Sukses

10-9-2003: Menlu Swedia Jadi Korban Penusukan Saat Belanja

Liputan6.com, Stockholm - Hari itu, 10 September 2003, warga Swedia digemparkan oleh tragedi penusukan terhadap Menteri Luar Negerinya, Anna Lindh diserang oleh orang tak dikenal saat ia tengah berbelanja di department store Ibukota Stockholm.

Seperti dimuat BBC, kejadian terjadi sekitar jam 16.00 sore waktu setempat. Ketika itu, Ibu Menteri sedang bersama seorang temannya di Toko Nordiska Kompaniet, tanpa pengamanan bodyguard atau pengawal. Kedua wanita itu tengah asyik melihat barang-barang yang hendak di beli.

Kemudian, secara tak terduga, seorang pria bertubuh besar datang menghampiri Lindh. Sontak menusuk Bu Menteri berkali-kali. Kemudian lelaki tinggi yang mengenakan topi jenis 'peaked' dan jaket militer itu kabur melarikan diri, sehingga luput dari perhatian petugas keamanan setempat.

Lindh saat itu juga langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karolinska untuk mendapatkan perawatan intensif. Ibu dua anak itu menjalani operasi selama sembilan jam. Namun nahas, Menlu Lindh tak terselamatkan. Ia meninggal dunia pada 11 September, sehari kemudian setelah penusukan.

Perdana Menteri Swedia Goran Persson menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian Lindh. "Swedia telah kehilangan putri terbaik. Sangat sulit untuk menerima dan mengerti kenapa hal ini bisa terjadi." Sementara itu, keamanan diperketat di sejumlah kantor pejabat.

Lindh menjabat sebagai Menlu Swedia sejak 1998. Prestasinya cukup gemilang sehingga membuat sejumlah pengamat meramalkan akan menjadi Perdana Menteri Swedia di masa depan menggantikan Goeran Persson. Menjelang hayatnya, Lindh yang berasal dari Partai Sosial Demokratis sangat sibuk mengampanyekan agar negaranya menggunakan Euro, mata uang tunggal Uni Eropa.

Polisi menangkap tersangka bernama Mijailo Mijailovic, pria berusia 25 tahun keturunan Serbia. Saat persidangan, ia mengaku mendapat bisikan gaib untuk menusuk Bu Menteri.

Dari keterangan tersebut dan sejumlah tes psikologi, psikiater menyatakan Mijailovic menderita gangguan jiwa. Namun demikian, ia tetap divonis penjara seumur hidup pada Maret 2014. Tapi pada akhirnya, Mahkamah Agung membatalkan vonis tersebut dan memutuskan untuk mengirim Mijailovic ke pusat rehabilitasi penyakit jiwa.

Muncul dugaan, penusukan terhadap Menteri lindh disinyalir karena ia aktif menyuarakan Euro, terlebih namanya melambung dan diyakini akan menjadi Perdana Menteri Swedia selanjutnya, menggantikan Goran Persson. Namun hingga vonis terhadap tersangka dijatuhkan, tidak ada bukti yang mendukung dugaan tersebut.

Insiden penyerangan terhadap Lindh ini mengingatkan kembali memori warga Swedia atas tragedi pembunuhan yang menimpa Perdana Menteri Olof pada tahun 1986. Olof yang sedang bersama istri dan anaknya, ditembak di bagian belakang, di lokasi jalan yang sama dengan penusukan Lindh. Olof tewas karena terluka parah akibat peluru menghujam tubuhnya.

Sejarah lain mencatat pada 10 September 1897, seorang pengemudi taksi bernama George Smith (25), menjadi orang pertama yang ditangkap karena mabuk saat menyetir. Selain itu, kejadian lainnya yang juga terjadi di hari yang sama tahun berbeda adalah, kecelakaan dua buah jet di Zagreb, Yugoslavia. Tabrakan udara yang terjadi pada 1976 itu menyebabkan 176 orang tewas.

Artikel Selanjutnya
Ada Bercak Darah di Lokasi Pasutri Jepang yang Tewas Terpanggang
Artikel Selanjutnya
2 Anak Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Cirebon Kritis