Sukses

Ilmuwan Berencana Ciptakan Oksigen dari Atmosfer Mars

Liputan6.com, Washington DC - NASA berencana membuat oksigen dari atmosfer Mars ketika robot milik Badan Antariksa Amerika Serikat itu mendarat di sana pada 2020.

Dikutip dari Independent, Minggu (20/8/2017), para ilmuwan akan mengirimkan mikroogranisme -- kemungkinan berupa alga atau bakteri -- dalam misi yang diluncurkan pada 2020 itu. Misi tersebut berupaya menciptakan udara yang dapat dihirup secara aman oleh manusia.

Caranya adalah dengan 'memberi makan' mikroorganisme dari atmosfer Mars dengan harapan mereka akan mengeluarkan oksigen sebagai produk sampingannya.

Jika eksperimen itu berhasil, oksigen tersebut dapat digunakan untuk bernapas atau dijadikan bahan bakar roket untuk kembali lagi ke Bumi. Hal tersebut juga akan menandai langkah besar dimungkinkannya Mars dapat dihuni oleh manusia di masa depan.

"Mars 2020, membawa eksperimen di mana kita akan berupaya menghasilkan oksigen dari atmosfer di Mars," ujar Kepala Pejabat Pelaksana NASA, Robert Lightfoot kepada Futurism.

Pemerintah AS juga berencana membangun perisai magnetik di sekitar Mars dan memasang reaktor nuklir di Planet Merah. Hal tersebut dilakukan untuk menunjang kehidupan manusia di Mars.

Sebelumnya, NASA berharap dapat meluncurkan stasiun angkasa luar di dekat Bulan. Stasiun itu bertindak sebagai titik awal misi ke seluruh tata surya.

Lightfoot mengatakan upaya menciptakan oksigen di Mars merupakan langkah logis lanjutan setelah stasiun angkasa luar internasional tersebut.

"Ketika Anda melihat rencana kami hari ini (untuk sampai ke Mars), kami menggunakan stasiun angkasa luar internasional sebanyak yang kami bisa," ujar Lightfoot.

Pengusaha teknologi Elon Musk telah mengumumkan rencana untuk mendirikan koloni di Mars. Biaya yang dikeluarkan pun tak sedikit, yakni sekitar US$ 10 miliar per orang.

 

Simak video berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Astronom: 3 dari 7 Planet Mirip Bumi Punya Kandungan Air
Artikel Selanjutnya
Robot Baru NASA Siap Selami Perut Mars pada 2018