Sukses

Gara-Gara Diet Ketat, Anak Ini Nyaris Buta

Liputan6.com, Toronto - Seorang bocah laki-laki di Kanada mengalami masalah penglihatan. Matanya menunjukkan perubahan di usia yang masih dini.

Delapan bulan kemudian, orangtua anak itu baru membawanya ke rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan dokter, seperti dikutip dari Live Science pada Jumat (6/10/2017), barulah diketahui bahwa penglihatan anak itu telah sangat berkurang.

Ia hanya mampu melihat gerakan tangan yang berjarak 30 cm di depan wajahnya, demikian menurut penulis senior laporan kasus tersebut, Dr. Eyal Cohen yang juga seorang spesialis pediatri di The Hospital for Sick Children di Toronto, Kanada.

Kata Cohen kepada Live Science, lapisan luar bola mata anak itu juga sangat kering. Menurutnya, kekeringan parah itu dapat menyebabkan penumpukan zat di kornea -- lapisan luar bening yang menyelimuti mata. Penumpukan itu dikenal sebagai titik-titik Bitot.

Laporan penelitian yang terbit dalam jurnal JAMA Pediatrics edisi 2 Oktober lalu menuliskan bahwa anak tersebut memiliki beberapa alergi makanan dan eksim.

Karena khawatir adanya makanan tertentu yang dapat memicu eksim, makanan anak itu akhirnya dibatasi hanya pada kentang, daging babi dan domba, apel, mentimun, dan Cheerios.

Masalahnya, tidak satupun asupan tersebut yang merupakan sumber bagus untuk vitamin A. Padahal vitamin A sangat penting bagi kesehatan mata terutama anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Dosis normal vitamin A dalam darah adalah antara 25,8 hingga 48,7 mikrogram per desiliter (ug/dL).

Dalam foto, anak panah berwarna hitam menunjukkan adanya titik-titik Bitot, yaitu bagian kering dan keriput pada permukaan bola mata pasien. (Sumber American Medical Association)

Ketika para dokter mengukur kadar vitamin A dalam darah anak itu, terungkap dia memiliki kekurangan vitamin A dan kadarnya hanya 14,3 ug/dL.

Dalam pandangan Cohen, kekurangan vitamin anak itu sangat parah.

"Kekurangan vitamin A adalah hal yang sangat lazim di bagian miskin dunia dan menjadi penyebab utama kebutaan," jelas Cohen.

Sementara itu, di bagian yang lebih maju di dunia, penyakit itu lebih jarang. Walaupun begitu, "Orang yang melakukan diet sangat terbatas seperti pada anak dalam laporan ini memiliki risiko lebih tinggi (kekurangan vitamin A) dan kekurangan gizi lainnya."

Vitamin A adalah vitamin yang hakiki dimiliki tubuh, karena secara benar membantu sejumlah sel mata dalam fungsi penglihatan. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan keadaan tak normal pada retina.

Retina itu sendiri ditemukan di bagian belakang bola mata dan menjadi tempat kedudukan sel-sel peka cahaya yang memungkinkan terjadinya penglihatan.

 

1 dari 2 halaman

Perawatan dengan Vitamin A Dosis Tinggi

Foto pasien setelah perawatan vitamin A dosis tinggi. (Sumber American Medical Association)

Untuk mengatasi kekurangan asupan vitamin A, anak itu diberi dosis besar vitamin A sebanyak 200.000 IU melalui infus, dua kali setiap hari selama 2 hari.

Kemudian ia diberi dosis ke-3 pada dua minggu sesudahnya. Padahal menurut Mayo Clinic, dosis normal untuk seorang anak lelaki berusia 11 tahun adalah 2.000 IU.

Cohen mengatakan Keadaan mata anak itu membaik setelah 6 bulan, pun demikian dengan penglihatannya.

Anak itu memiliki angka skor penglihatan 20/800 pada dua matanya. Padahal menurut American Foundation for the Blind, angka penglihatan di atas skor 20/200 masuk dalam katagori buta.

Menurut Cohen, kekurangan penglihatan pada tingkatan ini tidak bisa berperbaiki sepenuhnya dengan kacamata. Meski dalam beberapa kasus kurangnya penglihatan akibat kekurangan vitamin A dapat diperbaiki.

Tapi, menurut laporan penelitian, kehilangan penglihatan pada anak tersebut seperti permanen.

Orangtua anak tersebut kemudian diberi petunjuk untuk memastikan asupan vitamin A yang cukup bagi anak mereka. Termasuk sumber-sumber bagus untuk vitamin A seperti wortel, ubi, sayuran daun hijau, dan ikan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Jadikan Singkong Sebagai Sex Toy, Pria ini Masuk RS