Sukses

Terkuak, Detik-Detik Meninggalnya Putri Diana 20 Tahun Lalu

Liputan6.com, London - Seorang produser TV bernama Jonathan Mayo meluangkan waktu berbulan-bulan untuk meneliti kematian Putri Diana. Ia kemudian mengumpulkan catatan saat-saat terakhir Sang Princess of Wales.

Pada 4 Agustus 1997, seorang juru foto Italia mengambil gambar Putri Diana dan Dodi Al Fayed sedang menikmati pesiar sembilan hari di Laut Tengah menggunakan yacht Jonikal senilai 12 juta pound sterling milik keluarga Al Fayed.

Sesuai dengan harapan Mohamed Al Fayed, kisah cinta bersemi antara putranya dengan wanita paling terkenal sedunia.

Pasangan itu tertangkap kamera sedang berpelukan. Foto yang kemudian disebut "The Kiss" itu laku dijual hingga 250 ribu pound sterling.

Konon, Diana menggunakan pesiar itu untuk balas dendam pada mantan suaminya Pangeran Charles.

Ketika Pangeran Charles merayakan ulang tahun ke-50 kekasihnya, Camilla Parker Bowles, Diana sedang di St Tropez dan berfoto mengenakan baju renang bermotif kulit macan tutul.

Sebenarnya Dodi Al Fayed berencana menikahi pacarnya dari Amerika Serikat, Kelly Fisher, pada 9 Agustus. Tapi, ia malah pergi ke Paris bersama Diana.

Baik Putri Diana maupun Dodi tewas pada 31 Agustus 2017, dalam kecelakaan mobil di sebuah terowongan di ibukota Prancis itu.

Dikutip dari Daily Mail pada Senin (21/8/2017), berikut ini adalah menit demi menit seputar kematian Putri Diana, 20 tahun lalu:

Sabtu, 30 Agustus pukul 08.00

Putri Diana dan Dodi Al Fayed (AP)

Jonikal buang sauh di lepas pantai Cala di Volpe, Sardinia. Diana disuguhi sarapan buah segara dan jus jeruk oleh pelayan Dodi bernama René Delorm.

Diana menceritakan kepada René betapa rindunya ia ingin bertemu dengan putra-putranya, William dan Harry.

Sementara itu, René sibuk melindungi atasannya dari beberapa kali telepon bernada amukan dari Kelly Fisher, mantan kekasih Dodi Fayed.

Di dekatnya ada dua pengawal Al Fayed, yaitu Trevor Rees-Jones dan Kez Wingfield, seorang mantan anggota Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Keduanya bersiap untuk penerbangan ke Paris. Mereka baru diberitahu semalam sebelumnya dan hanya tersisa sedikit waktu untuk pengaturan keamanan.

9.30 pagi

Di Paris, pelaksana kepala keamanan Ritz Hotel bernama Henri Paul (41), sedang dalam perjalanan untuk berman tennis bersama temannya, Claude Garrec.

Paul sedang berbahagia karena pada Kamis sebelumnya, ia lolos pemeriksaan medis tahunan untuk tetap memegang lisensi terbangnya.

Ia bercerita kepada Claude bahwa Princess of Wales dan Dodi Al Fayed sedang akan menuju bandara Le Bourget, Prancis, dan ia ditugasi menjemput mereka.

Dua pria itu melintas dalam terowongan Pont de l'Alma yang rawan kecelakaan. Dalam 15 tahun, ada 8 orang meninggal dunia di dalamnya.

Sementara itu, Diana dan Dodi sedang berenang di pantai yang tenang sambil dibidik oleh paparazzi.

11 pagi

Diana menelepon temannya yang bernama Susie Kassem dan mengatakan senang akan pulang ke rumah. Mereka mengatur pertemuan pada Senin berikutnya di London.

Siang harinya, rombongan Al Fayed berdesakan dalam 3 taksi menuju Bandara Olbia. Pesawat Gulfstream milik Al Fayed telah menunggu di sana.

Dalam rombongan ada Myriah Daniels, seorang tabib dari California yang telah menjadi ahi pijat Dodi selama 6 tahun.

Kartu namanya menyebutkan ia memiliki spesialisasi dalam 'Wholistic Healing for Musician's Injuries & Caring for the Well Being of People'.

13.50 siang

Pesawat jet kemudian lepas landas. Dodi dan Diana duduk di bangku mewah berbahan kulit di bagian depan. Mereka saling berpegangan tangan dan terus mengobrol.

Di awal bulan yang sama, Diana dan temannya Rosa Monckton terbang berlibur ke Yunani menggunakan jet yang sama.

Sambil menunjuk pada kursi-kursi pink dan karpet hijau bergambar kepala firaun, kata Diana, "Lihat ini, Rosa, bagus, 'kan?"

15.20 siang

Pesawat Gulfstream itu mendarat di Le Bourget. Pihak Kedutaan Inggris tidak mengetahui kehadiran Diana sehingga mereka tidak menyiapkan pengamanan khusus.

Philippe Dourneau dan Henri Paul, dua pengemudi reguler Dodi, menunggu dekat sebuah Range Rover dan Mercedes Benz.

