Sukses

5 Misteri Antartika: Atlantis hingga Markas Rahasia Nazi

Liputan6.com, Jakarta - Antartika, dulu dan kini, masih menyimpan misteri. Penyebabnya, sulit bagi manusia untuk menjamah seluruh wilayah yang merupakan daratan paling beku di muka Bumi.

Bagi ilmuwan, jika selubung misteri itu berhasil disingkap seutuhnya, fakta-fakta sains baru dapat terungkap. Selain dugaan banyaknya organisme yang belum teridentifikasi, benua beku itu juga berperan seperti 'kapsul waktu' yang menyimpan dan mengawetkan serpihan bukti kehidupan purbakala.

Namun bagi kelompok lain, seperti pegiat teori konspirasi, daratan es di ujung paling selatan Bumi itu --diduga-- turut menyimpan bukti atas sejumlah misteri sensasional. Mereka meyakini bahwa di Antartika tersimpan beberapa bukti seperti keberadaan peradaban purbakala yang hilang hingga 'jejak kehadiran' Alien di Bumi.

Dari sejumlah contoh, berikut 5 misteri Antartika, baik yang bersifat sains hingga berbau konspiratif, seperti yang Liputan6.com rangkum dari News.com.au, Kamis (10/8/2017):

 

1 dari 6 halaman

1. Air Terjun Darah

Air Terjun Darah Antartika (Public Domain)

Misteri air terjun darah di Antartika telah terpecahkan. Sebelumnya, selama bertahun-tahun para peneliti dibuat bingung dengan aliran berwarna merah yang mengalir di atas Taylor Glacier.

Air terjun itu pertama kali ditemukan oleh ahli geologi Australia, Griffith Taylor pada 1911. Awalnya, warna aneh pada air terjun itu diyakini karena alga merah.

Pada 2003, hampir 100 tahun setelah Taylor menemukan air terjun itu, para peneliti berteori bahwa warna merah disebabkan karena oksidasi besi dan air yang kemungkinan berasal dari danau air asin bawah tanah.

Para peneliti dari University of Alaska Fairbanks dan Colorado College akhirnya mengonfirmasi oksidasi tersebut dalam sebuah studi yang dipublikasi pada pekan ini di Journal of Glaciology.

Dikutip dari Sfgate, dengan menggunakan ekolokasi (echolocation) untuk melacak aliran air, peneliti menemukan danau berusia 5 juta tahun di bawah Taylor Glacier. Menurut para ilmuwan, ketika air danau keluar ke permukaan, air asin teroksidasi saat bersentuhan dengan udara.

Lebih mengejutkannya lagi, air tersebut masih berbentuk cairan meski berada di dalam gletser yang membeku.

"Taylor Glacier saat ini merupakan gletser terdingin yang airnya mengalir terus-menerus," ujar rekan penulis Christina Carr.

Dilansir National Geographic, danau di bawah gletser itu memiliki konsistensi yang sangat asin. Karena air asin memiliki titik beku lebih rendah dari air murni dan melepaskan panas saat membeku, air tersebut melelehkan es dan memungkinkan sungai mengalir.

Hal tersebut membuat gletser dapat mendukung adanya aliran air. Selain itu Taylor Glacier juga menjadi gletser terdingin di Bumi dengan air yang selalu mengalir.

Studi tersebut juga mengukur jumlah air garam kaya zat besi dalam air sungai. Berdasarkan penelitian, kandungan air asin meningkat saat mendekati air terjun.

 

2 dari 6 halaman

2. Lokasi Kota Hilang Atlantis?

Temuan baru-baru ini mengungkapkan keberadaan dua kota penting Mesir Kuno yang sekarang berada di bawah permukaan air. (Sumber @CultureTrip dan @mlwrose via Twitter)

Para penggagas teori konspirasi dan bahkan beberapa ilmuwan menyebutkan bahwa benua beku itu adalah rumah bagi Kota Hilang Atlantis yang melegenda.

Sebuah teori ilmiah menyebutkan bahwa pada suatu masa, Antartika dulunya bukan kawasan es. Lokasi yang dulu diduga subur itu merupakan di rumah bagi suatu peradaban purba.

Dugaan itu didasari atas 'Teori Pergeseran Lempeng'. Menurut teori itu, lempeng yang membentuk benua Antartika, 12 ribu tahun lalu, terbebas dari es, sehingga dapat dihuni oleh manusia.

Seiring waktu, lempeng itu mengalami pergeseran ke selatan Bumi, membuatnya minim disinari panas cahaya matahari. Lantas, temperatur dingin dan iklim yang membeku pun mendominasi.

Dan masyarakat 'prasejarah' di sana kemudian lenyap karena datangnya Zaman Es yang membekukan benua tersebut.

Sebagian menduga bahwa peradaban yang lenyap itu adalah Atlantis, suatu kota yang didirikan oleh orang-orang setengah dewa yang pertama kali disebutkan oleh filsuf Yunani, Plato, pada 360 SM.

Dugaan keberadaan kota yang hilan itu turut didukung oleh sebuah peta kuno yang dikenal dengan peta Piri Reis yang dibuat pada 1513. Peta itu menggambarkan eksistensi pantai yang tidak membeku, --namun info itu dibantah banyak ilmuwan.

Selain itu, sejumlah foto NASA dan pencitraan satelit Google Earth turut menambah bukti keberadaan peradaban lampau. Foto itu nampak menunjukkan bekas-bekas hunian manusia di bawah es.

Gambar-gambar itu diambil menggunakan fotografi pengindraan jauh untuk misi Operation Ice Bridge di Antartika. Ada tampilan-tampilan yang mungkin saja merupakan suatu kota.

