Sukses

Disangka Wortel, Seekor Keledai 'Makan' Mobil Sport Rp 4 Miliar

Liputan6.com, Berlin - Jika seekor hewan merasa lapar, tentu ia akan mencari makanan untuk dikonsumsi. Sama halnya dengan apa yang dilakukan oleh keledai -- hewan mamalia yang biasa digunakan untuk transportasi. Salah satu makanan favorit keledai yang banyak orang ketahui adalah wortel.

Namun, ada tingkah aneh dan tak biasa yang dilakukan oleh seekor keledai asal Jerman tersebut.

Karena diduga kelaparan, hewan ini mencoba untuk memakan sebuah mobil sport (oranye) senilai US$ 300 ribu atau setara dengan Rp 4 miliar.

Dikutip dari laman Oddee.com, Selasa (3/10/2017), kejadian bermula ketika Markus Zahn (pemilik mobil) memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Ia mengira bahwa lokasi tersebut adalah posisi yang pas dan aman untuk meletakkan tunggangannya.

Namun, tak lama setelah ia memarkirkan mobil, ada seekor keledai yang mencoba menggigit-gitit mobilnya.

Karena cat mobil berwarna oranye, Markus mengira hewan mamalia tersebut menganggap mobilnya sebagai wortel raksasa yang manis untuk dimakan.

"Saat saya melihat ke kaca spion, tiba-tiba datang seekor keledai sambil menggigit-gigit bagian belakang mobil," ujar Markus.

"Saya juga mendengar suara yang aneh dan saat saya lihat ke belakang, suara itu berasal dari si keledai yang terlihat gembira menggerogoti mobilku," tambahnya.

Tak lama setelah keledai itu pergi, Markus melihat kondisi mobilnya yang mengalami kerusakan parah.

Untuk itu ia harus mengeluarkan biaya sebesar US$ 5.800 atau setara dengan Rp 78,5 juta demi memperbaiki kendaraan mewahnya.

 

1 dari 2 halaman

Keledai Menangisi Teman yang Mati

Selain dikenal sebagai makhluk yang tak dapat menahan hawa napsu, hewan juga punya perasaan. Tahun 2016 lalu, ada sekelompok keledai yang menangis dan berduka karena salah satu kawannya mati.

Dikutip dari Daily Mail, keledai-keledai penghuni Yayasan Peternakan Keledai di Belanda itu direkam sedang menangisi matinya salah satu teman mereka yang bernama Bran.

Mereka terlihat menghampiri dan mengelilingi bangkai Bran, yang terbujur kaku di atas bentangan sebuah terpal. Lalu terdengar suara-suara menangis.

Sang keledai tua diduga kesepian dan terabaikan, sebelum ia dibawa ke pengayoman tersebut beberapa tahun yang lalu. Para pegawai pengayoman menyisipkan terpal di bawah bangkai Bran supaya bisa dengan mudah membawanya pergi.

Namun demikian, upaya membawa pergi bangkai Bran terhalang oleh kedatangan teman-teman keledai tua itu. Mereka tiba-tiba saja berkerumun, seolah menyampaikan selamat tinggal.

Mereka lalu berputar-putar perlahan, mengendus-endus, dan menjilati bangkai itu sambil menendang-nendang perlahan seakan hendak membangunkan Bran.

"Setiap ada keledai yang mati, saya melihat reaksi yang sama dari kerumunan ini. Mereka berduka atas kehilangan temannya," ujar Jacqueline van den Berg, pendiri pengayoman kepada The Dodo.

"Kamu bisa mendengar mereka menangis. Tidak sama dengan ringkikan biasa. Keledai-keledai berteman seumur hidup, bahkan hewan itu bisa mati karena bersedih".

Setelah kematiannya, Bran akan dikremasi dan abunya ditebarkan di bawah sebuah pohon di lokasi pengayoman tersebut.

Merujuk kepada keterangan tayangan di situs berbagi video, Bran dilaporkan mati pada 27 Februari lalu pukul 11.15 pagi waktu setempat, karena masalah dengan paru-paru.

Artikel Selanjutnya
Penampakan Kambing-Kambing Kurban Seharga Sepeda Motor
Artikel Selanjutnya
Sapi Jumbo dari Lereng Merapi Dijual Rp 75 Juta, Siapa Mau Beli?