Dourneau terkejut karena ia belum pernah melihat Paul mengemudi bagi keluarga Al Fayed. Sebelumnya, di hari yang sama, ia harus mengajarkan pengoperasian perangkat kendali dalam Range Rover itu.

1 dari 7 halaman

Dikuntit Paparazzi

15.40 siang

Konvoi dua mobil itu meninggalkan Le Bourget. Mobil Diana dan Dodi langsung dikerumuni beberapa skuter yang ditunggangi para juru foto.

Hal itu adalah pengalaman pertama dengan paparazzi bagi Dodi dan ia tidak suka. Ia memerintahkan Dourneau untuk kabur sehingga supir itu segera menuju jalan lingkar luar Paris. Diana memuji putusan itu.

Di mobil belakang, Myriah Daniels memohon Henri Paul agar mengemudi lebih peralahan. Paul melakukan tikungan tajam ketika ke luar dari jalan raya.

Melalui radio 2 arah, Rees-Jones memerintahkan Wingfield yang sedang bersama Henri Paul agar membawa koper ke apartemen Dodi di Rue Arsène Houssaye yang akan menjadi penginapan semalam bagi pasangan Dodi dan Diana.

15.47 sore

Dodi dan Diana tiba di Villa Windsor di Route du Champ d'Entraînement. Rumah itu dulunya Duke dan Duchess of Windsor.

Keluarga Al Fayeds menyewanya selama 100 tahun dan Mohamed Al Fayed meminta Dodi untuk memamerkan rumah itu kepada Diana. Pada September, keluarga Al Fayed melelang 40 ribu benda milik Windsor.

Ben Murrell, kepala keamanan villa, mengamati kedatangan mereka melalui CCTV.

Terakhir kalinya ia melihat Dodi adalah pada bulan Juli, ia masih bersama dengan Kelly Fisher. Saat itu Kelly mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa dibawanya ke rumah pasangan di Malibu.

Setelah menerima kedatangan Dodi dan Diana, Murrell mengawasi mereka melalui CCTV. Di antara 14 kamar yang ada, sebagian besar masih kosong dan Diana tampak tidak terlalu tertarik melihat-lihat.

16.05 sore

Henri Paul tiba di Villa dan Murrell membukakan gerbang. Paul mengarahkan Range Rover ke dekat Murrell dan menurunkan jendela.

Tak disangka, ia menarik Murrell mendekat ke mobil dan bertanya dengan nafas berbau makanan serta wine, "Hey, Ben, kabar baik?"

16.30 sore

Diana dan Dodi tiba di Ritz Hotel di Place Vendôme. Mohamed Al Fayed baru saja memperbaiki tempat itu dengan biaya 100 juta poundsterling.

Pasangan itu disapa oleh Claude Roulet (46), seorang asisten untuk Presiden di Ritz. Roulet tampak gugup.

Katanya kepada Diana, "Saya belum pernah berbicara dengan seorang putri. Anda ingin dipanggil bagaimana?"

Diana menaruh tangan di lengan pria itu, "Panggil saja Diana."

Roulet membawa mereka ke Imperial Suite di lantai pertama. Diana berjalan ke arah balkon berpagar besi ulir dan menarik gorden.

Di luar, ada kerumunan besar paparazzi sehingga Diana memutuskan untuk tidak berbelanja bagi William dan Harry. Ia mengutus seorang pegawai Ritz untuk berbelanja sejumlah hadiah.

Sementara itu, di Balmoral, dua pangeran muda sedang menikmati hari libur terakhir sebelum masuk sekolah lagi.

16.50 sore atau 15.50 sore (waktu Inggris)

Diana menelepon cenayang bernama Rita Rogers di Derbyshire. Wanita itu secara teratur menguatkannya. Tapi, panggilan telepon dialihkan ke mesin penjawab.

Ketika mendengar suara Diana, Rogers segera mengangkat telepon. Belakangan, Rogers mengatakan kepada polisi bahwa, "Tidak ada pembicaraan soal pernikahan atau pertunangan."

17.45 sore atau 16.45 sore (waktu Inggris)

Cincin safir biru yang dikenakan Putri Diana (AP)

Dodi berupaya belanja sendiri secara sembunyi-sembunyi. Ia bermaksud mengunjungi toko permata Repossi di alun-alun di seberang Ritz untuk membeli hadiah bagi Diana.

Dodi dan Rees-Jones meninggalkan Ritz melalui gerbang utama dan naik mobil untuk perjalanan selama 30 detik ke toko permata.

Di Repossi cabang Monaco, ada cincin yang disukai Diana. Dodi meminta pegawai toko agar memastikan cincin itu di bawa ke Paris hari itu juga agar bisa dilihat Dodi.

Pemilik toko yang bernama Alberto Repossi meninggalkan libur khusus untuk membuka cabang di Paris. Repossi mengamati saat pegawainya menunjukkan koleksi cincin sewaktu Dodi menjelaskan tentang cincin yang ada di Monako.

Di Knightsbridge, jurnalis Daily Mail yang bernama Richard Kay sedang berbelanja saat teleponnya berdering. Ternyata Diana menelepon dari dalam Imperial Suite. Mereka berdua menjadi teman dalam 5 tahun belakangan.

