Sukses

Nenek Moyang Orang Guam Berasal dari Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Guam adalah pulau di bagian barat Samudera Pasifik yang menjadi teritori Amerika Serikat.

Sebelumnya, wilayah yang juga disebut Guahan dalam bahasa Chamorro itu lebih terkenal sebagai destinasi wisata sekaligus lokasi pangkalan militer Negeri Paman Sam.

Hingga belakangan, Guam ramai jadi pembicaraan dunia. Pulau itu terjebak di tengah pusaran konflik AS dan Korea Utara yang mungkin menjelma menjadi konfrontasi fisik dan menjadi "pion" di antara retorika yang digelorakan dua pemimpin, Donald Trump dan Kim Jong-un.

Pyongyang mengancam akan menembakkan empat misil Hwasong-12 ke Guam dalam waktu dekat. Persiapan diklaim telah dilakukan dan tinggal menunggu restu Kim Jong-un.

PBB sebelumnya memberikan sanksi kepada Korut atas upaya pengembangan nuklir yang dianggap membahayakan keamanan internasional.

Korut juga mengaku tak sudi bicara dengan pemerintahan Donald Trump.

"Menyuarakan dialog dengan orang itu (Trump) adalah kemustahilan. Dia hanya bisa dilawan dengan kekuatan," tulis KCNA, seperti dikutip dari BBC, Kamis (10/8/2017).

Dipilihnya Guam sebagai target peluncuran rudal Korut menyusul pernyataan Trump yang dianggap menyinggung rezim Pyongyang, yang belakangan kian terpuruk akibat sanksi ekonomi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB.

Awal pekan ini, sang miliarder nyentrik menyatakan akan merespons ancaman korut dengan tembakan dan amarah (fire and fury).

Meski dibayang-bayangi ancaman Korut, warga Guam tetap tenang. "Saya percaya AS dan aset militernya di Guam dan di wilayah akan melindungi pulau kami," kata warga Sinajana, Joshua Tenorio, seperti dikutip dari ktla.com.

Apalagi, penduduk yakin ada fasilitas milik AS yang akan menembak jatuh rudal yang datang dari Korut sebelum mencapai sasaran.

Nenek Moyang Orang Guam dari Indonesia?

AS menjadikan Guam sebagai unincorporated and organized territory. Warganya diberi kewarganegaraan Amerika Serikat, tapi tidak mempunyai hak politik untuk ikut dalam pemilihan umum nasional.

Penduduk asli Guam adalah suku Chamorro, yang tak memiliki keterkaitan budaya dengan warga di daratan Amerika yang lain.

Suku Chamorro di Guam berkembang sebagai masyarakat nelayan, petani, dan pemburu.

Mereka adalah pelaut ulung dan pengrajin terampil yang memproduksi tenunan dan gerabah rumit, membangun rumah, dan kano berbentuk unik.

Masyarakat Chamorro memiliki sistem adat matriarkal yang kuat, yang melalui kekuatan dan kewibawaan para perempuan dan kegagalan penjajah Spanyol untuk mengenali fakta tersebut. Hal itu membuat budaya suku tersebut, termasuk bahasa, musik, tari, dan tradisi bertahan hingga saat ini.

Seperti dikutip dari guam-online.com, penduduk asli Guam diyakini sebagai keturunan dari Indo-Malaya yang berasal dari Asia Tenggara yang datang pada tahun 2.000 Sebelum Masehi.

Secara linguistik dan budaya, Guam juga punya kemiripan dengan Malaysia, Indonesia, dan Filipina--yang menjadi petunjuk asal usul suku Chamorro.

Buku berjudul Ancient Chamorro Society karya Lawrence J. Cunningham bahkan membandingkan bahasa suku tersebut dengan kata-kata dalam budaya lain, termasuk Indonesia.

"Berdasarkan perbandingan tersebut, bahasa Chamorro lebih memiliki kemiripan dengan bahasa Indonesia," demikian cuplikan dari buku tersebut.

Kata-kata yang sama termasuk mata, susu, lima -- sementara pada istilah lain ditemukan kemiripan.

Kesamaan Bahasa Suku Chamorro di Pulau Guam dengan Bahasa Indonesia (Ancient Chamorro Society/Lawrence J.Cunningham)

Meski demikian, masih dibutuhkan kajian lebih lanjut untuk menentukan dari mana nenek moyang masyarakat asli Guam berasal.

Sementara itu, dari sisi sejarah, Guam mengalami sejumlah pendudukan, dari Spanyol, sempat jatuh ke tangan Amerika Serikat pada tahun 1898, selama Perang Spanyol-Amerika.

Kemudian, pada Perang Dunia II, di awal Desember 1941, angkatan bersenjata Jepang menyerbu Guam. Selama hampir tiga tahun, pulau itu berada dalam kekuasaan Negeri Matahari Terbit hingga akhirnya direbut kembali oleh AS pada 1944.

Saat ini Guam menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat di Pasifik, salah satu alasan yang menjadikannya target rudal Korea Utara.

Saksikan juga video berikut ini: