Sukses

Buta Sesaat hingga Terbakar, 4 Insiden akibat Sinar Laser

Liputan6.com, Jakarta - Sesuai teknologi yang digunakan, sinar laser memiliki kekuatan energi yang menghantarkan cahaya.

Memang terdengar seperti cerita pertempuran angkasa dalam film, tapi pada tingkat tertentu, energi yang laser bisa memicu kebakaran atau ledakan.

Misalnya, suatu ledakan terjadi di rumah sakit Tokyo Medical University karena laser bedah yang dipakai menyinari gas buangan pasien. Energi laser bedah cukup untuk menyulut gas menjadi ledakan.

Bahkan, energi sinar laser dapat membahayakan mata manusia dari kejauhan, seperti kisah beberapa orang yang mengarahkan sinar laser kepada pilot yang sedang menerbangkan atau mendaratkan pesawat terbang atau helikopter.

Diringkas dari Oddee pada Jumat (15/9/2017), berikut ini adalah empat kejadian konyol ataupun nyaris mengundang maut yang melibatkan laser:

 

1 dari 5 halaman

1. Pembersihan Tato dan Membakar Jari

(Sumber Cameron)

Seorang pria Australia ingin membersihkan sebagian tato dari buku-buku tangan. Namun ia kemudian malah menderita luka bakar.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu diberitahu bahwa ia memerlukan 10 hingga 12 sesi dengan biaya US$ 170 untuk tiap sesi pembersihan tato "Live Free" dari jari-jari tangan.

Ia mulai penasaran dengan jasa yang diterimanya karena tato belum hilang bahkan setelah 20 kali pertemuan.

Petugas klinik mencoba mempercepat prosesnya dan mengatur kekuatan laser setinggi mungkin, katanya, "Inilah pengaturan tertinggi yang masih mungkin."

Kekuatan laser itu malah 'memasak' tangan korban. Hasilnya adalah lubang-lubang berukuran 3 milimeter pada jari-jari korban.

 

2 dari 5 halaman

2. Tembakan Laser Mencelakakan Pengemudi Mobil

(Sumber KGW/Dave Northfield)

Di Albany, Oregon, seorang wanita sedang mengemudikan mobil untuk mengantar suaminya ke tempat kerja. Mendadak, seorang pengemudi lain menembakkan laser ke matanya.

Miranda Senters sempat buta sesaat selama serangan. Katanya, "Ia ada di depan saya dan mencoba menyinari ke dalam mata saya. Kepala saya maju mundur ketika mencoba menghindari sinar tersebut."

Ketika Senters menoleh untuk menghindari cahaya, mobilnya hilang kendali dan seorang pengemudi lain menabraknya.

Lalu, mobil ketiga menghantam pembatas jalan karena mencoba menghindari tabrakan di depannya.

Sementara itu, mobil Honda biru milik pelaku pergi menjauh, meninggalkan tiga kendaraan lain bertabrakan di belakangnya.

 

3 dari 5 halaman

3. Menembak Drone Dengan Laser

(Sumber Raytheon)

Pada Juni 2017, pihak Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) telah berhasil menguji senjata laser yang dipasang pada helikopter-helikopter Apache.

Menurut pabrikan Raytheon yang membuat senjata, itu adalah "pertama kalinya sistem laser terintegrasi penuh berhasil membidik dan menembak sasaran dari pesawat sayap berputar melewati berbagai keadaan, ketinggian, dan kecepatan penerbangan."

Senjata sangat akurat dengan jangkauan sekitar 1,4 kilometer itu senyap dan tidak terlihat oleh manusia.

Pihak AD berencana menggunakannya untuk melawan serangan-serangan drone di masa depan.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

4 dari 5 halaman

4. Peretasan Mobil yang Mengemudi Sendiri

(Sumber Google)

Sudah jutaan dolar dana digelontorkan untuk pengembangan kendaraan tanpa pengemudi. Seorang peneliti bernama Jonathan Petit melontarkan pertanyaan serius tentang kelayakan kendaraan itu dalam waktu dekat.

Peneliti tersebut berhasil mengganggu sensor laser kendaraan mahal tersebut hanya dengan menggunakan bolpen laser murahan.

Sistem kemudi kendaraan tertipu karena "melihat" ada penghalang siluman atau malah menurunkan kecepatan dan bahkan berhenti ketika diserbu oleh sinyal pengganggu.

Mobil otomatis Google itu pun harus dirancang ulang.