Gambar-gambar Google Earth juga ditengarai menampilkan sebuah piramid menyembul di tengah-tengah tundra, yang oleh sejumlah orang disebut-sebut sebagai bukti kemanusiaan yang pernah hidup di sana dan membangun struktur buatan manusia.

 

3 dari 6 halaman

3. Markas Rahasia Nazi Jerman?

Adolf Hitler ketika memberikan hormat ala Nazi (AP)

Teori tersebut datang dari kelompok pemburu UFO, SecureTeam10, yang mengklaim bahwa Nazi membangun markas rahasia di Antartika selama Perang Dunia II dan didesain untuk pendaratan UFO.

Anomali misterius itu terbentang sekitar 240 kilometer dan mencapai kedalaman maksimum hingga 850 meter.

"Hingga hari ini, ilmuwan tidak memiliki ide atau cara untuk menemukan apa yang terkubur jauh di bawah lapisan es tebal ini. Benua ini telah diselimuti misteri tersendiri selama bertahun-tahun," ujar SecureTeam10.

Kelompok itu juga memaparkan teorinya mengenai markas UFO Nazi di Antartika.

"Terdapat beberapa bukti dalam beberapa tahun terakhir, dengan gambar yang dimaksudkan untuk menunjukkan berbagai pintu masuk tanpa sesuatu yang dapat terbang dan bentuk yang sama seperti lubang itu sendiri?"

"Hal itu menimbulkan pertanyaan: bagaimana Anda memasuki pintu masuk tanpa sesuatu yang dapat terbang dan memiliki bentuk yang sama dengan lubang itu sendiri?"

Pencetus teori konspirasi itu juga membahas kemungkinan bahwa Angkatan Laut AS memimpin sebuah misi untuk menyelidiki anomali misterius itu.

Mereka mengklaim misi yang dijuluki Operation High Jump itu merupakan cara untuk menemukan pintu masuk menuju dunia tersembunyi di bawah Bumi.

Dikutip dari Daily Mail, bentuk aneh di Antartika yang dijuluki Wilkes Land, pertama kali ditemukan oleh satelit NASA pada 2006. Beberapa peneliti meyakini anomali itu merupakan hasil dari hantaman asteroid berukuran dua kali dari asteroid yang memusnahkan dinosaurus.

"Benturan Wilkes Land lebih besar dari hantaman yang memusnahkan dinosaurus, dan kemungkinan menyebabkan bencana besar kala itu," ujar Profesor Ilmu Geologi di Ohio State University, Ralph von Frese, ketika pertama kali menemukan kawah tersebut pada 2006.

"Perubahan lingkungan yang kemungkinan disebabkan benturan kumngkinan menciptakan lingkungan yang sangat membakar kulit dan benar-benar sulit untuk menanggungnya."

"Jadi masuk akal bahwa banyak kehidupan menjadi punah pada saat itu," imbuh von Frese.

 

4 dari 6 halaman

4. Barisan Gunung 'Tersembunyi'

Pemandangan retakan di gunung es raksasa Antartika. (Foto: NASA)

Hasil eksplorasi tim peneliti Uni Soviet pada 1958 berhasil menemukan barisan pegunungan gletser di Antartika. Gunung itu diberi nama Gamburtsev Mountain Range --dari nama seorang ilmuwan geofisika Soviet Grigoriy Gamburtsev-- dan diketahui memiliki ketinggian 3.400 meter.

Barisan pegunungan itu terletak di timur Antartika, di bawah Dome A dekat dengan Southern Pole of Inaccessibility, yang juga merupakan lokasi fasilitas riset Soviet. Menurut tinjauan, barisan gunung itu membentang sejauh 1.200 km dengan titik puncak setinggi 2.700 meter.

Akan tetapi, jika menginjakkan kaki di sana, akan tak terasa seperti sedang berada di kawasan pegunungan. Karena, sejauh mata memandang, lokasi nampak seperti daratan Antartika pada umumnya.

Ternyata, menurut telaah, Gamburtsev terkubur sejauh 600 meter di bawah lapisan salju tebal. Sehingga, selisih ketinggian antara lembah dengan puncak tak santer terlihat, membuatnya nampak seperti daratan biasa.

Hingga kini ilmuwan belum mampu mengetahui proses pembentukan gunung itu. Diduga, Gamburtsev Mountain telah terbentuk sejak 34 juta hingga 500 juta tahun yang lalu.

 

5 dari 6 halaman

5. Situs Jatuhnya Asteroid atau Markas UFO?

Ilustrasi UFO (iStock)

Anomali besar dan misterius dianggap mengintai di bawah daratan beku di Wilkes Land, Antartika Timur yang ditemukan pada 2006. Area itu ditemukan ketika satelit NASA melihat perubahan gravitasi yang mengindikasikan adanya benda besar yang berada di tengah kawah sepanjang 480 km.

Salah satu tim NASA menilai bahwa itu adalah sisa-sisa asteroid masif yang berukuran lebih dari dua kali ukuran batuan angkasa Chicxulub --meteor pemusnah Dinosaurus.

Jika penjelasan ini benar, bisa jadi batu antariksa itu merupakan asteroid raksasa yang mengakibatkan kepunahan di era Permian - Triassic yang membunuh 96 persen mahluk laut dan sampai 70 persen organisme vertebrata yang hidup di darat.

Namun, sejumlah komunitas pegiat teori konspirasi muncul dengan gagasan 'gila' mereka, yang mengklaim bahwa kawa itu bisa jadi merupakan basis UFO yang sangat besar atau portal ke dunia bawah misterius yang disebut Bumi Berongga.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Nibiru Tabrak Bumi dan Picu Kiamat 20 September, Fakta atau Hoax?
Artikel Selanjutnya
Ilmuwan Temukan Kembali Fosil Naga Laut Terbesar di Dunia