Sambil mengobrol, Kay menuju mobil agar bisa mengobrol dengan lebih leluasa. Diana menjelaskan bahwa ia ingin menghilang dari kehidupan publik dan hidup sebagai orang biasa.

"Tapi terkadang saya berpikir, apa gunanya? Apa pun yang saya lakukan, tidak pernah cukup bagi segelintir orang."

Diana menanyakan Kay tentang tulisan koran esok hari terkait Diana dan alasan kenapa media tidak menyukai Dodi, "Apakah karena ia seorang miliarder?"

Menurut Kay, tidak ada urusannya dengan uang Dodi, tapi lebih kepada kecurigaan terhadap ayah Dodi.

Diana bicara soal William dan Harry, tapi kemudian mengatakan kepada Kay, "Jauhkan teleponmu dan tidurlah yang nyenyak."

2 dari 7 halaman

Pembicaraan Terakhir dengan William dan Harry

17.50 sore atau 16.50 sore (waktu Inggris)

Predikat anggun tak pernah lepas dari sosoknya, namun ternyata Putri Diana juga tamil menggemaskan saat kecil. Penasaran seperti apa? (Foto: AP)

Diana menelepon ke Balmoral untuk bicara dengan dua putranya. William bergegas berhenti bermain dengan dua sepupunya, Peter dan Zara Phillips.

Ia mengobrol sebentar lalu memanggil adiknya. Harry tidak pernah suka bicara dengan orangtuanya melalui telepon, sehingga pembicaraannya pun singkat. Apalagi mereka berencana bertemu esok harinya.

Di toko Repossi, Dodi telah memilih 5 cincin, tapi ia tidak puas. Ia berjalan kembali ke Ritz bersama Wingfiled yang mengawasi paparazzi.

18.20 malam

Claude Roulet kembali ke Repossi mewakili Dodi untuk menawar harga 5 cincin. Ia kemudian melihat cincin di jari istri Alberto dan menduga itulah cincin yang dicari Dodi dan kemungkinan lebih murah.

Angela Repossi melepasnya, membersihkan, dan menjelaskan bahwa cincin itu merupakan bagian dari koleksi Tell Me Yes yang diluncurkan bulan depan.

Roulet kembali ke Ritz membawa cincin itu dan mengetuk pintu Imperial Suite. Dodi mengisyaratkan agar bicara pelan-pelan.

Roulet menceritakan kepadanya tentang cincin Tell Me Yes dan, tanpa melihatnya, Dodi mengatakan bahwa itulah yang diinginkannya.

"Apakah Anda akan memberikan cincin ini pada Diana malam ini?" tanya Roulet.

Dodi menjawab, "Mungkin malam ini atau besok."

19.00 malam

Dodi dan Diana meningalkan Ritz menuju apartemen Dodi, dengan rencana lanjutan ke restoran Chez Benoit yang mereka pesan pada jam 21.00 malam.

19.15 malam

Mereka tiba di apartemen Dodi. Jumlah juru foto semakin membludak dan lensa-lensa mereka dekat sekali ke wajah Diana.

Rees-Jones dan Wingfield mencoba menghalangi mereka, lalu Rees-Jones menanyakan rencana kepada Dodi.

"Kita akan mencari makan."

"Di mana?"

Kata Dodi dengan ketus, "Nanti kamu tahu waktu di sana."

Rees-Jones dan Wingfield kembali turun untuk berbicara dengan para juru foto. Dalam bahasa Prancis, Wingfield meminta mereka untuk tidak mengganggu pasangan dan tidak mengambil gambar "ketika sedang transit."

Ia berjabat tangan dengan beberapa di antara wartawan untuk menenangkan suasana.

20.25 malam atau 19.25 malam (waktu Inggris)

Di London, pembantu Diana yang bernama Paul Burrell sedang mengajak keluarganya menyaksikan Beauty and The Beast di Dominion Theatre.

Claude Roulet sedang berjalan pulang dan ia melihat Henri Paul sedang minum sendirian di bar. Roulet mengatakan bahwa ia akan makan malam sebelum menuju Chez Benoit untuk menunggu Dodi dan Diana.

3 dari 7 halaman

Makan Malam Terakhir

21.35 malam

Setelah menikmati sebotol champagne, Diana dan Dodi keluar dari apartemen. Putri Diana mengenakan jins warna putih, baju tanpa lengan, blazer hitam, dan sepatu hak tinggi Versace.

Ia mengenakan kalung pertama pemberian Dodi. Dodi sendiri mengenakan jaket suede warna coklat, jins, dan boots koboi dengan hak yang menambah ketinggiannya.

Setelah Mercedes bergerak, paparazzi sangat penasaran mengejar sehingga mereka pun berkendara di jalur pejalan kaki dan memaksa para pejalan kaki bergegas menempel ke dinding untuk menghindar.

Dua pengawal Dodi mengikuti dalam Range Rover. Mereka masih belum tahu akan ke mana.

Ketika mengarah ke Champs-Élysées, sekitar 15 paparazzi pengendara skuter dan mobil mengelilingi Mercedes.

Dodi berseru dengan marah, "Keterlaluan! Ini gila!" Ia meminta Dourneau untuk mengarah ke Ritz untuk makan malam di sana.

