Sukses

Tolak Penebangan, Warga Australia Berencana Beli Hutan Negara

Liputan6.com, South Gippsland - Seorang pemilik lahan di South Gippsland, Jon Wood, menawarkan diri untuk membeli kawasan hutan negara di Victoria. Hal itu ia lakukan untuk mencegah agar pohon-pohon di sana tak ditebang perusahaan penebangan kayu milik Pemerintah Victoria, VicForests.

Jon Wood mengelola bisnis sapi potong di tepi kawasan hutan yang direncanakan akan ditebang di Mirboo Utara di timur Victoria. Menurutnya, penebangan kayu itu akan mengurangi nilai tanah di kawasan itu -- VicForests telah berencana menebang hingga 50 hektar kayu di dekat kota Mirboo Utara.

"Ini adalah kawasan kecil yang menjadi bagian dari kawasan penyangga keanekaragaman hayati hutan eukaliptus, di wilayah yang benar-benar hancur akibat pertkebunan selama 100 tahun terakhir," kata Wood seperti dikutip dari Australia Plus, Rabu (20/9/2017).

"Saya tidak setuju dengan seluruh dasar pemikiran dari penebangan kayu di hutan negara bagian tersebut. Hutan negara itu telah diberikan kepada Pemerintah Negara Bagian atas kepercayaan masyarakat demi generasi mendatang," imbuh dia.

Jon Wood mengatakan dirinya sedang menimbang gagasan untuk mengumpulkan dana guna membeli hutan itu dari pemerintah.

"Apa yang akan kami lakukan adalah mencoba dan mengarahkan para politisi agar bertanggung jawab dan membuat mereka paham bahwa mereka telah diberi aset ini dengan kepercayaan dari masyarakat," ujar Wood.

"Tidak ada yang mendukung usulan ini di masyarakat...Kami tidak mempercayai Pemerintah Negara Bagian untuk menjaga hutan negara kami, dan hutan negara ini sangat penting bagi masyarakat kami," imbuh dia.

Jon Wood mengatakan, jika berhasil dirinya akan meletakkan sebuah perjanjian di atas tanah.

"(Perjanjian itu akan berbunyi) 'Tidak masalah siapa yang terpilih, tidak masalah siapa politisinya, Anda tidak bisa menebang dan anda tidak bisa menghancurkan ekosistem yang ada di hutan ini'," kata Wood.

"Perjanjian itu kemudian akan melindungi hutan itu demi anak-anak kita.”

"Lahan hutan di sekitar sini dengan sebuah perjanjian tidak akan semahal itu. Kenyataannya adalah kawasan itu tidak mahal untuk dibeli, tapi ini sangat berharga," imbuh dia.

 

1 dari 2 halaman

Penolakan Warga

Manajer umum dari pemangku kepentingan dan perencanaan VicForests, Lachlan Spencer, memberikan pemaparan dalam sebuah pertemuan dengan komunitas di Mirboo Utara selama dua jam.

Dia mengatakan bahwa VicForests bermaksud menebang kayu hingga seluas 50 hektar di dekat kota Mirboo Utara, namun rencana tersebut dapat berubah.

Lachlan Spencer mengatakan pada pertemuan itu, kayu yang ditebang bisa bernilai 8 juta dolar Austrlia atau setara Rp 85 miliar.

"Untuk memberi nilai pada tahap awal perencanaan ini mungkin terlalu dini, tapi apa yang dilakukan malam ini adalah memberi warga beberapa konteks," katanya.

Namun dalam pertemuan tersebut, warga Mirboo Utara menyuarakan penentangan yang kuat terhadap rencana penebangan kayu oleh VicForests.

Masyarakat mendesak dilakukannya pertemuan dengan Menteri Utama Victoria, Daniel Andrews, untuk menyuarakan keprihatinan mereka tentang hilangnya keanekaragaman hayati, efek kualitas air dan potensi kerugian industri pariwisata.

Warga Mirboo Utara, Vicki Sinclair, mengatakan dirinya terenyuh melihat begitu banyak orang dari kotanya berkumpul untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap rencana penebangan kayu.

"Segala sesuatunya dari komunitas kami terikat dengan hutan-hutan yang sangat dekat dengan kota kami. Kami melakukan banyak rekreasi di sana, dan ini adalah hutan terakhir kami di hutan besar Gippsland," ujar Sinclair.

Warga Mirboo Utara lainnya, Susanne Whiteman, mengatakan bahwa areal penebangan kayu akan bisa dilihat dari rumahnya. Dia tidak ingin penebangan berlangsung di area semak kecil di dekat Mirboo Utara.

"Saya datang ke pertemuan malam ini karena saya pikir VicForests perlu bergerak ke masa depan dan memulai penebangan kayu secara berkelanjutan," kata Whiteman.

"Saya paham bahwa kami perlu mengembangkan semacam industri perkayuan, saya tidak ingin menghentikan semuanya, tapi saya yakin ada cara penebangan yang lebih baik," imbuh dia.

Artikel Selanjutnya
Potensi Eksplorasi Emas Bengkulu Picu Sengketa Perizinan
Artikel Selanjutnya
Protes Korupsi, Pelajar Timor Leste Bentrok dengan Polisi