Sukses

29-11-1988: Peluncuran Perdana Pesawat Ulang Alik Berawak AS

Liputan6.com, Florida - Hari ini 29 tahun silam, Amerika Serikat sukses meluncurkan misi antariksa berawak pertamanya sejak bencana Challenger yang terjadi dua setengah tahun sebelumnya.

Program Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kosong selama 32 bulan setelah Challenger meledak.

Pesawat angkasa luar selanjutnya, Discovery, lepas landas pada 29 September 1988. Dari Cape Canaveral pukul 16.37 BST, setelah penundaan 90 menit karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Setengah juta orang di jalan-jalan di sekitar Kennedy Space Center menyaksikan lepas landas pesawat ulang alik tersebut, yang menurut NASA berjalan tanpa hambatan.

Ketegangan sempat terjadi di ruang kontrol pesawat angkasa luar sempat meningkat saat take-off tertunda setelah laporan cuaca mengatakan angin di atmosfer bagian atas terlalu ringan.

Namun ketegangan berangsur berkurang setelah penerbangan itu melewati penghalang psikologis pada detik 73 -- waktu saat Challenger celaka.

Seperti dikutip dari BBC on This Day, keberhasilan penyelesaian misi empat hari itu juga penting bagi masa depan program luar angkasa Amerika dan prestise bangsa.

 "Saya senang melihat kami bisa pergi lagi. Hal itu penting tak hanya dari pasokan untuk aspek stasiun luar angkasa, tetapi berarti kita bisa melakukan penelitian yang memang harus dilakukan," ujar Senator John Glenn kepada BBC.

Presiden AS Ronald Reagan -- yang menyaksikan peluncuran dari Gedung Putih -- juga mengumumkan bahwa dia senang dengan pencapaian tersebut.

"Amerika kembali ke ruang angkasa! Kami sekarang menanti-nantikan keberhasilan penyelesaian misi Discovery dan kembalinya lima awak dengan selamat," kata Reagan ketika itu.

Kelima orang yang diperintahkan oleh Frederick Hauck memiliki misi meluncurkan satelit komunikasi, pengganti untuk yang hilang saat Challenger meledak.

Sementara itu pada tanggal yang sama tahun 1985, tercatat sebagai momen kelahiran Daniel Pedrosa. Seorang pembalap MotoGP Spanyol.

Sedangkan 29 September 2009 terjadi gempa 8,1 skala Richter (SR) di Samoa, disusul tsunami yang menyebabkan 189 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Artikel Selanjutnya
Astronot AS Ini Pulang Setelah Habiskan 665 Hari di Angkasa Luar
Artikel Selanjutnya
Balas Uji Coba Nuklir Korut, Korsel Tembak Rudal dan Kerahkan Jet