Sukses

Rusia Gelar Latihan Militer Besar-besaran, Persiapan Perang?

Liputan6.com, Moskow - Rusia kini tengah mempersiapkan latihan militer terbesar semenjak Perang Dingin. NATO menyikapi rencana ini sebagai sebuah ajang unjuk kekuatan Negeri Beruang Merah yang semakin memicu ketegangan antara Timur dan Barat.

Pihak pejabat dan analis Barat mengestimasi ada lebih dari 100 ribu personel militer dan dukungan logistik dalam latihan yang disebut Zapad 17. Latihan itu akan digelar di Belarusia, Kaliningrad, dan Rusia sendiri.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (24/8/2017), latihan itu akan berlangsung pada 14-20 September.

Kongres AS baru-baru ini menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow atas tuduhan intervensi dalam pemilihan presiden pada 2016.

Bagi Moskow, Zapad 17 adalah latihan reguler yang digelar setiap empat tahun. Mereka mengatakan latihan ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun dan bukan atas respons terhadap sanksi AS.

Sementara itu, NATO mengatakan mereka tak ada rencana untuk merespons manuver Rusia. Termasuk tidak akan menambah jumlah pasukan di perbatasan dengan Negeri Beruang Merah itu.

"NATO hanya memonitor dengan ketat Zapad 17. Kami tidak ada rencana latihan militer besar selama Zapad 17 berlangsung. Selama ini latihan-latihan militer kami di perbatasan sudah direncanakan sejak lama dan tidak ada hubungannya dengan Rusia," kata pernyataan NATO.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, membahas Zapad 17 saat mengunjungi Estonia pada Juli lalu. AS berencana menambah jumlah pasukan selama latihan Rusia itu berlangsung.

"Semua orang yang tinggal di perbatasan distrik militer Barat (dekat dengan Rusia) khawatir dengan rencana besarnya latihan militer itu," kata Komandan Angkatan Darat AS di Eropa, Lt Gen Ben Hodges pada Juli lalu.

Untuk latihan kali ini, Kremlin tutup mulut terkait jumlah pasukan. Namun, Duta Besar Rusia untuk NATO Aleksander Grushko mengatakan jumlah pasukan tak lebih dari 13.000.

Barat tidak memercayai angka itu. Mereka memprediksi 70.000 tentara akan dikerahkan. Hal itu berdasarkan sejarah saat latihan militer 2013, Rusia mengatakan tentara yang dikerahkan berjumlah 13 ribu. Namun kenyataannya, mencapai lebih dari 70 ribu.

Pada saat Perang Dingin berlangsung, Zapad adalah latihan militer terbesar yang dilakukan Uni Soviet. Kala itu, 100 hingga 150 ribu personel dikerahkan.

Pada tahun 1999, terjadi perombakan di mana Zapad digelar tiap empat tahun sekali.

 

1 dari 2 halaman

Pasukan NATO di Sekeliling Perbatasan Rusia

Meski NATO mengklaim bahwa rencana latihan militer Zapad 17 kali ini adalah hal biasa, beberapa waktu lalu mereka telah mengerahkan ribuan pasukan ke perbatasan Rusia.

Salah satu negara NATO, yaitu Inggris, telah mengerahkan ratusan tentaranya ke Eropa Timur.

Dalam pembangunan kekuatan militer terbesar di Eropa Timur sejak era Perang Dingin, Inggris menyatakan siap mengirimkan jet-jet Typhoon milik Angkatan Udara atau Royal Air Force ke Romania pada 2017.

Sebelumnya, Spanyol juga mengirimkan pasukannya bergabung dengan tentara NATO lainnya di perbatasan Rusia-Latvia.

Jumlah pasukan NATO di sekeliling perbatasan Rusia kini mencapai lebih dari 15.000 pada Februari 2017.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini: 

Artikel Selanjutnya
AS: Korea Utara Mengemis untuk Perang
Artikel Selanjutnya
Respons Bom Hidrogen Korut, Korsel Ancam Serang Kim Jong-un