Sukses

Rokok hingga CIA, Ini 6 Teori Konspirasi yang Ternyata Benar

Liputan6.com, Jakarta - Banyak hal aneh, misterius, dan mengherankan yang terjadi di dunia ini. Tak hanya membuat orang terperangah, kejadian-kejadian itu terkadang juga tak dapat dijelaskan dengan akal sehat.

Akibatnya, teori-teori konspiratif pun bermunculan, menjadi "tolak ukur" seseorang atau sebuah kelompok untuk menjelaskan penyebab terjadinya isu tersebut.

Terkadang,  teori konspirasi dengan mudah dibantah dan dianggap sebagai paranoia.

Memang benar, sebagian besar teori konspirasi diannggap sesumbar belaka.

Tapi, seperti disarikan dari listverse.com pada Selasa (22/8/2017), beberapa teori konspirasi terbukti benar berpuluh tahun kemudian:

1 dari 7 halaman

1. Merokok Menyebabkan Kanker

Ilustrasi Foto Stop atau Berhenti Merokok (iStockphoto)

Sekarang ini sudah lazim diketahui bahwa produk-produk tembakau membawa maut.

Banyak orang tidak menyangka bahwa dulunya rokok tidak dianggap sangat berbahaya untuk kesehatan perokok dan orang di sekitarnya. Bahkan di masa lalu ada yang menganggap rokok baik bagi manusia.

Perusahaan-perusahaan rokok mulai benar-benar melihat besarnya permasalahan pada 1950-an. Padahal selama beberapa dekade para peneliti sudah mengutarakan kemungkinan-kemungkinan bahaya tapi selalu diabaikan.

Kumpulan perusahaan-perusahaan besar rokok yang dikenal sebagai "Big Tobacco" kemudian melancarkan upaya-upaya menutup-nutupi selama hampir setengah abad.

Empat perusahaan terbesar tembakau kemudian mengaku kalah pada 1998 dengan diterbitkannya Tobacco Master Settlement Agreement, yaitu kesepakatan legal antara perusahaan-perusahaan itu dengan 46 negara bagian di Amerika Serikat (AS).

Empat negara bagian sisanya melakukan kesepakatan-kesepakatan terpisah.

2 dari 7 halaman

2. Pertemuan Reguler Kaum Elit Internasional

Hotel De Bilderberg di Oosterbeek, Belanda (booking.com)

Salah satu teori konspirasi paling nekat adalah gagasan adanya kekuatan-kekuatan dunia yang melakukan rapat rahasia untuk membicarakan caranya mengatur dunia.

Kenyataannya, memang ada pertemuan seperti itu yang dilaksanakan setiap tahun – setidaknya di kalangan para pemimpin Amerika dan Eropa.

Pertemuan-pertemuan yang dimaksud dikenal sebagai rapat-rapat Bilderberg. Rapat pertama dilakukan pada 1954 di Hotel de Bilderberg, Belanda. Bahkan ada situs web resmi untuk itu.

Nama-nama dalam daftar tamu biasanya tidak dirahasiakan, tapi diskusi-diskusi yang berlangsung bersifat rahasia.

Tamu-tamu di masa lalu termasuk monarki, para petinggi politik, perwira senior militer, para pemimpin ekonomi, dan jurnalis-jurnalis berpengaruh.

3 dari 7 halaman

3. CIA Mengendalikan Jurnalis dan Media

Ilustrasi Badan Intelijen Amerika Serikat CIA (Wikipedia)

Salah satu hal yang paling mengundang polarisasi sekarang ini adalah media dan kemungkinan adanya berita palsu (fake news).

Para jurnalis dilihat dalam dua kubu, yaitu pencari kebenaran yang gigih dan kaum partisan yang mencoba mengedepankan agenda. Seakan tidak ada yang berada di tengah-tengah.

Namun tidak usah ditanya lagi bahwa media tentunya pernah dikendalikan oleh pelaku-pelaku politik.

Dalam biografi Katharine Graham pada 1979, pemilik Washington Post itu bercerita tentang "Operation Mockingbird" yang dilakukan oleh CIA.