Dourneau melihat melalui kaca spion. Diana menaruh tangannya ke dengkul Dodi, katanya, "Jangan khawatir, jangan khawatir."

21.45 malam

Dodi sedang bicara dengan Claude Roulet melalui telepon dan memintanya ke Ritz.

Roulet segera menelepon hotel untuk memperingatkan pihak keamanan. Terlambat, pasangan itu sudah di gerbang utama dalam suasana kacau balau.

Rees-Jones membuka pintu mobil dan para juru foto segera mengerubung. Wingfield mencoba menghalangi lensa-lensa kamera dengan satu tangan sambil membawa pasangan itu masuk gedung.

CCTV dalam Ritz merekam wajah kaku Diana. Dodi menutupi wajahnya sambil berjalan melalui lobi dan menoleh kepada Wingflied, "Kenapa bisa kacau begini?"

Wingfield membalas, "Kamu tidak pernah menceritakan mau ke mana!"

22.05 malam

Manajer keamanan Ritz, François Tendil, sangat mengkhawatirkan paparazzi yang ada di luar sehingga ia menelepon Henri Paul yang dinasnya sudah selesai 3 jam sebelumnya.

Jawab Paul, "Saya tidak jauh, saya segera ke sana!"

22.08 malam

Paul tiba di depan hotel dengan mengendarai Mini warna hitam. Ia berjalan masuk lobi sambil menghisap cerutu dan tampak ceria.

Ia bergabung dengan Wingfield dan Rees-Jones yang sedang makan di bar. Paul memesan minuman berwarna kuning yang dikira jus nanas oleh Rees-Jones.

Padahal minuman itu adalah Ricard pastis, suatu campuran alkohol dengan rasa liquorice. Paul sudah menenggak 5 gelas sebelum Ricards datang.

Bukan hanya itu, ia sudah menelan dua obat resep untuk mengatasi depresi dan alkoholisme. Label di belakang wadah obat berisi peringatan agar tidak menggunakan obat bersama dengan alkohol.

22.10 malam

Paul berjalan ke luar bar dan para pegawai bar melihatnya bersenggolan dengan tamu lain.

22.30 malam

Beredar kabar bahwa Putri Diana sedang ada di Ritz. Segerombolan turis ikut dengan kerumunan wartawan di luar gerbang masuk. Setiap ada wanita pirang yang lewat, para wisatawan bersorak-sorak.

23.10 malam

Para pengawal duduk di luar Imperial Suite untuk menunggu perintah. Henri Paul berkeliling di lantai dasar dan lantai satu dan terkadang menengok ke luar untuk bicara dengan paparazzi yang menunggu.

23.15 malam

Claude Roulet sudah di rumah, tapi mengkhawatirkan keadaan di hotel. Ia menelepon Ritz dan kaget mendengar teleponnya dijawab Henri Paul yang berpesan, "Saya memegang kendali situasi."

23.40 malam

Wingfield dan Rees-Jones dapat dengan jelas mendengar tawa dari dalam kamar Dodi dan Diana.

Henri Paul tiba dan mengungkapkan adanya pergantian rencana. Dodi telah mendapatkan cara untuk lolos dari paparazzi.

Ia dan Diana akan meninggalkan apartemennya dari bagian belakang Ritz dalam mobil yang dikemudikan oleh Paul. Mereka tidak memerlukan pengawal untuk perjalanan 5 menit itu.

Dua pengawal dari Inggris itu tersentak dan menganggap rencana itu kacau. Rees-Jones menegur Paul, "Tidak mungkin dia keluar tanpa seorang pengawal."

Mereka meminta Paul untuk memeriksakan rencana itu dengan kantor pusat Mohamed Al Fayed di London. Paul meyakinkan mereka bahwa rencana itu sudah disepakati London.

23.55 malam

Para juru foto di depan Ritz kaget melihat Henri Paul lagi. Ia tampak tenang, bahkan gembira. Katanya, "Diana akan keluar dalam 10 menit!"

Para juru foto yang lebih berpengalaman mengenali tipuan itu sehingga mereka bergegas ke pintu belakang hotel di Rue Cambon.

4 dari 7 halaman

Kecelakaan pun Terjadi...

Minggu, 31 Agustus, jam 00.06 pagi

Dodi dan Diana keluar dari kamar mereka. Dodi meyakinkan Wingfield bahwa rencana penyusupannya telah disetujui oleh sang ayah.

Wingfield bersikeras agar menggunakan 2 mobil dan Dodi menolaknya. Tapi Dodi setuju agar Rees-Jones ikut bersama demi keamanan.

Pasangan itu tampak santai. Wingfield berkelakar dengan Diana, "Jadi langsung pulang? Bukan ke klub malam?"

Dengan tertawa, Diana menjawab, "Tidak, langsung pulang!"

WIngfield mencoba membujuk Rees-Jones bahwa ia sebaiknya ikut dengan Dodi, tapi Rees-Jones menjawab, "Saya orangnya Dodi, jadi saya ikut dengan dia. Kita ketemu 10 menit kemudian."

Wingfield dengan ringan menjawab, "Nanti saya kalahkan kamu."

