Sukses

5 Ciri yang Dilakukan oleh Orang 'Gagal' Selama Akhir Pekan

Liputan6.com, New York - Banyak artikel menulis kebiasaan dan ciri-ciri yang orang sukses terlihat dengan aktivitas yang dilakukan pada akhir pekan. Rahasianya adalah kerap melakukan hal baik setiap hari.

Mulai dari bangun pagi, membuat perencanaan yang baik dan memprioritaskan sesuatu hal yang penting. Tiga hal itu adalah segelintir contoh yang kerap mereka lakukan dalam menjalani hidup.

Seperti yang dikatakan oleh filsuf Aristoteles, "Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan, maka, bukan tindakan, tapi kebiasaan."

Tanpa kita sadari, ada beberapa hal buruk yang kita lakukan setiap akhir pekan tiba. Yang ternyata, kebiasaan tersebut adalah ciri-ciri yang dilakukan oleh orang yang tak sukses.

Seperti dilansir dari laman Independent, Senin (4/9/2017), berikut 5 ciri-ciri yang dilakukan oleh orang yang tak sukses selama akhir pekan:

1 dari 6 halaman

1. Menghamburkan Uang

Selama tiga hari masa liburan di akhir pekan, uang tabungan yang selama ini Anda simpan bisa lenyap begitu saja.

Ilustrasi akhir pekan (iStock)

Hal ini adalah salah satu ciri orang yang tak sukses lakukan selama akhir pekan. Mereka cenderung menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu hal yang tidak penting.

Masa liburan memang indah untuk dirasa, tetapi bukan berarti Anda harus mengeluarkan uang demi kebutuhan yang tak bermanfaat.

Misalnya, pergi nongkrong bersama teman-teman sambil makan siang. Kemudian dilanjutkan dengan ritual minum teh atau kopi di sore hari. Setelah itu makan malam di resto mahal dan diakhiri dengan nonton film di bioskop.

Hal ini tentu berbahaya untuk keuangan Anda jika agenda tersebut dilakukan selama tiga hari di akhir pekan dengan rombongan teman yang berbeda.

Bersenang-senang boleh saja, asal paham dengan anggaran yang harus Anda keluarkan.

2 dari 6 halaman

2. Tetap Bekerja Meski Akhir Pekan

Ciri lain orang yang tak sukses lakukan selama akhir pekan adalah menyia-nyiakan waktu liburan mereka untuk tetap menangani urusan pekerjaan di kantor.

Ilustrasi Foto Bekerja di Kantor (iStockphoto)

Menanggapi email masuk dan mengerjakan tugas di sela-sela kebersamaan keluarga dan orang-orang terdekat. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, nasib buruk akan menimpa Anda.

Pasalnya, rasa khawatir akan urusan pekerjaan akan terus menghantui dan menimbulkan ketagihan dalam urusan pekerjaan. Sehingga menempatkan urusan kantor sebagai prioritas utama dibanding kehidupan pribadi Anda.

Bersikap profesional boleh-boleh saja, asal dibatasi kadarnya. Jika Anda adalah tipikal orang yang sangat produktif dan tetap terus ingin bekerja, pastikan pembagian waktu yang benar antara urusan kantor dan pribadi.

3 dari 6 halaman

3. Terjebak dalam Kemalasan

Ilustrasi akhir pekan (iStock)

Setelah disibukkan dengan urusan pekerjaan yang begitu menguras otak, tentu masa akhir pekan dibutuhkan seseorang untuk beristirahat. Namun, terlalu lama terjebak dalam kemalasan juga tak terlalu baik.

Harus ada persiapan khusus untuk membangkitkan semangat bekerja sebelum hari Senin tiba. Kebanyakan dari kita, kerap terbuai dengan masa liburan yang panjang. Untuk itu persiapkan diri sebaik mungkin pada hari Minggu.

Contohnya, usahakan tidur lebih awal sehari sebelum melanjtkan rutinitas di kantor dan hindari ajakan teman untuk nongkrong di hari Minggu hingga malam hari.

4 dari 6 halaman

4. Habiskan Waktu di Tempat Tidur

Ilustrasi akhir pekan (iStock)

Akhir pekan yang panjang juga cocok dihabiskan mengunjungi tempat-tempat baru yang belum pernah Anda singgahi. Pada dasarnya, akhir pekan memang dikhususkan untuk beristirahat sejenak dari tempat kerja.

Namun, ada baiknya jika waktu tersebut dimanfaatkan dengan pergi ke kafe bersama keluarga dan teman-teman -- tak hanya berbaring di tempat tidur sambil menonton televisi.

Meski begitu, tetap perhatikan budget Anda. Jangan terlalu boros meski harus mengunjungi tempat-tempat baru.

5 dari 6 halaman

5. Mengabaikan OIahraga

Ilustrasi akhir pekan (iStock)

Ciri lain orang yang tak sukses adalah kerap menggunakan alasan ingin beristirahat dan mangabaikan olahraga. Padahal, olahraga sendiri adalah investasi bagi sesorang di masa tua.

Selain tak berolahraga, melakukan kebiasaan buruk dengan memakan makanan yang tak sehat juga menjadi awal yang tak baik bagi tubuh seseorang.

Artikel Selanjutnya
Sudah Terkepung, ISIS Segera Terusir dari 'Ibu Kota' Mereka
Artikel Selanjutnya
Di Abad Pertengahan, Kota Ini Jadi yang Terganas di Inggris...