Sukses

30-8-1983: Astronot Berkulit Hitam Pertama Menuju Angkasa Luar

Liputan6.com, Cape Canaveral - Letnan Kolonel Angkatan Udara Amerika Serikat, Guion S. Bluford, menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang melakukan perjalanan ke angkasa luar. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 30 Agustus 1983, saat pesawat ulang-alik Challenger melakukan misi ketiganya.

Kala itu Challenger menjadi pesawat ulang alik pertama yang diluncurkan pada malam hari. Banyak orang rela terjaga sampai larut malam untuk menyaksikan peluncuran pada 02.32 dini hari, dari Cape Canaveral, Florida.

Dalam menjalankan misinya, Challenger menghabiskan enam hari di angkasa luar. Dalam kurun waktu tersebut, Bluford dan keempat rekannya melakukan sejumlah misi, seperti meluncurkan sebuah satelit komunikasi untuk pemerintah India, melakukan eksperimen ilmiah, dan menguji lengan robot pesawat.

Setelah menyelesaikan misinya, tepat sebelum fajar pada 5 September, Challenger berhasil mendarat di Pangkalan Udara Edwards di Califronia. Peristiwa tersebut dikenang sebagai misi antar-jemput paling sempurna pada saat itu.

Dilansir dari History, Guion Stewart Bluford II, lahir di Philadelphia pada 1942. Sejak kecil, pria yang akrab dipanggil Guy itu terpesona dengan penerbangan dan memutuskan untuk merancang dan membangun pesawat terbang.

Pada 1964, ia lulus dari Penn State dengan gelar di bidang teknik kedirgantaraan. Bluford kemudian masuk ke Angkatan Udara AS dan lulus menjadi pilot pada 1965.

Ia kemudian ditugaskan bergabung dalam skuadron tempur di Vietnam, di mana ia menerbangkan 144 misi tempur di sana. Setelah bergabung dalam misi tempur, ia menjadi instruktur penerbangan.

Pada 1970, Bluford menerima gelar master dan doktor dalam teknik kedirgantaraan dari Air Force Institute of Technology.

Sembilan tahun kemudian, yakni pada 1979, ia diterima dalam program astronot AS. Tanggal 30 Agustus 1983 menjadi debutnya melakukan perjalanan ke angkasa luar. Kala itu ia bertugas sebagai spesialis misi antar-jemput.

Ia kemudian melakukan tiga misi lain ke angkasa luar, di mana ia tercatat telah mengorbit selama 700 jam.

Setelah keluar dari NASA, ia menjadi wakil presiden dan general manager dari sebuah perusahaan teknik di Ohio.

Selain peristiwa tersebut, di tanggal yang sama pada 1974, bom berdaya besar meledak di kantor pusat Mitsubishi Heavy Industries di Marunouchi, Tokyo, Jepang. Akibatnya, delapan orang meninggal dan 378 lainnya luka-luka.

Sementara itu pada 30 Agustus 1999, referendum kemerdekaan diadakan di Timor Timur. Peristiwa tersebut terjadi setelah Presiden Indonesia saat itu, BJ Habibie meminta PBB untuk melaksanakan jajak pendapat di mana provinsi yang terletak di ujung timur Indonesia itu diberikan pilihan otonomi luas atau merdeka.

Referendum pun berujung pada lepasnya Timor Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Artikel Selanjutnya
665 Hari di Luar Angkasa, Astronot 57 Tahun Ini Kembali ke Bumi
Artikel Selanjutnya
Astronot AS Ini Pulang Setelah Habiskan 665 Hari di Angkasa Luar