Sukses

Putri Diana: Pernikahanku, Hari Terburukku...

Liputan6.com, London - Pernikahan yang digelar 29 Juli 1981 itu sungguh fenomenal. Mempelai pria adalah Putra Mahkota Kerajaan Inggris, sementara pasangannya seorang guru taman kanak-kanak dari kalangan ningrat.

Dunia melihat perkawinan Pangeran Charles dan Putri Diana sebagai kisah dongeng yang menjelma di dunia nyata.

Keduanya nampak bahagia, dengan senyum lebar dan mata berbinar. Diana mengenakan gaun megar yang mewah, sementara Charles memakai seragam militer berhias lencana-lencana yang membuatnya kian gagah.

Tak ada yang mengira, perkawinan itu putus di tengah jalan. Dan, pasti tidak ada yang menyangka, pernikahan itu diawali dengan rasa ragu. 

Putri Diana dan Pangeran Charles saat berada di balkon Istana Buckingham di hari pernikahan mereka tahun 1981 (AP)

Sebuah film dokumenter berjudul, Diana: In Her Own Words dirilis National Geographic jelang peringatan 20 tahun kematian Princess of Wales.

Dikutip dari laman Today.com, Selasa (15/8/2017), dokumenter itu mengisahkan keraguan di hati Diana jelang perkawinannya. Ia bahkan berniat ingin membatalkan hajatan besar itu. Bagi Lady Di, momentum pernikahannya adalah hari terburuk dalam hidupnya.

Film dokumenter tersebut dibuat pada tahun 1991, berdasarkan rekaman hasil wawancara dengan Diana.

Rekaman suara itu diberikan Diana kepada sang sahabat, Dr. James Colthurst, untuk dikirimkan kepada Andrew Morton -- sebagai bahan penulisan buku biografinya Diana: Her True Story.

Buku yang terbit pada 1992 itu memicu guncangan di kalangan keluarga kerajaan. Namun, keterlibatan Diana secara langsung tak terungkap hingga kematiannya yang tragis pada 1997.

"Saya ingin membuat sebuah cerita yang dibangun berdasarkan sudut pandang dan pengakuan Diana," ujar Tom Jennings, produser film dokumenter tersebut. "Ini adalah kisahnya, cara pandangnya, dan sebuah kebenaran dari pihaknya."

Dalam rekaman suara tersebut tergambar jelas keraguan Diana pada detik-detik sebelum ia dipersunting Pangeran Charles. 

Perasaan itu ia curahkan pada kakak-kakak perempuannya, di tengah makan siang. "Aku tak bisa menikahinya. Aku tak bisa melakukannya. Ini sungguh tak bisa dipercaya," kata Diana, menirukan perkatannya kala itu. 

Namun, mereka berkata, sudah terlambat. "Wajahmu sudah tercetak di handuk (suvenir), terlalu terlambat untuk mundur."

Keraguan Diana muncul gara-gara perempuan lain, mantan kekasih calon suaminya: Camilla Parker Bowles.

Perempuan itu selalu menjadi orang ketiga dalam pernikahan Diana dan Charles. Bahkan saat bulan madu, hati perempuan yang kala itu masih berusia 20 tahun dibuat perih.

Kala itu Diana melihat ada sebuah hadiah pernikahan berupa cufflinks -- aksesoris pria yang dikenakan pada lengan kemeja. Ada inisial dua huruf 'C' tercetak di sana.

"Aku bertanya, "dari Camilla?," kata Diana dalam rekaman.

Kemudian Charles menjawab, "Ya, terus kenapa? Ia memberi hadiah ini sebagai seorang teman. Kenapa? Kamu cemburu?"

"Jika itu hadiah untuk teman, mengapa ada dua huruf 'C'. Ia tak cukup pandai menyembunyikan niatnya," tukas Diana.

Sang putri merasa, firasatnya benar, perkawinannya dengan Charles sudah salah sejak permukaan.

Menurut Diana, pernikahannya adalah "hari terburuk dalam hidupnya".

"Jika aku bisa menulis skenario hidupku sendiri, aku akan membiarkan suamiku pergi dengan wanita itu dan tak usah kembali," kata dia seperti dikutip dari Independent.

Dalam dokumenter itu, Putri Diana juga menceritakan perjuangannya menghadapi fakta bahwa ia mendadak terkenal. Dunia mengenal wajahnya dan selalu ingin tahu apapun tentangnya.

1 dari 2 halaman

Air Mata Charles di Malam Pernikahan

Di sisi lain, pada malam sebelum pernikahan, Pangeran Charles dikabarkan menangis.

Air matanya mengucur diduga karena tak rela berpisah dengan cinta sejatinya, Camilla Parker Bowles.

Menurut buku yang ditulis oleh Sally Bedell Smith, "Prince Charles: The Passions and Paradoxes of an Improbable Life", sang putra mahkota Kerajaan Inggris merasa tertekan untuk menikahi Diana. Tapi, ia terpaksa.

Dikutip dari People, kisah cinta Charles dan Camilla berawal saat keduanya berkenalan pada 1971. Menurut Bedell Smith, Charles menyukai sosok Camilla yang ramah, senang dengan alam pedesaan, dan tak tertarik dengan fashion.

Mereka memiliki selera humor yang sama. Pangeran Charles pun tenggelam dalam kepribadian Camilla yang selalu menjadi sosok pendengar.

Merupakan hal yang normal jika Charles tertarik dengan Camilla.

Lady Annabel Goldsmith mengatakan kepada Bedell Smith, Camilla merupakan sosok keibuan nan hangat, dengan daya tarik seksual yang sangat besar.

Meski memiliki hubungan yang terlihat bahagia, keduanya memutuskan berpisah ketika Charles ditugaskan ke luar negeri dalam tugas Royal Navy pada 1973.

Patricia Mountbatten mengatakan kepada Bedell Smith, adalah masalah jelas yang dialami Camilla. Ia memiliki masa lalu seksual dengan kekasih "putus sambung"-nya, Andrew Parker Bowles.

Terlebih lagi, saat Camilla dan Charles mengakhiri hubungan, Pangeran Inggris itu baru berusia 24 tahun dan tak memiliki keinginan untuk memutuskan pilihan. Tak lama setelah mereka putus, Camilla rujuk dengan Parker Bowles dan menikah pada 1973.

Namun Charles dan Camilla tak dapat berpisah satu sama lain dalam jangka waktu yang lama. Mereka pun kembali menjalani kisah asmara.

Meski demikian keduanya tak bisa bersatu. Istri seorang calon raja Inggris harus berstatus perawan. Camilla telah menjanda.

Pangeran Charles dan Camilla. Putri Diana biasanya tidak peduli dengan segala omongan tentangnya, tapi lain ceritanya kalau omongan itu berkaitan dengan putra-putranya. (Sumber Alamy)

Namun, meski harus menanti dalam waktu lama, Charles dan Camilla akhirnya menikah. Kematian Putri Diana memuluskan jalan mereka menuju pelaminan.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Benarkah Putri Diana Menolak Lamaran Dodi Al Fayed?
Artikel Selanjutnya
Alasan Menyentuh Putri Diana Tak Pernah Mengenakan Sarung Tangan