Sukses

Pesan Romantis dalam Botol Ini Ditemukan di Pantai Gaza, Isinya?

Liputan6.com, Gaza - Ada kisah romantis yang tertera dalam secarik kertas. Pesan itu ditemukan dalam sebuah botol yang dilempar ke laut oleh pasangan asal Inggris yang tengah berlibur di Pulau Rhodes, Yunani.

Dikutip dari laman AsiaOne, Rabu (23/8/2017), pesan dalam botol itu terombang-ambing oleh ombak selama berhari-hari, ke arah tenggara melintas Laut Mediterania. Ternyata pesan itu tiba di pesisir laut Jalur Gaza dan ditemukan oleh nelayan setempat.

Setelah mengapung selama dua bulan, Jihad Al-Soltan melihat botol kaca tersebut dan membuka isi pesannya. Ternyata, pengirim surat itu bernama Bethany Wright dan kekasihnya, Zac Marriner.

Dalam pesan tersebut tertera pula alamat email Bethany dan meminta kepada siapa saya yang menemukan botol itu untuk membalas pesannya dan memberi tahu lokasi botol tersebut.

"Saat ini kami tengah berlibur di Pulau Rhodes, Yunani. Kami ingin tahu seberapa jauh botol ini berkelana," tulis pesan tersebut.

Jika dihitung, jarak yang sudah ditempuh oleh botol kaca tersebut sekitar 800 ribu kilometer.

"Saya sudah mengirim email kepada Bethany dan mereka tak pernah menduga jika pesan dalam botol yang mereka lempar ke laut telah tiba di Gaza," ujar Al-Soltan.

1 dari 2 halaman

Pesan Dalam Botol Tertua

Beda Bethany, beda pula dengan George Parker Bidder. Jika Bethany mengirim pesan romantis tentang masa liburannya, Bidder malah melepas botol yang berisi pesan penelitian. Tak tanggung-tanggung, diperkirakan ada 1.020 botol yang dilempar oleh Bidder ke laut.

George Parker Bidder dan hasil penelitiannya tentang arus laut dan kehidupan ikan pipih setelah melepas lebih dari 1000 botol di laut North Sea. Tinggal 400 botol belum ditemukan (news.com.au

Pada tahun 2015, salah satu botol yang Bidder lepaskan antara tahun 1904 dan 1906 di Laut Utara Inggris terdampar dan ditemukan di sebuah pantai di Jerman.

Dikutip dari laman News.com.au, penemuan ini dianggap pesan dalam botol tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Penemunya adalah seorang wanita Jerman bernama Marianne Winkler. Ia membaca pesan tersebut dan mengikuti petunjuk seperti yang tertera dalam botol lalu mengirimkannya kepada Marine Biological Association di Inggris.

Para grup peneliti di Inggris menerima pesan itu dengan terkejut. Nama George Parker Bidder tak lain adalah mantan presiden asosiasi itu.

Riset pun segera mereka lakukan. Ternyata, Bidder memang sengaja membuat pesan dalam botol untuk meneliti arus bawah perpindahan air laut dan migrasi ikan pipih.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Bangkai Paus Berbau Busuk Teronggok di Pantai Loleo
Artikel Selanjutnya
Bangkai Raksasa Diduga Paus Membusuk di Pantai Yeh Kuning