00.14 pagi

Diana dan Dodi ada di pintu belakang Ritz untuk menunggu mobil. Tangan Dodi melingkar di pinggang Duana.

Rees-Jones mengawai ke jalan dan melihat ada mobil kecil berwarna putih dan sebuah skuter.

Rencana itu tidak berhasil karena ada beberapa paparazzi yang menyadari apa yang terjadi.

00.19 pagi

Mobil mereka akhirnya datang. Mercedes S280 itu dibeli bekas sekitar 3 tahun lalu oleh sopir perusahaan Ritz.

Dengan menunduk dan tangan menutupi wajah, Putri Diana mengikuti Rees-Jones melangkah ke luar dan masuk ke mobil. Dodi berada di belakangnya.

Henri Paul memperingatkan para juru foto itu, "Jangan coba mengikuti, kalian tidak akan pernah mengejar kami."

Ia kemudian masuk ke sisi pengemudi. Saat itu, kadar alkohol dalam darah Paul sudah 2 kali batas legal.

Juru foto Prancis bernama Jacques Langevin tepat berada di depan Mercedes. Rees-Jones yang duduk di depan menurunkan tapis matahari untuk menghalangi bidikan lensa.

Langevin mendapatkan foto bagian belakang Diana ketika ia sedang melihat ke belakang mobil.

Mercedes langsung tancap gas. Perjalanannya sekitar 6 menit. Kata Rees-Jones, "Ada beberapa juru foto di belakang, tidak banyak."

00.20 pagi

Lintasan tercepat ke apartemen Dodi adalah lurus sepanjang Champs-Élysées, tapi tidak demikian halnya saat Sabtu malam yang ramai. Dengan demikian, Henri Paul mengarah ke jalur cepat sepanjang sungai Seine.

Juru foto Prancis bernama Romuald Rat yang mengendarai sepeda melihat mobil itu di suatu persimpangan lampu lalu lintas, tapi tidak sempat mengambil gambar karena mobil melaju dan belok ke jalan ke tepi sungai.

Beberapa paparazzi sudah menyerah dan tersisa sekitar 5 skuter yang menguntit.

Selama beberapa detik, Mercedes itu masuk dalam kegelapan terowongan Pont Alexandre III. Ketika muncul lagi, Paul melihat jalanan menikung ke kiri dan juga mulut menuju terowongan Place de l'Alma.

Kendaraan dipacu dengan kecepatan 137 kilometer per jam di kawasan 48 kilometer per jam.

Pengendara bernama Thierry Hackett melihat Mercedes itu ngebut mendahuluinya dan diikuti oleh beberapa pengendara motor.

Ia terkejut melihat kendaraan itu meliuk-liuk dan semua orang di dalamnya tidak memakai sabuk pengaman.

00.23 pagi

Kecelakaan mobil Putri Diana. (Reuters)

Mercedes itu memasuki terowongan Pont de l'Alma masih dengan kecepatan 137 kilometer per jam dan meliuk ke kiri dan kanan. Paul yang sedang mabuk kemudian kehilangan kendali kendaraan.

Mendadak ia melihat ada Fiat Uno berwarna putih di kanan dan ia mencoba menghindar, tapi malah menabrak lampu kiri belakang Fiat dengan sisi depan kanan mobilnya.

Bagian depan Mercedes itu menghantam tiang ke-13. Orang-orang yang berjalan di atas terowongan mengaku mendengar suara dentuman seperti ledakan.

Mobil terpental lagi dan menabrak tembok di sisi seberang dan terhenti dengan arah berbalik. Bagian depan Mercedes ringsek dan klaksonnya berbunyi. Asap keluar dari ruang mesin.

Romuald Rat melompat dari sepedanya dan mundur menuju mobil yang hancur dan mengambil beberapa foto sambil berlari. Rat menduga semua yang ada di dalam meninggal dunia. Ia berdiri beberapa detik kemudian membuka pintu belakang mobil.

Di dalam, Diana masih hidup dan terkulai di lantai. Punggungnya menempel pada kursi depan. Karpet mobil bertengger di atasnya. Mutiara-mutiara di kalungnya sudah berserakan di kursi dan lantai belakang.

Dodi dan Henri Paul sudah meninggal. Rees-Jones masih hidup di kursi depan dalam keadaan cedera amat parah.

5 dari 7 halaman

Diana Masih Hidup, Tapi...

00.24 pagi

Dengan mengemudi dari arah berlawanan di terowongan, Dr. Frederic Mailliez baru pulang dari suatu pesta ulang tahun. Melihat asap di kejauhan ia menyadari ada kecelakaan dan mendekat.

Mailliez lari ke arah Mercedes, melihat korban tewas dan cedera, lalu mulai merawat wanita pirang di bagian belakang mobil. Ia tidak sadar siapa wanita itu, sementara lampu-lampu kilat berkilauan di sekitarnya.

Wanita itu kesulitan bernafas sehingga Mailliez kembali ke mobilnya untuk memanggil ambulans dan mengambil kotak P3K di bagasi mobil.

Ketika kembali ke Mercedes, ia mengangkat kepada Diana untuk memasangkan masker oksigen dan wanita itu merintih untuk mengeluhkan sakit yang amat sangat.

