Sukses

3 Hantu Wanita dari Masa Lalu yang Masih Gentayangan

Liputan6.com, London - Selama ini publik hanya mengira, kisah arwah gentayangan di lokasi tempat ia meninggal hanya ada dalam adegan film.

Kisah semacam ini sebetulnya bukan isapan jempol belaka. Banyak hantu wanita yang dikabarkan bergentayangan di masa lalu. Umumnya, mereka tewas akibat bunuh diri atau dibunuh.

Bahkan kisah kematian mereka kian melegenda dan lekat dalam ingatan masyarakat. Ceritanya diwariskan dari masa ke masa hingga menjadi ikon hantu wanita di suatu tempat.

Seperti dikutip dari laman Wonderslist, Kamis (21/9/2017), berikut tiga hantu wanita dari masa lalu yang masih gentayangan:

 

1 dari 4 halaman

1. La Planchada

La Planchada adalah cerita hantu terkenal di Meksiko. Menurut cerita yang beredar pada tahun 1930-an, ada seorang perawat bernama Eulalia yang bekerja di Rumah Sakit Juarez di Mexico City. Sosok Eulalia dikenal dengan wanita yang rapi dalam berpakaian.

Ilustrasi arwah (iStock)

Oleh sebab itu, ia dijuluki sebagai La Planchada yang berarti wanita yang rapi.

Eulalia diketahui menyukai seorang dokter tampan yang baru saja bergabung dengan staf rumah sakit tersebut. Tak lama kenal, keduanya melangsungkan pertunangan.

Karena jadwal kerja yang begitu padat, dokter tersebut kerap meninggalkan Eulalia untuk menghadiri seminar dan pertemuan. Hingga akhirnya, tunangannya tak kunjung kembali.

Setelah mencari tahu keberadaan sang dokter, Eulalia mendapati tunangannya telah menikah dengan wanita lain. Kesedihan Eulalia berdampak depresi dan mengakibatkan salah satu pasien meninggal karena kelalaian dirinya.

Tak lama setelah depresi berat, Eulalia malah meninggal dunia. Banyak saksi mata yang melintasi lorong rumah sakit mengaku melihat sosok hantu. Mereka yakin bahwa hantu itu adalah Eulalia karena terlihat dari bajunya yang rapi.

2 dari 4 halaman

2. Anne Boleyn

Ilustrasi arwah (iStock)

Anne Boleyn adalah salah satu hantu paling terkenal di Inggris. Ia dikenal sebagai istri kedua dari Henry VII. Dalam pernikahannya, Anne melahirkan seorang anak perempuan. Melihat kondisi itu, Henry tak terima jika anak yang dilahirkan Anne adalah perempuan dan bukan laki-laki.

Henry tak bisa terima karena ia menganggap anak perempuan tak pantas untuk menjadi ahli waris.

Karena kecewa, ia menikahi seorang wanita lain bernama Jane Seymour. Agar terlepas dari kehadiran Anne, laki-laki itu nekat membunuh istrinya sendiri dengan cara dipenggal. Agar kesalahannya tak tercium oleh warga, Henry berdalih kalau istrinya adalah seorang pengkhianat negara hingga pantas dihukum mati.

Kepala Anne dipenggal oleh algojo di menara kota London. Setelah dieksekusi mati, sosok wanita menyerupai Anne kerap terlihat di kawasan menara. Penampakan Anne pun dinilai menyeramkan karena ia berjalan sambil memegang kepalanya yang dipenggal.

3 dari 4 halaman

3. Heaster Shue

Pada tahun 1897, Heaster Shue meninggal dunia secara tiba-tiba. Kematiannya memang menimbulkan kecurigaan sejak awal.

Ilustrasi arwah (iStock)

Namun, sang suami Erasmus Edward Stribbling Trout Shue tak begitu kehilangan dengan kepergian istrinya. Dengan tenang, ia melilitkan syal ke leher istrinya sebelum dimasukkan ke dalam peti.

Tak lama setelah dimakamkan, hantu Heaster Shue mulai bergentayangan. Heaster Shue sempat menemui ibunya yang bernama Mary Jane.

Ia menceritakan segala keluh kesahnya kepada sang ibu bahwa ia pernah mengalami masa sulit bersama suaminya. Heaster Shue mengaku mendapat siksaan dan kekerasan dari Erasmus hingga ia tewas.

Untuk itu, ia meminta ibunda melakukan otopsi pada jasadnya. Alhasil, tim dokter menemukan bagian tenggorokan Heaster Shue hancur akibat pukulan yang keras dari suami.

Artikel Selanjutnya
Pahitnya Hidup Hamish Daud, Tinggal di Hutan hingga Alami Koma
Artikel Selanjutnya
Bikin Penonton Ketakutan, Ini 5 Bumbu Film Horor yang Selalu Ada