Sukses

Maksud Hati Ingin Tolong Nenek, Pria Ini Kena Hipotermia

Liputan6.com, London - Seorang pemuda bernama Nathan French patut berbangga diri. Pasalnya, ia mampu menakhlukkan gunung Snowdon -- puncak tertinggi di Wales -- hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.

Dikutip dari laman The Guardian, Rabu (20/9/2017), padahal, bagi siapa saja yang ingin mendaki puncak gunung Snowdon, disarankan untuk mengenakan pakaian tebal. Selain udaranya yang dingin, dengan berpakaian tebal tentu akan terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Usai memantapkan langkah di puncak tertinggi, Nathan mulai merasa ada hal buruk yang menimpa dirinya.

Ternyata, pria berusia 19 tahun itu mengalami hipotermia karena hanya mengenakan celana pendek.

Melihat kondisi yang semakin parah, beberapa orang yang ada di sekitar Nathan langsung memanggil ambulans.

Setiba di rumah sakit, tim medis mengatakan bahwa Nathan dalam kondisi yang tak sehat. Dokter menyebut, kandungan gula dan tekanan darah Nathan menurun dan mulai terserang hipotermia.

Ternyata, ada tujuan mulia di balik misi mendaki gunung tersebut. Alasan pria tersebut mendaki gunung hanya bermodal celana pendek saja guna mengumpulkan dana untuk pengobatan sang nenek yang menderita dementia.

Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.

Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

Miles Hill, salah satu anggota dari regu penyelamat puncak gunung Snowdon mengatakan, "Saya sangat bersimpati dengan maksud dan tujuan pria tersebut. Namun, ia menyayangkan hal nekat yang dilakukan Nathan dan tak memperhatikan keselamatannya."

 

1 dari 2 halaman

Mendaki Gunung Sambil Panggul Barbel 75 Kg

Pendaki gunung yang nekat lainnya juga dilakukan oleh seorang powerlifter atau atlet angkat besi asal Rusia. Ia mendaki puncak tertinggi di Eropa sambil membawa barbel seberat 75 kilogram di punggungnya.

Adalah Andrey Rodichev yang berusaha menggabungkan dua olahraga trekking dan powerlifting dalam mendaki Gunung Elbrus di Pegunungan Kaukasus Barat yang memiliki ketinggian sekitar 17.926 kaki di atas permukaan laut.

Untuk melakukan perjalanan yang ekstrim ini, Andrey membutuhkan persiapan khusus. Setiap pagi selama 1 jam, ia jalan selama satu setengah jam dengan beban seberat 10 kilogram di punggungnya, sementara pada malam harinya berolahraga di tempat fitnes. Hal ini dilakukannya untuk mendapatkan berat badan ideal dalam menghadapi tantangan mendaki Elbrus.

Meskipun perjalanan ke Gunung Elbrus relatif mudah, namun dengan membawa beban seberat 75 kilogram di punggungnya akan menjadi tantangan tersendiri. Sebagai perbandingan, kebanyakan pendaki yang mendaki gunung hanya membawa ransel seberat 25 sampai 30 kilogram.

Akan tetapi mereka biasanya meninggalkan sebagian besar peralatan mereka di bagian bawah sebelum memulai pendakian terakhir. Itu artinya Andrey membawa berat beban yang mencapai tiga kali lipatnya.

Tekad atlet besi ini untuk mencapai puncak tertinggi di Eropa itu, dijelaskannya untuk meningkatkatkan kesadaran tentang olahraga angkat beban di kampung halamannya, Murmansk, Rusia.

Artikel Selanjutnya
Mati Lampu, Wanita Ini Mengaku Tak Tahu Siapa yang Menghamilinya
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Staf BNN Tewas Ditembak Suami, Tak Tahan Hidup Susah?