Dokter itu kemudian bahwa wanita tersebut seorang Inggris. Ia mengukur denyut yang terasa melemah, tapi tidak melihat cedera apapun kecuali luka gores di kening korban.

12.30 pagi

Beberapa turis di mulut terowongan berteriak-teriak kepada 2 polisi yang baru tiba, "Ada kecelakaan di bawah sana, ayo masuk, di dalam terowongan, cepat!"

Petugas bernama Sebastien Dorzee meminta rekannya menggunakan radio untuk meminta pertolongan, sementara dirinya lari menuju mobil yang sudah ringsek.

Mailliez mundur dan Dorzee melihat ke dalam. Ia langsung mengenali Diana. Diana melihat jasad Dodi dan berkata, "Ya, Tuhanku."

Kemudian 10 anggota pemadam kebakaran tiba di lokasi. Dua orang masuk ke dalam dan secara perlahan menarik jasad Dodi ke luar, lalu menempatkannya di jalan untuk memulai pengurutan jantung.

Beberapa orang lainnya mencoba menarik Rees-Jones, tapi tidak berhasil karena mobilnya sangat ringsek hingga menyulitkan upaya tersebut.

Mereka berhasil menggerakan kepalanya agara ia lebih mudah bernafas, lalu memasang kerah penopang leher kepadanya.

Seorang anggota pemadam kebakaran menutupi Diana dengan selimut aluminium dan memeriksa bahwa nafasnya normal.

Diana bergumam, "Ya, Tuhanku, apa yang telah terjadi?"

Wingfield sedang melintas di atas terowongan Pont de l'Alma dalam perjalanannya menuju apartemen Dodi dan ia melihat lampu-lampu kilat di dalam terowongan.

Ia menelepon apartemen untuk memeriksa apakah rombongan sudah tiba dan diberitahu bahwa Dodi dan Diana belum tiba. Kata Wingfield, "Mungkin mereka mengubah perjalanan untuk menghindari kecelakaan."

00.35 pagi

Lebih banyak lagi polisi yang berdatangan dan beberapa paparazzi meninggalkan tempat kejadian.

00.40 pagi

Dua dokter dari Kesatuan Ambulans Paris (SAMU) tiba di tempat kejadian dan mengambil alih penyelamatan. Dr Jean-Marc Martino melihat bahwa lengan kanan Diana mengalami dislokasi. Ia kemudian memberikan cairan infus.

Setelah pihak kedokteran datang, Mailliez pun pergi. Baru setelah keesokan paginya ia menonton televisi ia tahu wanita yang telah dirawatnya.

00.45 pagi

Sebuah sepeda motor BMW masuk ke dalam terowongan. Di tumpangan belakang adalah Maud Coujard yang diantarkan suaminya menggunakan sepeda motor.

Coujard, adalah wakil jaksa publik yang telah dipanggil oleh polisi untuk datang ke tempat kejadian. Ia segera memerintahkan para petugas untuk menahan pada juru foto yang masih ada dan juga kamera-kamera mereka.

Para wartawan itu akan dibawa pergi untuk ditanyai.

00.54 pagi

Beriat pertama kecelakaan itu menyebar ke dunia melalui Press Association, "Diana, Prince of Wales, cedera parah dalam kecelakaan mobil sedangkan satu orang lagi dilaporkan meninggal di Paris sesaat setelah tengah malam, demikian menurut laporan kantor berita Prancis."

01.00 pagi

Dua dokter dari SAMU secara berhati-hati mengangkat Diana dari antara kursi-kursi belakang, ke luar mobil, lalu ke tandu. Jantungnya mendadak berhenti sehingga para dokter segera melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Sementara itu, setengah jam setelah pijat jantung pada Dodi, para anggota pemadam kebakaran menyerah. Jasadnya dibungkus dalam lembaran plastik biru

Para awak TV pun tiba di tempat kejadian. Mereka merekam tempat kejadian, tapi 6 juru foto dan satu sopir mereka kemudian pergi menggunakan van kepolisian.

01.10 pagi atau 00.10 pagi (waktu Inggris)

Telepon berdering di rumah Mohamed Al Fayed, Surrey dan diterima oleh kepala keamanan Paul Handley-Greaves. Ia kemudian memberitahu atasannya bahwa Dodi sudah meninggal dunia dan Diana sedang sekarat.

Di Kensington Palace, pembantu Diana yang bernama Paul Burrell berkali-kali mencoba menelepon ponsel Diana, namun diarahkan ke layanan penjawab.

Burrell dibangunkan oleh seorang kawan di Amerika yang melihat laporan kecelakaan di CNN.

Colin Tebbutt, supir Diana, sudah pergi tidur lebih awal karena harus menjemput Diana dari landasan helikopter di Battersea pada pagi hari.

Teleponnya berdering. Isinya pesan dari rekan di Kensington Palace, "Duduklah di pinggir tempat tidur dan bersiap."

1.18 pagi atau 00.18 pagi (waktu Inggris)

Setelah upaya CPR selama 18 menit, jantung Diana berdenyut secara lebih teratur sehingga ia dimasukkan dalam ambulans dan dipasangi alat bantu pernafasan (respirator).

