Sukses

Ini 4 Hal yang Terjadi Jika Alien Mendarat ke Bumi?

Liputan6.com, Jakarta - Apa yang akan terjadi kalau alien mendatangi Bumi?

Kita tidak mungkin mengetahui secara pasti, tapi bisa menggunakan anggapan-anggapan berdasarkan logika, filsafat, tebakan terarah, kemungkinan, dan sejarah kita sendiri.

Dalam membahas pertemuan dengan kehidupan luar Bumi (extraterrestrial, ET), kerangka acuan kita tentu saja sangat terbatas. Jadi, sambil memikirkan skenario yang paling mungkin, kita juga harus mencoba berpikir di luar batasan-batasan – think outside the box.

Diringkas dari toptenz.net pada Senin (4/9/2017), berikut ini adalah 4 hal yang mungkin terjadi sekiranya alien akhirnya tiba di planet rumah kita:

1 dari 5 halaman

1. Gegar Budaya dan Panik

Bila seseorang mengalami kecemasan, mereka cenderung sulit untuk melakukan sebagian hal yang sebenarnya mudah dilakukan.

Jika spesies alien memutuskan untuk berkunjung, maka ada beberapa hal yang amat mungkin terjadi, apapun tujuan kehadiran alien itu sendiri.

Misalnya, ketika kita bangun pagi dan melihat ada pesawat angkasa berukuran besar di atas rumah kita serta mendengar laporan-laporan penampakan yang sama di seluruh dunia, maka pastilah kepanikan muncul di mana-mana.

Sebagai manusia, secara alamiah kita memang selalu ingin tahu. Tapi, bukan melalui kejutan-kejutan besar seperti itu. Reaksi tersebut terutama karena pengalaman sejarah kita sendiri.

Selain panik, kita akan dilanda gelombang besar gegar budaya, bahkan dalam era kemajuan teknologi yang membuat orang lebih terhubung.

Dengan segala kemajuan itu masih banyak orang yang tidak bisa dan tidak akan menerima budaya, tradisi, atau perbedaan cara pikir orang lain.

Jadi, bayangkan apa yang akan terjadi kalau kita bertemu dengan spesies lain yang benar-benar berbeda, termasuk perbedaan pandangan hidup dan eksistensi kehidupan itu sendiri?

Misalnya, apakah mereka perlu makan? Apakah mereka makan menggunakan mulut?

Ada banyak sekali hal-hal berbeda. Jadi, kalau kita masih saja tidak mampu menerima hal-hal yang kita anggap berbeda atau tidak bisa menerima kebiasaan dan tradisi orang lain, maka kita dipastikan tidak dapat menerima hal-hal yang dibawa alien.

Tapi ada satu hal baik yang mungkin muncul akibat kedatangan alien. Jika alien mengunjungi Bumi dan memutuskan untuk melakukan kontak dengan kita, maka kemungkinan besar kita akan melupakan perselisihan-perselisihan di antara kita.

2 dari 5 halaman

2. Kemungkinan Besar Berupa Mesin

Sejumlah pakar robot yang dilengkapi kecerdasan buatan (artificial intelligence) mengajukan petisi kepada PBB.

Manusia berhasil menciptakan radio sekitar tahun 1900. Sekitar 45 tahun kemudian hadirlah komputer pertama di dunia.

Sekarang kita bisa membuat perangkat yang relatif murah dengan kemampuan komputasi yang lebih hebat daripada otak manusia. Kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) pun telah menjelang.

Tentang hal ini, ahli senior astronomi SETI Institute yang bernama Seth Shostak meramalkan bahwa bentuk kecerdasan maju apapun yang akan bertemu dengan kita adalah sebuah mesin.

Ia berpendapat bahwa peradaban alien yang mampu melakukan perjalanan angkasa akan juga mengikuti jalur perkembangan teknologi seperti telah disebut.

Ia bahkan menyatakan bahwa mereka akan menggabungkan teknologi itu ke dalam tubuh alien sehingga tidak ada lagi zat organik yang tersisa.

"Permisalannya seperti ini, yaitu ketika kita membuat mesin 4 silinder. Kita memasukannya ke dalam kuda agar kudanya lebih cepat. Tak lama kemudian kita bilang, 'Nah, singkirkan saja kudanya dan kita membuat Maserati.'"

"Jadi itulah yang kemungkinan akan terjadi."

Ia melanjutkan penjelasannya. Menurutnya, manusia adalah hasil dari evolusi Darwin selama 4 miliar tahun berdasarkan variasi acak tanpa tujuan tertentu ataupun rencana utama (master plan).

