mengambil alih. Ketika selesai, pakaian dan tangan pasangan suami istri tersebut bersimbah darah.

 

5 dari 11 halaman

5. 'Pencuri Truk'

Taylor Winston. (Sumber KPTV)

Seorang anggota US Marine bernama Taylor Winston berlindung ketika peluru-peluru yang berdesingan semakin dekat. Ia kemudian membantu beberapa orang melompat pagar untuk kabur.

Saat itulah ia melihat beberapa truk putih di suatu lapangan terbuka. Katanya, "Saya mencoba keberuntungan, semoga ada kunci yang menggantung."

"Yang pertama dibuka memang ada kuncinya menggantung di sana. Lalu saya mulai mencari-cari orang yang perlu dibawa ke rumah sakit."

"Jumlahnya terlalu banyak dan darah berceceran di mana-mana."

Pada akhirnya, Winston menggunakan truk itu untuk membawa hingga 30 korban ke ruang gawat darurat.

Pemilik truk bernama Phelps Amesberg mengaku tak keberatan dengan aksi si 'pencuri' dalam kondisi tersebut. Melalui pesan tertulis, ia mengatakan hanya perlu kuncinya dikembalikan.

Ia menanyakan Winson tentang semua orang yang dibawa ke rumah sakit. Winston mengaku tidak mengetahui kabar semuanya dan meminta maaf untuk darah yang berceceran di truknya.

Belakangan Winston mengatakan bahwa ia bukan pahlawan jika dibandingkan dengan orang-orang lain yang pernah disaksikannya, "Ada banyak orang berani di luar sana. Saya bangga bisa mengakui mereka sebagai sesama warga."

6 dari 11 halaman

6. Tiga Tentara Inggris

Ross Woodward. (Sumber Ross Woodward)

Seorang tentara Inggris bernama Ross Woodward (24) sedang cuti liburan ke Las Vegas bersama dua orang rekannya, setelah pelatihan tempur di gurun pasir.

Woodward yang merupakan anggota 1st Queen's Dragoon Guards ternyata berlibur ke tempat yang salah, ia malah mendatangi bahaya karena peluru-peluru berdesingan ke tempat konser yang dikunjunginya.

Sementara rekannya, Stuart Finlay (25) bahkan mengabaikan perayaan hari ulang tahunnya demi menangani para korban luka.

Kementerian Pertahanan Inggris membenarkan bahwa 3 prajurit itu terlatih untuk menangani luka medan tempur.

Mereka diketahui memberikan pertolongan pertama serta bantuan medis kepada para korban hingga datangnya layanan darurat.

7 dari 11 halaman

7. Pegawai Mandalay Bay Si Petunjuk Arah

Gabriel Velasquez. (Sumber WXYZ)

Gabriel Velasquez, pegawai kebersihan Mandalay Bay, sedang memungut sampah di dalam sebuah kamar mandi saat mendengar teriakan-teriakan dan suara seperti ledakan petasan.

Velasquez melihat tubuh-tubuh bergeletakan di lantai dan orang-orang mencoba menolong, demikian menurut anak perempuannya yang bernama Jasman.

Velasquez tidak lari ketika melihat kekacauan itu. Ia malah menjadi petunjuk arah ke tempat perlindungan.

"Ia melihat orang berlarian dan seorang wanita yang menurutnya berdarah dari kepala hingga kaki. Ia mencoba membawa orang ke dalam kamar mandi dan melihat ada darah di lengannya."

"Ia tidak mengetahui apakah itu darahnya atau darah orang lain, tapi kemudian menyadari darah berasal dari lengannya."

Setelah penembakan berhenti, Velasquez mendapatkan pertolongan dan ia mendapat perawatan di rumah sakit. Ia diperkirakan akan pulih sepenuhnya dari luka peluru di lengan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

8 dari 11 halaman

8. Pria Bertopi Merah

Anthony Chavez. (Sumber Larry Rorick)

Beberapa pengunjung konser Route 91 Harvest Festival mengaku ditolong oleh seorang pria yang hanya dikenal sebagai "pahlawan bertopi merah."

"Dia membawa istri-istri kami melewati gerbang dan ke bawah panggung yang relatif lebih aman," demikian menurut Larry Rorick dalam unggahan Facebook.

Pria bertopi merah itu tidak ikut bersama dengan kaum wanita setelah menolong mereka melintasi gerbang, karena ia harus mencari pacarnya sendiri.