Dr. Martino kemudian memeriksa Diana secara lebih teliti. Ia melihat ada luka di dada kanan korban. Ia khawatir Diana mengalami pendarahan dalam.

Jennie Bond, Koresponden Kerajaan untuk BBC, hanya memakai pakaian tidur di dapurnya untuk menelepon taksi. BBC menceritakan tentang kecelakaan itu dan ia harus segera ke London.

Jennie sedang di Devon yang berjarak 400 kilometer jauhnya dari London. Perusahaan taksi itu terdengar kesal, "Kamu mau ke London pada jam ini? Tidak, kami mungkin tidak bisa melakukannya…"

Jennie kemudian mencari-cari nama perusahaan taksi lain menggunakan Halaman Kuning.

1.30 pagi atau 12.30 pagi (waktu Inggris)

Setelah semua tubuh dikeluarkan dari dalam mobil, polisi kemudian mengumpulkan barang-barang pribadi milik Diana, termasuk kalung mutiara, jam emas berbatu putih, cincin emas berbatu putih, dan sepatu Versace. Sebuah anting emas tergeletak di bawah dasbor.

Gambar-gambar pertama kecelakaan itu mulai ditayangkan di berita-berita televisi. BBC Five Live melakukan wawancara dengan para saksi. Seorang saksi mengaku melihat Putri Diana selamat dan sehat ketika berjalan ke luar mobil.

1.41 pagi

Ambulans yang membawa Diana bergerak ke arah Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière yang berjarak 6 kilometer. Rumah sakit itu bukan yang terdekat, tapi memiliki perlengkapan terbaik.

Ambulans bergerak sangat perlahan karena para dokter khawatir kalau guncangan-guncangan bisa memicu serangan jantung. Semua jalan sudah dikosongkan dan Pitié-Salpêtrière sudah dikabari.

Di kantor Diana di Kensington Palace, para pegawai menelepon untuk memesan penerbangan ke Paris untuk Paul Burrell dan Colin Tebbutt.

1.45 pagi atau 00.45 pagi (waktu Inggris)

Duta Besar Inggris di Paris, Sir Michael Jay, berbicara dengan petugas jaga kedutaan. Ia dikabari bahwa Putri Diana terlibat dalam suatu kecelakaan mobil.

Jay segera menelepon wakil sekretaris pribadi Ratu, Sir Robin Janvrin, yang sedang bersama dengan Keluarga Kerajaan di Balmoral.

2 pagi atau 1 pagi (waktu Inggris)

Ambulans yang membawa Diana terpaksa berhenti beberapa meter dari rumah sakit karena tekanan darahnya turun drastis. Para dokter memberikan dopamin agar ia stabil.

Ambulans bergerak lagi secara peralahan. Perjalanan yang biasanya hanya 10 menit, dijalani dalam waktu 20 menit.

Perdana Menteri Tony Blair yang baru terpilih dan istrinya Cherie sedang tertidur lelap di rumah konstituen mereka di Sedgefield, County Durham.

Ia terbangun dengan kaget. Ada seorang polisi berdiri di samping ranjangnya. Polisi itu minta maaf menerobos ke kamar tidur karena Blair tidak mendengar bunyi bel.

Polisi itu menceritakan kepada Blair bahwa Diana mengalami cedera dalam kecelakaan mobil dan ia harus menelepon Sir Michael Jay di Paris.

Dari Balmoral, wakil sekretaris pribadi Ratu, Sir Robin Janvrin, membawa berita itu melalui telepon kepada Pangeran Charles. Katanya, "Pak, ada kecelakaan serius di Paris. Dodi sudah meninggal dan Princess of Wales mengalami cedera."

Dengan kaget, Pangeran Charles bertanya, "Apakah Diana baik-baik saja?"

Janvrin menjawab, "Sepertinya begitu, Pak. Tapi kami tidak tahu pasti."

2.05 pagi

Setelah pintu ambulans terbuka, dua penggotong tandu mengangkat tandu Putri Diana dengan ditolong oleh Menteri Dalam Negeri Jean-Pierre Chevènement dan asistennya, Sami Nair.

Nair mendekat ke Diana. Ada masker oksigen di mulutnya dan matanya bengkak. Dua pria itu terkesan dengan kecantikannya.

Kata Chevènement, "Dia cantik sekali bukan? Cantik sekali."

2.10 pagi

Pemeriksaan sinar-X mengungkapkan adanya pendarahan dalam ruang dada Putri Diana. Pendarahan itu menekan jantung dan paru-paru bagian kanan.

Darah itu disedot ke luar dan ia diberi transfusi. Tapi jantung Diana berhenti sekali lagi.

2.15 pagi atau 1.15 pagi (waktu Inggris)

Pangeran Charles menghubungi juru bicara Mark Bolland melalui telepon. Bolland ada di London dan ia ingin mengetahui kondisi terkini Diana.

Kata Pangeran Charles, "Saya selalu berharap Diana akan kembali kepada saya, agar mendapat perawatan."

Sementara itu Mohamed Al Fayed dibawa jke bandara Gatwick untuk menaiki helikopter pribadinya menuju Paris.

Ia pergi menjemput jasad Dodi karena, menurut hukum Islam, jasadnya harus segera dikuburkan.

