Sukses

3-10-1952: Inggris Melakukan Uji Coba Nuklir Untuk Pertama Kali

Liputan6.com, London - Tepat hari ini pada tahun 1952, Inggris menjadi negara ketiga yang berhasil menguji senjata nuklir -- setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet. Pada uji coba tersebut, peluncuran nuklir yang diberi nama kode 'Hurricane' itu dilakukan di Kepulauan Montebello di Australia bagian barat.

Dikutip dari laman Ctbto.org, Selasa (3/10/2017), Inggris telah memulai program senjata atomnya sendiri pada 1947. Karena daratan Inggris yang dianggap kecil dan tak sesuai untuk melakukan uji coba, maka pemerintah Inggris meminta Australia menyediakan tempat sebagai lokasi uji coba permanen.

Antara tahun 1952 hingga 1957, Inggris telah berhasil melakukan total uji coba sebanyak 12 kali yang meliputi wilayah Kepulauan Montebello, Maralinga dan Emu Field.

Setelah menyetujui kesepakatan tahun 1958 dengan Amerika Serikat, kedua negara bekerja sama dalam pengembangan senjata nuklir dan seluruh uji coba senjata.

Operasi 'Hurricane' ini sendiri dirancang khusus untuk menguji efek senjata nuklir yang pernah diseludupkan ke pelabuhan Inggris. Demi tercapainya tujuan tersebut, sebuah nuklir plutonium 25 kiloton diledakkan di sebuah laguna antara Kepulauan Montebello.

Prosedur uji coba nuklir yang dilakukan sama halnya dengan tata cara yang pernah dilakukan oleh Amerika Serikat saat melakukan aktivitas nuklir di Bikini Atol tahun 1946.

Dampak pengujian nuklir oleh Inggris di Australia tersebut masih menjadi perdebatan hingga hari ini.

Meksipun Kepulauan Montebello tak berpenghuni, uji coba nuklir di atmosfer menyebarkan radioaktif di sebagian besar daratan Australia.

Sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah Australia pada tahun 1984 mempelajari dampak kesehatan dan lingkungan dari aktivitas pengujian nuklir yang dilakukan tahun 1952 tersebut.

Pihaknya menyimpulkan bahwa lokasi Kepulauan Montebello adalah lokasi yang sangat tidak aman dan tidak tepat untuk dihuni.

Selain uji coba nuklir yang dilakukan oleh Inggris, pada hari yang sama di tahun 1990, Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu. Ini menjadi awal dari berdirinya Republik Federal Jerman.

Sebelumnya, Jerman Barat dan Jerman Timur berpisah selama 45 tahun, sejak Perang Dunia II berakhir. Saat itu, Jerman terbagi menjadi 4 zona kekuasaan. Yakni zona milik Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Uni Soviet.

Namun pada akhirnya, zona tersebut mengerucut menjadi 2 bagian, yakni Zona Barat yang dikuasai dipegang AS beserta sekutu dan Zona Timur yang dipegang Uni Soviet.

Sejarah lain mencatat pada 3 Oktober 1965, jenazah para jenderal korban peristiwa G 30 S/PKI ditemukan di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Artikel Selanjutnya
Pasca-Uji Coba Nuklir Korut, Trump Setuju Jual Senjata ke Korsel
Artikel Selanjutnya
Korut Geser Rudal ke Pantai Barat, Bersiap Lakukan Uji Coba?