Sukses

4-10-1960: Burung Pembawa Petaka Pesawat AS Tewaskan 62 Orang

Liputan6.com, Boston - Hari ini 57 silam, pesawat Eastern Air Lines Flight 375 dengan nomor registrasi N5533 celaka. Petaka melanda kapal terbang itu setelah mengudara di ketinggian 200 kaki atau sekitar 60 meter, dan menemui sekawanan burung.

Menurut Federal Aviation Administration kala itu, pesawat Lockheed L-188 Electra yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Logan di Boston, Massachusetts AS pada 4 Oktober 1960 itu menewaskan 62 dari 72 orang yang berada di kapal terbang tersebut.

Sepuluh orang selamat, namun sembilan di antaranya mengalami luka serius.

Kapal terbang nahas itu sejatinya dijadwalkan untuk melakukan perjalanan ke Philadelphia, Pennsylvania, Charlotte, North Carolina dan Atlanta serta Georgia.

Menurut Instrument flight rules (IFR) yang ditulis pilot, pesawat tersebut pertama kali akan terbang ke Philadelphia dengan jarak 10.000 kaki.

Pukul 05.35, pesawat terbang menjauh dari terminal dan menuju ke ambang pintu landasan pacu 09 untuk keberangkatan di sisi timur. Pengawas menara pun membersihkan area untuk lepas landas pukul 5.39.

Proses lepas landas itu berjalan normal sampai sekitar enam detik. Pertemuan dengan kawanan unggas starlings atau sejenis burung jalak, menjadi awal mula petaka penerbangan tersebut.

Pesawat mendadak berbelok ke kiri dan kemudian kembali searah lurus dengan landasan pacu. Lalu pada ketinggian 200 kaki atau sekitar 60 meter, tiba-tiba kapal terbang berbelok ke kiri lagi dan terbang rendah dengan bagian hidung di bawah pada ketinggian 100 kaki atau berkisar 30 meter.

Kemudian pesawat terbang jatuh menghujam Winthrop Bay.

Badan pesawat pun pecah menjadi dua bagian. Sebanyak delapan penumpang dan dua pramugari di bagian belakang terlempar dari tempat duduk mereka dan dengan cepat diselamatkan oleh kapal yang ada di teluk.

Bagian depan kapal terbang itu kemudian tenggelam ke dasar teluk, bersama sebagian besar penumpang dan awak pesawat di dalamnya.

Seluruh urutan kecelakaan pesawat dari awal lepas landas hingga tumbukan di air memakan waktu kurang dari satu menit.

Penyebab Kecelakan

Penyidik ​​Civil Aeronautics Board (pendahulu NTSB) kemudian menentukan penyebabnya, bahwa mesin Nos. 1, 2, dan 4 masing-masing telah menyedot setidaknya satu burung.

Sementara mesin No. 1 menyedot delapan unggas.

Kerusakan akibat burung yang tersedot ke dalam mesin pesawat menyebabkan bagian baling-baling No. 1 ke autofeather. Mesin dibagian itu lalu mati secara bersamaan dan menyebabkan kerusakan pada mesin No. 2 dan No. 4 yang mencegah pemberian daya penuh pada tahap penerbangan kritis.

Alhasil, pesawat terbang tidak bisa terbang tinggi dan jatuh.

Gangguan daya pada mesin itu kemungkinan yang menyebabkan sayap kiri berhenti bekerja dan membuat pesawat terjun bebas menabrak air. Ada juga bukti bahwa burung menabrak kaca depan sehingga mengurangi jarak pandang pilot.

Selain itu, sisa-sisa burung juga didapati menyumbat tabung pitot, sehingga indikator kecepatan pesawat pilot tidak berfungsi.

Akhirnya ditentukan bahwa mesin turboprop seperti yang digunakan Electra sangat sensitif terhadap kerusakan akibat serangan burung.

Langkah-langkah untuk mengurangi kerusakan akibat serangan burung ke mesin pesawat pun diambil, dengan cara mengurangi populasi burung di sekitar bandara.

Sementara itu, faktor lain kemudian muncul dalam penyebab kecelakaan pesawat itu. Diduga terjadi pemeliharaan tak standar pada kursi kopilot.

Pada tanggal yang sama tahun 2001, kecelakaan pesawat juga melanda Siberia Airlines 1812. Kapal terbang yang jatuh di perairan Laut Hitam itu menewaskan 66 penumpang dan 12 awak.

Sementara pada 4 Oktober 1957 tercatat sebagai momen saat Sputnik I, misi luar angkasa tak berawak pertama milik Uni Soviet diluncurkan.

Artikel Selanjutnya
3-9-1998: Tragedi Pesawat Swissair Jatuh dan Meledak di Pesisir