Diduga, program itu membiayai atau mengancam orang penting di hampir semua kantor berita populer di Amerika Serikat. Hal itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap praktik serupa oleh Uni Soviet terhadap media-media Eropa.

Eksistensi spesifik Operation Mockingbird memang masih diselubungi misteri, tapi keberadaannya membenarkan bahwa CIA pernah terlibat dalam kegiatan-kegiatan sejenis itu.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

4 dari 7 halaman

4. Eksperimen Pengendalian Pikiran

Dokumen rahasia proyek rahasia pengendali pikiran MKUltra  (Wikipedia)

Salah satu teori konspirasi paling berani setelah teori tentang dominasi dunia adalah teori tentang pengendalian pikiran.

Dalam kenyataan, CIA bersama-sama dengan US Army Chemical Corps memang pernah melakukan upaya-upaya untuk melakukan hal tersebut.

Program untuk mengupayakan pengendalian pikiran yang dimaksud dikenal dengan Project MKUltra yang dimulai pada 1950-an.

Upaya-upaya untuk menggiring warga biasa agar melakukan kemauan-kemauan lembaga-lembaga itu seringkali melewati batasan-batasan moral dan legal.

Eksperimen pengendalian pikiran itu bahkan diduga secara tidak sengaja menjadi cikal-bakal permasalahan narkoba yang dihadapi dunia sekarang.

5 dari 7 halaman

5. Tengkorak Hitler

Tengkorak yang diyakini milik Hitler (Reuters)

Tindakan mengerikan yang pernah dilakukan Adolf Hitler terlalu banyak untuk dituliskan di sini. Tapi, selama beberapa dekade, kita menerima bahwa tindakan mengerikan yang terakhir dilakukannya adalah bunuh diri.

Di lain pihak, cukup banyak orang yang percaya bahwa tindakan bunuh diri itu hanyalah rekaan dan sang diktator sebenarnya menyelinap pergi menyelamatkan diri.

Pada umumnya teori penyelamatan diri itu tidak terbukti. Namun demikian para pendukung teori itu mendadak seperti mendapatkan bukti terpercaya pada 2009.

Saat itu, serangkaian uji dilakukan pada sebuah tengkorak yang dikuasai oleh pemerintah Rusia. Telah lama tengkorak itu disebut-sebut sebagai tengkorak Adolf Hitler.

Namun hasilnya ironis karena malah melemahkan para pendukung teori konspirasi yang bersemangat melakukan pengujian. Tengkorak 'Hitler' itu adalah tengkorak seorang wanita.

6 dari 7 halaman

6. Penyusupan Komunis dalam State Department

Senator Joseph McCarthy. (Sumber Wikimedia Commons)

Salah satu warga terhormat dari negara bagian Wisconsin adalah Joseph McCarthy yang pernah satu kali menjabat sebagai Senator. Tapi, tidak banyak yang antusias terhadapnya.

McCarthy menjadi anggota tersohor dalam Senat semasa Perang Dingin. Saat itu ia menggunakan taktik-taktik politik yang sekarang ini dianggap memalukan walaupun sekarang baru diketahui bahwa banyak tindakan yang dianggap dilakukan olehnya sebenarnya berasal dari House Un-American Activities Committee.

McCarthy mengajukan klaim adanya penyusupan (infiltrasi) meluas pihak Uni Soviet ke dalam pemerintahan Amerika. Secara umum, klaim demikian dianggap remeh setelah popularitasnya menurun.

Tapi, bukti-bukti yang dibuka kepada publik dalam beberapa dekade sesudahnya seakan mendukung gagasan McCarthy tentang adanya infiltrasi.

Salah satu contoh yang paling terkenal adalah arsip-arsip proyek Venona yang dibuka untuk umum pada 1995. Salah seorang yang disebut dalam arsip itu adalah orang penting dalam State Department, Alger Hiss.

Artikel Selanjutnya
Astronom Tangkap 15 Sinyal Misterius, Alien?
Artikel Selanjutnya
Nibiru Tabrak Bumi dan Picu Kiamat 20 September, Fakta atau Hoax?