Sukses

5 Temuan Dugaan Pendaratan Wahana Alien di Bumi

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang sejarah manusia, ada ribuan laporan penampakan cahaya aneh di angkasa, atau bahkan dugaan kontak dengan kendaraan asing dari tempat lain di semesta.

Sementara itu, laporan-laporan jatuhnya pesawat-pesawat dan temuannya oleh pihak berwenang tidak terlalu sering terdengar.

Namun, cukup banyak dugaan penyitaan pesawat-pesawat, teknologi, dan bahkan jasad alien oleh pemerintah beberapa negara. Hanya saja, semua temuan oleh pihak berwenang – seandainya memang ada temuan – dirahasiakan secara ketat.

Selama ini, dalam sejarah modern, Amerika Serikat memang menjadi yang paling banyak menerima laporan temuan dan dugaan penyitaan wahana alien.

Namun demikian, seperti diringkas dari listverse.com pada Senin (2/10/2017), ada juga dugaan temuan dan penyitaan oleh pemerintah negara lain:

 

1 dari 6 halaman

1. Kejadian Gurun Kalahari, Afrika Selatan, 1989

Ilustrasi jatuhnya UFO di Gurun Kalahari, Afrika Selatan, 1989. (Sumber Pinterest)

Menurut laporan-laporan yang disampaikan oleh Quest Internasional di awal 1990-an, sebuah pesawat tak dikenal memasuki wilayah udara Afrika Selatan pada 7 Mei 1989.

Pesawat itu kemudian ditembak jatuh oleh beberapa pesawat tempur Mirage yang menyergapnya sehingga benda itu jatuh ke Gurun Kalahari, dekat perbatasan dengan Bostwana.

Militer Afrika Selatan segera memungut pesawat itu, tapi perangkat listik yang dipakai rusak ketika melakukan hal itu.

Setelah UFO tersebut diangkat, daerah di sekitar tempat jatuhnya pesawat mengandung pasir dan batu yang membaur setelah leleh bersama karena panas yang luar biasa akibat tumbukan.

Daerah tempat jatuhnya pesawat juga terselimuti pasir dan tanah segar untuk menutupinya.

Menurut laporan yang bocor ke pihak luar, ada dua awak yang ditemukan dalam kendaraan mereka setelah para pelacak secara paksa membuka bagian luar mulus pesawat yang berwarna keperakan.

Laporan menyebutkan bahwa dua mahluk luar bumi (extraterrestrial, ET) tersebut ditemukan dalam keadaan hidup. Masing-masing memakai pakaian terusan.

Kepala mereka memiliki proporsi jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuh ramping mereka. Tinggi makhluk itu berkisar antara 122 hingga 152 centimeter.

Menurut peneliti UFO bernama Tony Dodd, pemerintah Amerika Serikat (AS) menawarkan teknologi nuklir kepada Afrika Selatan untuk dipertukarkan dengan pesawat rongsok dan dua makhluk tersebut.

Sebagai catatan, menurut hukum internasional AS dilarang melakukan hal tersebut.

Bukan hanya itu, "sumber" berita yang menjadi acuan Dodd juga mengaku ada makhluk ketiga yang ditahan oleh pemerintah Afrika Selatan. Makhluk tersebut dibawa ke Camp 13 yang diduga menjadi pangkalan sangat rahasia dekat Gurun Kalahari.

 

 

 

2 dari 6 halaman

2. Kejadian di Berwyn Mountain, Wales, 1974

Dugaan lokasi jatuhnya di Berwyn Mountain, Wales, 1974.(Sumber Google Maps)

Pada saat kejadian di Wales, Inggris, penjelasan resmi pemerintah menyebutkan adanya gempa bumi terkait jatuhnya meteorit. Sekitar 40 tahun kemudian, setelah dibukanya dokumen UFO milik pemerintah, ada dugaan bahwa kejadian tersebut merupakan jatuhnya UFO.

Selama masa waktu itu, para peneliti UFO melakukan penelitian sendiri terkait kasus ini. Hasil-hasil analisis itu, ketika disandingkan dengan arsip-arsip yang dicabut kerahasiaannya, memberikan gambaran lebih jelas tentang dugaan kejadian di Berwyn Mountain pada 23 Januari 1974 jam 8.30 malam.

Dentuman yang terjadi tercatat pada angka 3,5 SR. Pihak British Geological Survey menyatakan bahwa gangguan itu "kemungkinan" adalah sebuah gempa, tapi warga setempat tidak percaya begitu saja.

Seorang peneliti terhormat tentang UFO bernama Margaret Fry meluangkan waktu meneliti kejadian sejak awalnya. Ia menanyai warga setempat yang semuanya melaporkan mendengar ledakan hebat sehingga tanah berguncang.

Seorang juru rawat bernama Pat Evans sedang mengemudikan mobil dekat tempat dugaan tumbukan pada malam itu. Ia ingat telah melihat pendar berdenyut warna oranye di sisi bukit.

Sehari setelah kejadian, Fry juga menceritakan hal itu kepada manajer hotel dan bar setempat. Seorang manajer hotel menjelaskan adanya kedatangan petugas militer AS ke kawasan itu. Kawasan hutan di sekitar tempat kejadian juga ditutup.

Melalui buku berjudul "Alien Investigator," Todd mengungkapkan perbincangannya dengan whistle-blower atau pembocor yang mengaku telah membawa "makhluk alien yang masih hidup" dalam wadah tertutup berisi zat kimia ke Porton Down.