Sebaliknya, mesin benar-benar berbeda. Evolusi mesin semata-mata berdasarkan efisiensi dan perbaikan terhadap model yang lebih awal.

Bukan hanya itu, mesin tidak memerlukan terlalu banyak syarat agar bisa tetap menyintas semisal syarat berupa planet yang bisa dihuni seperti Bumi. Dengan demikian, mereka tidak terikat ke planet leluhurnya.

Selama mereka masih punya pasokan tetap untuk bahan mentah dan energi – dua hal yang bertebaran di semesta ini – maka mereka tidak akan kesulitan bepergian jauh atau bahkan tinggal di luar angkasa selamanya.

Berdasarkan logika itu, Shostak berpendapat bahwa kemungkinan terbesar untuk menemukan mesin-mesin itu adalah di pusat-pusat galaksi yang memiliki ketersediaan energi secara melimpah.

Atau, untuk memastikannya, tunggu 30 tahun lagi setelah kita menciptakan AI otonom sendiri.

3 dari 5 halaman

3. Pengamatan Jarak Jauh dan Panduan Tak Langsung

Dalam tayangan itu, terlihat 3 benda bercahaya yang tampak di kejauhan sedang meninggalkan planet bumi.

Siapa di antara kita yang tanpa ragu sekalipun bisa mengatakan bahwa alien belum pernah mengunjungi kita? Atau bahwa mereka belum hengkang dari Bumi?

Mereka mungkin saja sedang mengorbit planet kita, tidak terlihat, sedang terus mempelajari kita, dan menghindari ikut campur tangan. Semuanya agar bisa memetakan semesta dan apapun yang ada di dalamnya.

Tapi tentu saja ada kemungkinan bahwa para pengamat seperti itu mungkin punya rencana lain bagi kita semua. Melalui penyusupan ke dalam masyarakat kita, mereka bisa perlahan namun pasti mempengaruhi arah peradaban kita.

Mereka bisa saja menggiring kita menuju suatu keadaan "Utopia" tanpa perlu memamerkan diri atau bisa juga memiliki tujuan yang lebih jahat.

Jika memang demikian halnya dan mereka memang mencoba mempengaruhi kita menuju arah tertentu, ada kemungkinan bahwa tindakan mereka tidak secara khusus ditujukan kepada kemaslahatan kita.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

4 dari 5 halaman

4. Devide et Impera

Asap hitam membumbung tinggi ke udara usai militer pemerintah Filipina melancarkan serangan udara ke sebuah lokasi yang telah dikuasai oleh militan Maute di kota Marawi, Filipina Selatan, (27/5). (AP Photo / Bullit Marquez)

Devide et Impera – pecah belah dan kuasai – adalah strategi politik, sosial, dan militer untuk meraih atau mempertahankan kekuasaan dengan cara membelah konsentrasi-konsentrasi kekuatan menjadi ukuran-ukuran yang lebih bisa dikendalikan tanpa mengundang ancaman serius.

Dengan memancing dan memicu persaingan disertai penciptaan gesekan antar warga atau kelompok orang, pelaku dapat secara efektif menghancurkan pusat-pusat kekuatan atau mencegah kekuatan-kekuatan yang lebih kecil untuk bergabung.

Machiavelli mencirikan gagasan itu sebagai strategi militer dalam buku ke-6 dari seri The Art of War.

Di dalamnya ia berbicara tentang seorang kapten militer dan bagaimana – dengan segala cara— si kapten harus memecah kekuatan-kekuatan militer lawan, dengan cara membuat kapten yang lain curiga akan pasukannya sendiri atau membuatnya memecah-belah sendiri pasukannya sehingga menjadi lebih lemah.

Strategi itu benar-benar masuk nalar untuk spesies alien siap tempur yang ingin mengambil alih Bumi dengan korban sesedikit mungkin di pihak mereka.

Itu seperti yang dilakukan Hernan Cortes, dengan menghancurkan bagian-bagian Kekaisaran Aztec dengan cara menarik secuil demi secuil warga Aztec ke sisinya sebelum menaklukan keseluruhan Kekaisaran Aztec.

Kenyataannya, warga yang bersekutu dengan Cortes untuk kemudian berkuasa bersamanya pun dihabisi juga.

Melihat keadaan dunia sekarang, kita bisa melihat bahwa strategi itu sedang dijalankan, entah oleh alien atau oleh kita sendiri.

Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Ungkap Hubungan Badai Matahari dan Terdamparnya 29 Paus
Artikel Selanjutnya
7 Fenomena Alam yang Belum Dapat Dijelaskan