Sukses

2 Pertanda 'Kiamat' yang Dikaitkan dengan Gerhana Matahari 2017

Liputan6.com, Jakarta - Gerhana matahari total 2017 yang akrab disebut dengan "The Great American Eclipse" akan menjadi salah satu kejadian ilmiah dan astronomis terbesar yang pernah terjadi di Amerika Serikat (AS) dalam kurun waktu 100 tahun terakhir.

Namun demikian, bukan sekedar menerimanya sebagai kejadian kosmis yang langka dan indah, beberapa kelompok tertentu merasa yakin bahwa gerhana itu merupakan rentetan peristiwa menuju akhir dunia.

Dikutip dari Inquisitr pada Kamis (10/8/2017), disebutkan bahwa laman tersebut sudah menelisik fakta adanya kelompok yang yakin bahwa gerhana itu sudah dinubuatkan dalam Alkitab terkait akhir dunia. Kelompok yang dimaksud termasuk yang menulis dan mempercayai tulisan di situs web Unsealed, misalnya.

Ternyata ada beberapa alasan selain apa yang dipaparkan dalam Unsealed yang membuat beberapa orang --termasuk segelintir kalangan Kristen dan pencinta teori konspirasi -- menjadi kelabakan menghadapi gerhana nanti.

1 dari 3 halaman

1. 'September 23 Sign' atau 'Revelation 12 Sign'

Kata "Revelation" di sini mengacu kepada kitab Wahyu, bagian terakhir dalam Alkitab.

Jika kita menelusuri "September 23 Sign" di YouTube, maka kita bisa melihat ada beberapa video yang mencoba mengkaitkan gerhana itu dengan kejadian astronomis yang akan menyusul pada 23 September.

Disebutkan bahwa kesejajaran planet-planet dan bintang-bintang pada hari itu adalah hal yang dibahas dalam kitab Wahyu 12 ayat 1 dan 2 dalam Alkitab.

Demikian bunyinya, "(1) Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. (2) Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan."

Pada hari itu, matahari akan berada dalam konstelasi (gugusan bintang-bintang) Virgo -- yaitu virgin atau perawan. Bulan akan berada dekat kaki Virgo, Jupiter berada dalam Virgo, sedangkan Venus, Mars, dan Merkuri akan berada di atas dan kanan Virgo -- dalam konstelasi Leo.

Gugusan bintang dalam rasi Virgo sebagaimana dikhayalkan manusia sejak ribuan tahun. (Sumber Wikimedia Commons/Sidney Hall)

Sebagaimana disebutkan dalam EarthSky, posisi-posisi itu memang benar, Sungguh pemandangan yang cantik, tapi sebenarnya tidak sedemikian penting juga.

Bahkan buku "Answers in Genesis" (AiG) menyebutkan tidak ada yang sedemikian penting dengan kejadian itu -- setidaknya dalam hal ramalan kiamat.

Padahal, buku AiG itu ditulis oleh beberapa orang yang percaya bahwa Bumi hanya berusia 6 ribu tahun dan secara harfiah meyakini penciptaan selama 6 hari.

Lebih daripada itu, menurut AiG, konstelasi Leo memiliki lebih dari 9 bintang, tergantung dari peta konstelasi yang dipakai sebagai acuan.

Apalagi kita paham bahwa konstelasi Leo hanya sekadar garis-garis pada peta yang digambar oleh manusia ribuan tahun lalu. Masing-masing bintang yang termasuk dalam gugusan Leo berjarak beberapa tahun cahaya.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Teori Planet X

Nancy Lieder mengaku mengetahui adanya Planet X (Nibiru) yang disembunyikan NASA. (Sumber Wikimedia Commmons)

Melalui teori inilah kita memasuki saling tindih antara ramalan dan persinggungan dengan teori konspirasi yang misterius.

Seperti dijelaskan dalam IFL, Teori Planet X menyebutkan adanya planet tak dikenal – yang terkadang disebut "Nibiru" -- yang keberadaannya disembunyikan oleh NASA. Planet itu disebut-sebut akan memusnahkan manusia ketika bertubrukan dengan Bumi.

Teori itu pertama kalinya menjadi perhatian pada 1995 dan pertama kalinya digagas oleh Nancy Lieder. Wanita itu mengaku memiliki implan dalam otaknya sehingga bisa berbicara dengan alien. Pada awalnya, ia yakin Nibiru akan membinaskan manusia pada 2003.

David Meade, seorang pendukung teori konspirasi, menggabungkan September 23 Sign dan teori Planet X menjadi meta-teori yang menggagas bahwa gerhana mendahului kedatangan Planet X yang membawa kiamat.

Dalam bukunya yang terkini "Planet X – The 2017 Arrival", (Meade) berpendapat bahwa planet itu akan bergeser mendekati Bumi oleh gravitasi dari bintang kembaran matahari.

Berdasarkan kesejajaran bintang-bintang, ia menduga hal itu akan terjadi 33 hari setleah kita pertama kalinya melihat planet yang dimaksud pada hari terjadinya gerhana, 21 Agustus.

Teori itu tidak susah dibantah karena faktanya, tidak ada Nibiru atau Planet X yang disebut-sebut itu.

Pembelajaran

Memang alamiah bagi manusia ketika ia memberi bobot kepada sesuatu yang sebenarnya rutin saja. Misalnya, jika kita melihat ada bintang jatuh di malam hari pernikahan kita, tentu saja kita akan terus mengingatnya seumur hidup.

Tapi, puluhan ribu orang lain yang juga melihat bintang jatuh itu mungkin malah menjadi galau, kata mereka, “Wah, ada bintang jatuh.” Mereka kemudian melanjutkan kegiatan seperti biasa.

Gerhana matahari ini menjadi penting karena indah dilihat dan secara relatif memang jarang terjadi. Tapi, sebagaimana puluhan ribu gerhana yang sudah terjadi sejak Homo sapiens turun dari pohon, maka gerhana ini pun datang dan pergi tanpa ada kejadian lainnya.

Gerhana matahari tak akan berpengaruh apapun, Bulan akan melanjutkan lintasannya di angkasa dan hidup manusia berjalan terus. 

Artikel Selanjutnya
Nibiru Tabrak Bumi dan Picu Kiamat 20 September, Fakta atau Hoax?
Artikel Selanjutnya
Tahukah Anda? 4 Hal Aneh Ini Bisa Terjadi Saat Gerhana