Sukses

Terkuak, 91 Gunung Berapi di Bawah Lapisan Es Antartika

Liputan6.com, Edinburgh - Tim ilmuwan telah menyingkap salah satu rangkaian gunung berapi terbesar di Bumi. Lokasi keberadaan gunung itu dapat dianggap menakjubkan.

Tak kalah luar biasa, beberapa gunung diperkirakan memiliki ketinggian 4.000 meter. Namun yang lebih unik adalah, sebagian besar titik puncak pegunungan berada di bawah lapisan es dan salju setebal 2 kilometer.

Kawasan 91 gunung vulkanik itu terletak, tersebar, dan tertimbun es di kawasan utara, barat, dan selatan Benua Antartika. Demikian seperti yang dikutip dari The Guardian, Minggu (12/8/2017).

Proyek penemuan gunung berapi itu merupakan inisiatif dari tim peneliti Edinburgh University Skotlandia. Hasil riset kemudian dipublikasikan dalam jurnal internasional Geological's Society.

Klaster pegunungan vulkanik yang ditemukan di Antartika itu dianggap salah satu yang cukup besar di Bumi. Meski begitu, klaster yang ditemukan di Kutub Selatan masih kalah besar dengan barisan pegunungan berapi di Afrika timur.

Metode riset tim peneliti Edinburgh University itu dilakukan dengan menelaah bagian bawah lapisan es Antartika di kawasan barat. Telaah itu diharapkan mampu menemukan batuan basal, komposisi utama gunung berapi seperti di benua lain.

Tim peneliti juga tengah menelaah seberapa banyak titik puncak yang tertimbun es dan jumlah lain yang tidak. Telaah itu menggunakan data pencitraan satelit, pemantauan udara, dan data geografis.

Hasil telaah kemudian menunjukkan keberadaan 91 puncak pegunungan tersebut. Jumlah itu menambah total kuantitas gunung vulkanik di kawasan, yang semula hanya berjumlah 47 gunung.

Gunung temuan terbaru memiliki tinggi yang beragam, mulai dari 100 hingga 3.850 meter.

"Kami sangat takjub. Tak mengira kami akan menemukan gunung sebanyak itu," ujar Robert Bingham salah satu anggota tim peneliti.

Ilmuwan menilai bahwa aktivitas vulkanik pegunungan di kawasan Antartika itu mampu menimbulkan konsekuensi besar bagi Bumi.

"Jika salah satu gunung itu mengalami erupsi, suhu panasnya akan melelehkan dan mengancam stabilitas lapisan es yang ada di atasnya," kata Bigham.

Aktivitas erupsi vulkanik akan memperparah dan mempercepat proses pencairan lapisan es di Antartika, yang selama ini telah terdampak besar dengan fenomena pemanasan global.

"Jika meleleh, es yang menjadi air akan dengan cepat mengalir ke laut."

Dan, volume air laut yang bertambah akan mengancam kawasan kepulauan dan peisisr di Bumi dengan sejumlah bencana seperti banjir, menyusutnya garis pantai, hingga hilangnya pulau-pulau kecil dari peta dunia.

Agar mampu mencegah dampak yang ditimbulkan erupsi gunung vulkanik itu, kini tim riset asal Edinburgh University tengah menelaah seberapa aktif gunung berapi tersebut.

"Tim riset belum mengetahui riwayat erupsi gunung-gunung itu. Kita harus memprediksi secepat mungkin dan memantaunya sedemikian dekat," jelas Bingham.

 

Saksikan juga video berikut ini

Artikel Selanjutnya
Siapa Mau Berburu Embun Es Pagi di Dieng Awal September?
Artikel Selanjutnya
Selain Hujan di Tebet, Ini 6 Fenomena Alam Misterius Lainnya