Sukses

Pasutri di Australia Ledakkan Rumah Demi Dapat Uang Asuransi

Liputan6.com, Adelaide - Pasangan suami isteri di Adelaide diadili karena dituduh meledakan investasi properti mereka untuk mengklaim uang asuransi.

Krzysztof Kuchar (48) dan Sarah Kuchar (42) dituduh melakukan pembakaran setelah sebuah rumah sewa yang mereka miliki di Falcon Street, Holden Hill, di timur utara Adelaide. Rumah tersebut meledak dan menjadi reruntuhan pada bulan Oktober 2011.

Pengadilan Distrik mengatakan bahwa bensin telah dituangkan ke seluruh rumah. Ledakan dari rumah itu pun begitu kuat sehingga puing-puingnya terlempar ke jalan dan merusak sejumlah properti di sekitarnya.

Dalam pidato pembukaannya, Jaksa Kosmas Lesses mengatakan seorang pria yang berada di sebuah pesta di dekat rumah itu mendengar suara ledakan pada dini hari. Ia pun mengaku melihat seorang pria terluka merangkak keluar dari reruntuhan.

"Dalam berkas penuntutan, pria yang merangkak keluar dari reruntuhan dan berlari ke mobil itu adalah terdakwa, Krzysztof Kuchar," kata Lesses seperti dikutip dari Australia Plus, Minggu (16/9/2017)

Jaksa Lesses mengatakan, bagian dari tulang kaki Kuchar menonjol keluar dari kulitnya. Pria tersebut membawanya ke mobilnya yang diparkir di bagian depan rumah.

Dia mengatakan bahwa Sarah Kuchar berada di kursi pengemudi mobil dan dua orang anak dan kedua pasangan itu berada di kursi belakang.

Dalam berkas penuntutan, pasangan suami dan isteri Kuchar tidak hanya kebetulan melewati daerah tersebut.

"Mereka ada di sana karena mereka membuat keputusan bodoh untuk membakar properti investasinya dengan maksud mengklaim polis asuransi," ujar Lesses.

"Tuan Kuchar adalah orang yang membakar properti itu, atau malah menyebabkannya meledak, sementara istrinya memainkan peran klasik sebagai pengemudi saat kabur."

 

1 dari 2 halaman

Kejanggalan Lainnya

Alih-alih memanggil ambulans atau mengemudi ke rumah sakit terdekat, pasangan tersebut malah melanjutkan berkendara lebih dari 800 kilometer ke negara bagian Victoria, di mana mereka kemudian mencari bantuan medis di Wangaratta.

"Jika tuan Kuchar tidak melakukan kesalahan, jika dia berada di tempat yang salah pada waktu yang salah, mengapa Nyonya Kuchar mengantarnya sampai ke Wangaratta untuk mendapatkan perawatan medis?" kata Lesses.

"Tindakan melarikan diri dari TKP ini juga dilakukan karena kesadaran akan rasa bersalah."

Pengadilan juga mendengar keterangan bahwa Krzysztof Kuchar mengatakan kepada dokter di rumah sakit di Wangaratta bahwa dia telah melukai kakinya dalam kecelakaan sepeda motor.

Pengadilan juga menerima pernyataan Kuchar kepada polisi bahwa dirinya pergi ke rumah pada malam terjadinya ledakan untuk mengganti kunci di salah satu pintu.

Meski kunci properti itu ditemukan di mobil pasangan tersebut, Lesses mengatakan kunci itu dibeli sebagai penjelasan palsu jika polisi datang untuk mengajukan pertanyaan.

Kuchar pun mengaku memiliki masalah dengan pengumpulan uang sewa. Ia berkata kepada polisi bahwa seorang penyewa pernah menyerangnya.

"Dia sengaja berbuat untuk mengesankan orang lain bertanggung jawab atas pembakaran tersebut," kata Lesses.

Artikel Selanjutnya
Pria Sukoharjo Gelapkan Uang Jual Beli Sapi Kurban hingga Rp 1 M