Sukses

Bukti Baru Ini Jadi Petunjuk Keberadaan MH370?

Liputan6.com, Canberra - Sebuah bukti mengejutkan menunjukkan kemungkinan lokasi pesawat Malaysia Airlines MH370. Bukti tersebut ditemukan 1.258 hari setelah pesawat yang mengangkut 239 orang itu menghilang.

Laporan baru yang dirilis Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) itu, secara efektif mempersempit zona pencarian MH370.

GeoScience Australia telah memeriksa empat citra satelit yang menangkap benda-benda di permukaan Samudra Hindia Selatan, dua minggu setelah MH370 hilang. Area tersebut termasuk ke dalam wilayah potensial di mana lokasi pesawat itu berada.

Dalam citra satelit itu, mereka menemukan 12 obyek yang dianggap sebagai barang buatan manusia. Dimensi obyek yang ditemukan di citra satelit pun sebanding dengan sejumlah puing yang terdampar di sejumlah pantai Afrika.

Dikutip dari News.com.au, Rabu (16/8/2017), gambar tersebut diambil oleh satelit militer Prancis pada akhir Maret 2014, tapi tak dihiraukan oleh pihak berwenang. Pada saat itu, ATSB tak terlibat dalam pencarian.

Dua dari 12 obyek yang diidentifikasi merupakan buatan manusia. (French Military Intelligence Service)

Laporan yang digunakan saat ini menggabungkan penyempurnaan pemodelan arus serta citra satelit yang tadinya tak digunakan. Hal tersebut dilakukan untuk mempersempit zona pencarian hingga 5.000 kilometer persegi -- dari 25.000 kilometer persegi.

Para peneliti yang mengombinasikan pemodelan arus laut dan citra satelit tersebut, menyesuaikannya dengan data gerak angin dan air Samudra Hindia antara tanggal 8 dan 24 Maret. Malaysia Airlines MH370 hilang pada 8 Maret 2014.

Mereka kemudian menemukan lokasi berdasarkan pola arus dan menyebutnya West 1, West 2, East 1, dan East 2. Lokasi-lokasi tersebut berada di area di mana pemancar MH370 terakhir terdeteksi.

Para peneliti mempertimbangkan bahwa East1 merupakan lokasi yang paling memungkinkan karena merupakan satu-satunya yang terindikasi oleh dua model arus.

Area pencarian MH370 yang diusulkan untuk diidentifikasi. (ATSB)

Selain itu, tak dapat juga dikesampingkan bahwa semua puing yang kemungkinan berasal dari lokasi hilangnya MH370 pada 8 Maret 2014.

Pada Januari 2017, pencarian MH370 ditangguhkan. Hal itu dilakukan setelah awak menyelesaikan pencarian bawah laut di Samudra Hindia tanpa menemukan jejak pesawat.

Pusat Koordinasi Badan Gabungan (JACC) di Australia telah membantu memimpin pencarian senilai US$ 160 juta di perairan sebelah barat Australia.

Badan tersebut secara resmi menghentikan pencarian setelah awak kapal tak menemukan hasil apa pun di zona pencarian sepanjang 120.000 kilometer persegi.

"Pencarian bawah air untuk MH370 telah ditangguhkan. Keputusan tersebut sungguh berat, sama sekali tak bisa dianggap enteng," ujar JACC dalam sebuah pernyataan.

 

Simak video berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Pelapor Minta Polisi Usut Akun Jonru Ginting seperti Saracen
Artikel Selanjutnya
Pelapor Jonru Ginting Klarifikasi Bukti dari Unggahan Medsos