Sukses

Top 3: Kisah Sukses Diet Kentang

Liputan6.com, Jakarta - Di beberapa kota besar di negara menengah dan maju, kelebihan berat badan mulai menjadi masalah serius. Oleh karena itu, tidak heran jika cerita keberhasilan penurunan berat badan menyedot perhatian pembaca Liputan6.com kanal Global pada Kamis (28/9/2017) pagi.

Sikap hitung-hitungan orangtua pasien juga menjadi perhatian pembaca, terutama karena permintaan ganti rugi kerusakan pakaian anak mereka ketika mendapat pertolongan gawat darurat.

Para pembaca juga menyimak tentang sejumlah hal dan benda di Bumi yang tanpa disadari telah menjadi semakin langka, kecuali jika ada upaya untuk mengubah tren.

Berikut Top 3 Global selengkapnya:

1. Diet Kentang Bikin Bobot Pria Ini Susut 50 Kg, Tertarik Mencoba?

(Sumber Facebook/Thorpdale Potato Festival)

Tahun lalu, pria Australia bernama Andrew Taylor ini mulai membatasi jenis makanan yang dikonsumsinya. Ia lalu memutuskan hanya menyantap kentang dalam rangkaian dietnya.

Saat memulainya, bobot pria dari negara bagian Victoria tersebut 151,7 kilogram. Ia mengalami obesitas karena terlalu banyak mengonsumsi gorengan, es krim, kue, cokelat, dan piza.

Sekarang, setelah 12 bulan, bobotnya pun berkurang sebanyak 50 kilogram. Berkat diet kentang yang dilakukannya.

Selanjutnya...

2. Gara-Gara Sobek Baju Pasien, Dokter Kena Ganti Rugi Rp 2 Juta

Suasana penanganan pasien saat tiba di ruang gawat darurat (Capture/Video)

Suasana penanganan pasien saat tiba di ruang gawat darurat (Capture/Video)

Empat orang petugas medis di sebuah rumah sakit Kota Wuhan, China, sepertinya harus menahan kekesalan. Sebab, mereka diminta untuk membayar biaya kompensasi 1.000 yuan atau setara dengan Rp 2 juta karena telah memotong baju pasien saat berada di ruang gawat darurat.

Dikutip dari laman AsiaOne, Selasa 26 September 2017, tuntutan tersebut disampaikan oleh orang tua pasien yang merasa rugi jika baju anaknya disobek begitu saja oleh tim medis -- meski nyawa anaknya telah berhasil diselamatkan oleh tim dokter.

Insiden tersebut memicu kemarahan netizen di media sosial.

Selanjutnya...

3. Ikan hingga Sperma, Ini 8 Benda yang Terancam Langka di Bumi

Tidak seperti orang lain yang berkoar-koar ingin melakukan perubahan, pria tua ini mengubah gurun jadi hutan dengan kegigihannya

Pada 1900-an diperkirakan hanya ada 1,6 miliar manusia menghuni Bumi. Pada 1950-an, angka itu sudah dua kali lipat dan pada 2000-an kita sudah menembus angka 6 miliar.

Suatu penelitian dalam jurnal Global Environmental Change memproyeksikan bahwa populasi global akan mencapai puncak pada angka 9,4 miliar di akhir abad ini.

Hal itu menjadi berita buruk karena sekarang ini saja kita tidak memiliki sumberdaya yang cukup untuk populasi kita. Satu di antara delapan orang tidak punya pangan yang cukup dan lebih dari 1,3 miliar manusia tidak punya akses listrik.

Selanjutnya...

Artikel Selanjutnya
Sisi Gelap Michael Jackson Terungkap di Lagu Thriller?
Artikel Selanjutnya
Punya Tubuh Indah, Ini Diet Model Victoria's Secret