2.30 pagi

Para ahli membedah dada Diana dan menemukan bahwa daya dorong saat tabrakan mendorong jantungnya dari kiri ke kanan sehingga melukai pembuluh nadi paru sebelah kiri.

Mereka menjahit sobekan itu untuk menghentikan pendarahan.

2.47 pagi atau 1.47 pagi (waktu Inggris)

BBC sedang menayangkan film gangster Borsalino. Alur cerita pemakaman mendadak dipotong oleh pengumuman berita.

Martyn Lewis, yang setengah jam sebelumnya sedang tidur di rumahnya di Kensington, membawakan pengumuman bahwa Diana telah cedera dalam kecelakaan mobil dalam terowongan di Paris.

Seorang penumpang mobil meninggal dunia dan penumpang itu kemungkinan Dodi Al Fayed. Namun Lewis menekankan bahwa laporan itu belum terkonfirmasi.

2.50 pagi atau 1.50 pagi (waktu Inggris)

Telepon di rumah Gill Rees-Jones di Oswestry berdering. Ternyata telepon itu berasal dari Sue, istri Trevor yang sudah pisah rumah.

"Saya baru dengar di radio. Ada kecelakaan yang melibatkan Dodi dan Diana. Saya yakin semuanya baik-baik saja, tapi menurut saya kamu perlu tahu…"

Gill dan Ernie – ayah tiri Trevor – menyalakan TV. Reporter menyebutkan bahwa Dodi dan pengemudi mobil telah meninggal dunia, tapi tidak ada kabar tentang Diana ataupun seorang pengawal yang tidak disebutkan namanya.

Kemudian muncul laporan bahwa pengawal itu pun sudah meninggal. Erni menelepon kantor pusat Al Fayed, katanya, "Apakah itu benar?"

Operator menjawab, "Saya tidak percaya. Trevor masih hidup."

3 pagi atau 2 pagi (waktu Inggris)

Sekitar 160 kilometer di utara, di bungalow di pulau Seil, Skotlandia, ibu Diana yang bernama Frances Shand Kydd, terbangun oleh dering telepon.

Ia berharap yang menelepon adalah Diana yang memang biasa menelepon saat subuh.

Mereka belum mengobrol lagi sejak wawancara Frances dengan majalah Hello! pada bulan Mei sebelumnya. Saat itu Frances bicara soal bulimia yang diderita Diana dan perceraiannya. Dan ia senang gelar HRH dicabut dari Diana.

Ternyat bukan Diana yang bicara di telepon, tapi temannya, "Saya harus membangunkan kamu karena ada berita dadakan di Sky News. Diana cedera dalam sebuah kecelakaan di Paris."

Frances menyalakan TV. Ia melihat tayangan-tayangan ulang tentang putrinya. Tangan Frances pun bergetar.

6 dari 7 halaman

Diana Dinyatakan Meninggal Dunia

3.15 pagi atau 2.15 pagi (waktu Inggris)

Putri Diana dan ibunya Frances Shand Kydd (AP)

Para ahli bedah di Pitié-Salpêtrière berjuang mempertahankan hidup Diana dengan suntikan adrenalin, pijat jantung dengan tangan maupun defibrillator. Tapi tidak ada yang berhasil.

Di ruang bedah dekatnya, pada dokter sedang melakukan trakeotomi pada Rees-Jones. Di koridor rumah sakit tampak pasukan bersenjata dari Secret Services Inggris maupun Prancis.

Frances Shand Kydd bersiap-siap sekiranya ia harus menjenguk Diana di rumah sakit. Ia mencoba menelepon putri-putrinya, Sarah dan Jane, tapi saluran telepon mereka sibuk terus.

Frances berhasil menghubungi putranya, Charles, di Afrika Selatan. Charles sendiri baru saja dikabari oleh orang lain di Althorp.

3.50 pagi

Mercedes yang ringsek dibawa pergi menggunakan truk. Polisi mengumpulkan serpihan-serpihan kaca berwarna merah dan menyegelnya dalam kantong-kantong.

Belakangan ketahuan bahwa serpihan-serpihan itu berasal dari lampu rem Fiat.

4 pagi

Dalam ruang bedah rumah sakit, Diana, Princess of Wales, diumumkan sudah meninggal.

Pastor Yves-Marie Clochard-Bossuet, melakukan sakramen perminyakan dengan menggunakan jempolnya untuk mengurapi kening dan telapak tangan Diana dengan minyak urapan.

Ia duduk dengan Diana, mendoakan jiwanya dan dua putranya. Ia berada di sana selama 4 jam agar Putri Diana tidak sendirian.

Tim medis mengabari Menteri Dalam Negeri Jean-Pierre Chevènement bahwa Diana sudah wafat. Duta Besar Inggris, Sir Michael Jay, menangis ketika mendengar berita itu.

4.15 pagi atau 3.15 pagi (waktu Inggris)

Sir Michael Jay menelepon Balmoral untuk memberitahu pihak Keluarga Kerajaan.

Artikel Selanjutnya
Benarkah Putri Diana Menolak Lamaran Dodi Al Fayed?
Artikel Selanjutnya
Dilecehkan...Ini 8 Fakta Putri Diana yang Tak Diketahui Orang