Sukses

Eks Pemberontak Kolonel Gringo Honasan Terjerat Kasus Korupsi

Liputan6.com, Manila - Pihak Sandiganbayan Second Division di Filipina memerintahkan penangkapan terhadap Senator Gringo Honasan terkait dugaan penyelewengan penggunaan dana Priority Development Assistance Funds (PDAF) senilai 30 juta peso pada 2012.

Dalam resolusinya, pengadilan antikorupsi menemukan alasan untuk menyeret Honasan ke pengadilan.

"Setelah menelaah sejumlah informasi dan juga bukti pendukung, pengadilan mendapati adanya alasan yang cukup untuk menahan tersangka kasus ini untuk diadili dan menerbitkan perintah penangkapan terhadapnya," demikian yang tertera dalam resolusi pengadilan.

Resolusi tersebut ditandatangani oleh kepala divisi Associate Justice Oscar Herrera Jr. dengan anggota-anggota Associate Justices Michael Frederick Musngi dan Lorifel Pahimna.

Jaksa ombudsman mengajukan dua sangkaan korupsi yang memberatkan Honasan karena pelanggaran Section 3(e) dalam Anti-Graft and Corrupt Practices Act.

Bersama-sama dengan penangkapan Honasan ditahan juga beberapa pejabat National Commission for Muslim Filipinos (NCMF), yaitu mantan Sekretaris Mehol Sadain, Kepala Akuntansi Fedelina Aldanese, Direktur III Galay Makalinggan, Pelaksana Pimpinan Aurora Aragon-Mabang, dan Bendahara Olga Galido.

Selain itu, ditangkap juga kepala urusan politik Michael Benjamin, lalu Giovanni dan Salvador Gaerlan dari Focus on Development Goals Foundation Inc. yang menjadi rekanan NCMF.

Seperti dikutip dari inquirer.net pada Jumat (11/8/2017), dakwaan korupsi Honasan berkaitan dengan dana-dana yang dialirkan melalui NCMF sebagai lembaga implementasi.

Dana-dana tersebut ditujukan untuk membiayai usaha kecil dan menengah (UKM) bagi masyarakat Muslim Filipina di National Capital Region dan Zambales.

Pihak Ombudsman menyebutkan bahwa dana PDAF yang dimaksud dicairkan tanpa mengindahkan peraturan pembelian (procurement) yang mewajibkan lelang publik.

1 dari 2 halaman

Honasan, Sang Mantan Pemberontak

Ulasan dalam rappler.com menyebutkan bahwa, di masa lalu, Kolonel Gringo Honasan terkenal karena perannya dalam Revolusi EDSA pada 1986.

Honasan yang waktu itu terkenal dengan kumisnya meraih posisi penting dalam militer pada masa akhir rezim Marcos.

Ia pernah menjadi orang kepercayaan menteri pertahanan saat itu Juan Pince Enrile, yang sekarang menjadi Senator. Enrile sudah seperti ayah ke-2 bagi Honasan.

Honasan pernah menjadi anggota Reform the Armed Forces Movement (RAM) yang membantu Enrile memberontak melawan mantan Presiden Ferdinand Marcos.

Walaupun rencana mereka ketahuan, tindakan mereka terus menggerakan revolusi dalam EDSA yang mendepak Marcos untuk digantikan oleh Corazon "Cory" Aquino pada 1986.

Di kemudian hari, Honasan juga memberontak melawan wanita yang dibantunya menjadi komandan tertinggi. Ia memimpin dua kali kudeta gagal melawan pemerintahan Aquino.

Artikel Selanjutnya
VIDEO: Pejabat KPK Diduga Meminta Uang untuk Pengamanan Kasus Miryam S Haryani
Artikel Selanjutnya
KPK Perpanjang Penahanan 5 Tersangka Suap Kajari Pamekasan