"Para istri kami kemudian berhasil tiba di belakang panggung dan melompati pagar setinggi 4,5 meter bersama 40 orang lain. Mereka tak pernah lagi melihat si topi merah."

Dengan bantuan dari orang-orang yang berbagi cerita mereka, akhirnya ketahuanlah bahwa pria itu adalah seorang warga New Mexico bernama Anthony Chavez.

Chavez berdiri di baris depan bersama pacaranya, Deia Torres, ketika kejadian mengerikan itu mulai. Katanya, "Reaksi semua orang seperti tertunda. Mereka tidak tahu apakah itu tembakan senjata atau petasan."

"Mereka berjatuhan ke tanah. Saya tidak bisa tiarap karena tidak ada ruang. Tembakannya melejit di atas bahu saya."

Chavez kemudian mengajak mereka yang berada di sekitarnya, termasuk Danielle, istri Rorick. Ia menjadi penopang ketika orang-orang melompati pagar sebelum ia sendiri melompat.

Ia kemudian lari menyeberang jalan memberi semangat kepada mereka yang terlalu lelah atau cedera agar terus mengikutinya. Ia berdiri di tengah jalan dan memberi arahan kepada orang-orang.

Mereka yang tertembak diarahkan ke titik kumpul darurat, sedangkan yang tidak cedera diarahkannya ke Hooters Casino Hotel yang terletak di Tropicana Avenue.

Ketika disebut sebagai pahlawan, ia menanggapi, "Sejujurnya, tidak banyak yang saya lakukan. Saya membantu orang hingga mereka bisa menuju tempat aman. Itulah cara pikirnya. Dalam kekacauan itu, harus ada yang bertanggungjawab."

9 dari 11 halaman

9. Ayah yang Tertembak di Leher

Jonathan Smith. (Sumber Facebook/Heather E Long)

Seorang ayah bernama Jonathan Smith (30) telah menolong setidaknya 30 orang walaupun ia sendiri tertembak di leher.

Ayah 3 anak itu tertembak ketika sedang menolong puluhan orang mencoba melarikan diri dari kekacauan. Ia mengaku bahwa niat awalnya adalah agar 3 keponakan perempuannya yang berusia 17, 18, dan 21 selamat.

Setelah mereka bertiga aman, ada sesuatu yang membuatnya kembali. Ia melihat banyak orang terjatuh dan terinjak-injak ketika berusaha menuju pintu keluar yang tersedia.

"Saya sekadar membantu banyak di antara mereka bangkit lagi. Ada seorang remaja perempuan yang berdiri membeku tepat di pintu keluar bersama dengan beberapa orang lain."

"Menurut saya ia terlalu kaget untuk mau bergerak. Saya meraih tangannya sambil mengatakan, 'Kita harus pergi'."

Smith menyadari telah tertembak setelah terjerembab ke lantai dan tidak bisa bangun karena lengannya kebas. Ia kemudian ditolong oleh seorang yang mengaku polisi San Diego yang sedang cuti.

Ia tidak menganggap dirinya sebagai seorang pahlawan, karena "Saya hanyalah seorang yang memutuskan untuk mendahulukan nyawa orang lain daripada nyawa sendiri."

 

10 dari 11 halaman

10. Bartender Pendamping Ajal Menjemput

Seorang bartender wanita bernama Heather Gooze tidak cedera dalam kejadian dan sedang bertugas dalam tenda ketika tembakan pertama meletus.

Di luar, seorang pria bernama Jordan McIldoon (23) dari British Columbia, Kanada, tertembak pada bagian perut. Kekasih pria itu terpisah akibat suasana yang amat kacau.

Gooze bertemu dengan pria itu pada saat-saat akhir hidupya. Katanya, "Jari-jarinya seperti menggenggam tangan saya, tangannya seperti sedikit meremas dan kemudian melonggar begitu saja."

Gooze tetap berada di samping jenazah hingga lebih dari 5 jam hingga polisi datang dan mulai melakukan evakuasi para korban selamat. Ia kemudian memberitahukan kabar duka kepada kekasih dan ibu pria itu.

Menurut Gooze, "Saya tidak akan pernah ingin diri saya atau keluarga saya ditingalkan sendiri. Saya perlu memastikan bahwa mereka bisa mengidentifikasinya dan mengetahui siapa dia."