Sukses

Kawanan Monyet Mati Kena Serangan Jantung, Takut Harimau?

Liputan6.com, Uttar Pradesh - Selusin atau 12 monyet di sebuah hutan di India ditemukan tewas massal. Ahli kedokteran hewan mengklaim bahwa mereka menderita serangan jantung secara bersamaan gara-gara takut harimau.

Penduduk setempat yang menemukan sekawanan monyet itu di hutan awalnya merasa bingung, dengan kematian massal primata tersebut. Mereka mencurigai binatang itu diracuni.

Namun, berdasarkan hasil post-mortem yang dilakukan, seperti diberitakan Daily Mail, Selasa (12/9/2017), seluruh monyet tersebut terdeteksi menderita serangan jantung pada saat bersamaan.

Dokter hewan di daerah Kotwali Mohammad, Uttar Pradesh, utara India kemudian melakukan penyelidikan.

"Telah dikonfirmasi dalam laporan post-mortem bahwa monyet tersebut meninggal karena serangan jantung. Mereka itu kemungkinan mati karena raungan harimau yang sering melintasi daerah itu," ujar dokter hewan Dr Sanjeev Kumar.

Petugas Departemen Kehutanan setempat menemukan kawanan monyet tersebut pada Senin, 11 September. Kemudian beredar sebuah video mengejutkan berisi tayangan saat bangkai binatang tersebut dimasukkan ke dalam tas plastik jenis polietilena.

Penduduk desa melaporkan bahwa harimau memang sering berada di daerah tersebut, dan terdengar mengaum.

Klaim serangan jantung massal kawanan monyet itu dikritik ahli satwa liar. Menurut mereka, hewan primata tersebut kemungkinan besar meninggal karena infeksi.

Dr Brijendra Singh, seorang dokter hewan, mengatakan kepada Times of India, "Monyet adalah hewan liar dan mereka tidak mati dengan cara ini. Mereka kemungkinan menderita beberapa infeksi yang merenggut nyawa."

1 dari 2 halaman

Hewan Penolong

Kisah lain tentang monyet adalah sebagai hewan penolong. Hal itu dialami Maykool Coroseo Acuna.

Pengalaman tak terlupakan terjadi dalam hidup pria asal Chile tersebut, saat tersesat di hutan tropis terbesar di dunia, Amazon. Acuna tersesat selama sembilan hari lamanya. Namun, di tengah kondisi sulit tersebut mukjizat terjadi.

Ia juga mengaku bisa bertahan hidup karena bantuan dari sekelompok monyet. Binatang primata ini memberinya makan dan menuntunnya ke mata air selama dirinya tersesat. Bahkan mereka menunjukkan tempat untuk berlindung.

Dari laporan National Geographic, Acuna tersesat setelah terpisah dari kelompok turnya Max Adventures. Ia terpencar dari rombongan ketika sedang berwisata di Taman Nasional Madidi Amazon di Bolivia.

Sehari sebelum kejadian, beberapa orang dari kelompok tur yang diikuti oleh Acuna menolak berpartisipasi dalam perayaan adat warga lokal Pachamama.

Dalam kepercayaan masyarakat Andes, jika ada pihak atau orang menolak ikut serta Pachamama maka makhluk gaib Duende akan marah besar.

Benar saja, saat mengetahui Acuna hilang, seorang warga lokal di taman nasional, Feizar Nava, langsung menghubungkannya dengan kemarahan Duende.

"Ini karena ia telah menghina Pachamama," sebut Nava seperti dikutip dari Inquirer pada 25 Maret 2017.

"Dia tak mau ikut serta dalam perayaan ini," tambah dia.

Meski berkata seperti itu, Nava mengatakan warga kampungnya tak mau tinggal diam. Mereka bersama beberapa orang yang tinggal dekat dengan gunung dan kerabat Acuna bergegas mencari pria tersebut.

Pencarian selama sembilan hari akhirnya membuahkan hasil. Acuna ditemukan dekat tempat kamping Max Adventures.

Kondisi Acuna saat ditemukan cukup memprihatinkan. Kakinya bengkak, ia dehidrasi dan banyak terdapat bekas gigitan serangga pada tubuhnya.

Acuna merasa bersyukur bisa diberi pertolongan oleh sekelompok monyet, meski tak tahu jenis primata apa yang menolongnya.

Hutan Amazon merupakan rumah bagi spesies monyet Rosillo, lucachi, dan titi.