Lokasi itu, oleh kalangan pencinta UFO dan teori konspirasi, disebut-sebut menyimpan beberapa makhluk luar angkasa.

3 dari 6 halaman

3. Temuan Makhluk Aneh, Gdynia (Polandia), 1959

(Sumber fakt.pl)

Pada awal 1959, semasa Perang Dingin, Polandia masih berada di bawah kekuasan Uni Soviet. Pada suatu hari, sejumlah saksi mengaku telah melihat ada suatu "benda cemerlang" aneh yang terlihat jatuh ke Bumi. Benda yang dimaksud disebut jatuh ke perairan sekitar pelabuhan.

Ada beberapa laporan yang masuk. Pihak Angkatan Laut Polandia juga menemukan dugaan kepingan benda itu, tidak ada yang lain. Kepingan tersebut kemudian diteliti dan kawasan pelabuhan di sekitar tempat kejadian pun dijaga ketat oleh pihak militer.

Beberapa hari kemudian dilaporkan adanya "bayang-bayang aneh" yang menyeret dirinya keluar dari dalam air, lalu terkulai di pasir dalam keadaan lemah dan kelelahan.

Menurut beberapa laporan, "pria" itu berbicara dalam bahasa tak dikenal dan wajahnya seperti terbakar parah. Tubuh makhluk itu berbalut penutup seperti suatu seragam.

Dalam pemeriksaan lanjutan di rumah sakit setempat, pada dokter tidak bisa membuka pakaiannya karena tidak ada retsleting atau kancing. Bahan seragam yang amat halus itu pun sangat kuat seperti logam.

Ada beberapa cerita terkait kematian makhluk tersebut atau apakah ia berasal dari dunia lain. Yang jelas, ia mati sesaat setelah ditemukan. Jasad makhluk itu, jika benar ada, disebut-sebut berada di sebuah bunker bawah tanah Moskow.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

4 dari 6 halaman

4. Peperangan Antar UFO, Rusia, 1989

Suatu wilayah pinggiran sungai Kama. (Sumber Pixabay)

Diduga cukup banyak terjadi penampakan UFO di negara Tirai Besi semasa Perang Dingin, tapi kisah-kisahnya baru terkuak setelah runtuhnya Tembok Berlin. Ya, jauh setelah saat-saat kejadian penampakan itu.

Rezim Uni Soviet seringkali mengatakan warganya bahwa penampakan-penampakan seperti itu adalah ulah "Amerika Serikat yang jahat," jadi temuan demikian harus dibaca dengan lebih teliti.

Walaupun begitu, suatu kejadian tanggal 16 September 1989 tidak bisa diabaikan begitu saja oleh para penggemar UFO. Pada malam itu, bukan hanya ada wahana tak dikenal yang jatuh ke Bumi, tapi terjadi "pertempuran alien" besar-besaran di angkasa.

Di atas pelabuhan Zaostrovka di Sungai Kama, ada beberapa UFO berbentuk cakram berwarna perak menyerang satu UFO lain yang berwarna lebih gelap dengan tembakan-tembakan sinar hingga jatuh ke daerah pelatihan militer di bawahnya.

Ada puluhan orang yang disebut-sebut menyaksikan pertempuran dan listrik di kawasan itu pun sempat padam. UFO yang jauh ke rawa-rawa dijaga ketat hingga akhir Novmber. Cuaca menjadi cukup dingin sehingga rawa-rawa membeku dan membuka jalan bagi pasukan Soviet untuk memeriksa lebih jauh.

Empat orang tentara yang dikirim untuk memeriksa pesawat itu kemudian menjadi "sangat sakit" akibat dugaan adanya radiasi, sehingga tempat kejadian pun ditutup.

 

5 dari 6 halaman

5. Kejadian di Varginha, Brasil, 1996

Ilustrasi kejadian jatuhnya UFO di Varginha, Brasil, 1996. (Sumber Arquivo UFO)

Hanya sejenak setelah tengah malam pada 20 Januari 1996, pihak berwenang di Varginha, Brasil, menerima laporan adanya pesawat yang "jatuh ke tanah."

Warga tidak tahu bahwa pada saat yang sama, pihak militer Brasil juga sedang melacak adanya UFO yang memasuki wilayah udara negeri itu.

Lebih aneh lagi adalah beberapa laporan yang diterima layanan kedaruratan tentang suatu "makhluk aneh" yang berkeliaran di wilayah itu.

Pihak berwenang awalnya menganggap itu semua sebagai tipuan atau guyonan, tapi ikut kaget juga ketika bertatap muka dengan makhluk luar angkasa yang "tercengang dan kebingungan".

Makhluk luar Bumi itu segera ditangkap dan ditahan hingga diambil oleh pihak militer Brasil. Setelah itu, tidak terdengar apa-apa lagi.

Orang-orang yang diduga melakukan penelitian dan otopsi makhluk itu kemudian membantah keterlibatan apapun. Yang jelas, apa pun tujuannya, kejadian itu sekarang secara luas dianggap sebagai tipuan atau hoax. 

Artikel Selanjutnya
Asteroid Terbesar yang Pernah Terdeteksi Melintas Dekat Bumi
Artikel Selanjutnya
Robot Baru NASA Siap Selami Perut Mars pada 2018