Sukses

14-8-1784: Ketika Bangsa Rusia Menduduki Calon Teritorial AS

Liputan6.com, Alaska - Hari ini, 233 tahun yang lalu, seorang pedagang bulu (fur trader) berbangsa Rusia, Grigory Shelikov, menemukan Three Saints Bay. Tempat itu merupakan sebuah teluk yang berlokasi 97 kilometer dari barat daya Pulau Kodiak, sebuah pulau berjarak 141 kilometer di selatan daratan utama Alaska, yang kini menjadi negara bagian Amerika Serikat.

Eksplorasi Alaska oleh bangsa Eropa telah bermula sejak 1741, ketika ekspedisi bangsa Rusia yang dipimpin oleh navigator asal Denmark Vitus Bering melihat daratan utama kawasan tersebut. Demikian seperti yang dikutip dari History.com, Senin (14/8/2017).

Dalam waktu singkat, sejumlah bangsa Rusia --yang terdiri dari pemburu, penjelajah, dan pedagang-- menyerbu Pulau Kodiak di teritorial yang nantinya menjadi negara bagian AS itu. Pendudukan bangsa Negeri Beruang Merah di Pulau Kodiak Alaska memaksa penduduk asli Aleut meninggalkan tanah tumpah darahnya.

Penyerbuan bangsa Eropa ke kawasan tersebut juga mengakibatkan suku Aleut --yang sebelumnya terisolasi dan tidak pernah berhadapan dengan bangsa lain-- terpapar penyakit endemi bangsa Benua Biru.

Empat puluh tujuh tahun setelah invasi Rusia ke Pulau Kodiak, seorang pedagang bulu, Grigory Shelikov menemukan Three Saints Bay dan mendirikan koloni di kawasan itu.

Koloni di Three Saints Bay, Alaska (Wikimedia Commons)

Dalam waktu dua tahun, bersama dengan istri dan 200 orang lainnya, Shelikov berhasil membangun Three Saints Bay menjadi sebuah koloni yang --pada saat itu-- mumpuni.

Koloni teluk itu juga menjadi titik utama para penjelajah untuk memulai ekspedisi ke daratan Alaska. Three Saints Bay juga tumbuh menjadi pusat perdagangan dan menjadi titik awal distribusi bulu di kawasan.

Pada 1786, Shelikov kembali ke tanah air. Pada 1790, Kekaisaran Rusia memerintahkan Aleksandr Baranov untuk mengelola koloni yang didirikan si pedagang bulu itu.

Semasa mengelola Alaska, Baranov mendirikan Russian-American Company (RAC) pada 1799. Berbentuk perkongsian, RAC bertanggung jawab mengelola arus perdagangan untuk kekaisaran di kawasan.

Bertumpu di Alaska, Baranov kemudian memperluas perdagangan Rusia jauh hingga ke pantai barat Amerika Utara.

Pada 1812, setelah beberapa usaha yang gagal, si pendiri RAC kemudian membangun koloni Rusia baru di California Utara, dekat Teluk Bodega.

Namun, saat itu, koloni Inggris dan Amerika yang telah terbentuk di California mengusir Baranov Cs. Akhirnya perluasan kolonialisme Rusia di kawasan berhenti di Alaska.

Dalam sejumlah kurun waktu, Alaska dan RAC mulai kehilangan relevansinya di mata Kekaisaran Rusia.

Penyebabnya adalah berpindahnya alur perdagangan bulu di daratan Kanada dan Amerika Serikat, besarnya pengaruh Inggris, Spanyol, Prancis, dan Belanda di AS, serta keterlibatan Rusia dalam Perang Krimea 1850.

Negeri Beruang Merah pun mengalami kebangkrutan dan kekaisaran harus menanggung kerugian yang cukup besar. Demi mengatasi utang, Rusia pun memutuskan untuk menjual Alaska.

Tsar Rusia kemudian mendekatkan diri ke Presiden AS James Buchanan, merayu agar mau membeli Alaska dari tangan kekaisaran. Namun, negosiasi harus batal karena Negeri Paman Sam dilanda Perang Saudara.

Setelah perang, Menteri Luar Negeri AS William H. Seward yang bersemangat melakukan ekspansi teritorial, sangat ingin mendapatkan daratan Alaska yang berukuran seperlima dari wilayah Amerika Serikat.

Pada 30 Maret 1867, Menlu Seward menandatangani sebuah perjanjian dengan Kekaisaran Rusia untuk membeli Alaska seharga US$ 7,2 juta.

Meskipun murah --sekitar dua sen per-hektar-- pembelian Alaska menjadi bahan tertawaan Kongres dan pers AS. Mereka menamakan eks-teritorial Rusia itu sebagai 'tanah kebodohan Seward', 'lemari es Seward', dan 'taman beruang kutub' presiden AS saat itu, Andrew Johnson.

Pada April 1867, meski mendapat cemooh dari Kongres dan pers, Senat AS meratifikasi kawasan itu resmi menjadi kedaulatan Negeri Paman Sam.

Meski koloni AS di Alaska terbentuk sangat lambat, namun penemuan emas dan minyak pada 1898 mempercepat proses pertumbuhan populasi. Sejak itu, eks-teritorial Rusia tersebut telah berkontribusi terhadap kemakmuran Negeri Paman Sam.

Pada 3 Januari 1959, Presiden Dwight D. Eisenhower menandatangani sebuah pakta yang mengakui Alaska ke sebagai negara bagian AS ke-49.

Sementara itu, pada 1893, Prancis menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan sistem pelat nomor.

Lalu pada tahun 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, setelah bom nuklir Amerika Serikat meluluhlantakkan Kota Hiroshima dan Nagasaki. Tiga hari kemudian Republik Indonesia memproklamirkan diri.

 

Artikel Selanjutnya
Putin Akan Kembali Mengusir Diplomat AS dari Rusia?
Artikel Selanjutnya
Donald Trump Tunjuk Ahli Korut sebagai Dubes AS untuk Korsel?