Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Narkoba, Seks Liar...Ini 8 'Rahasia Kotor' Playboy Mansion

Liputan6.com, Jakarta - Selama beberapa dekade, Playboy Mansion menjadi tempat bercokol para penggila pesta Hollywood. Hadirin perlu undangan khusus ke pesta-pesta di sana sehingga terkesan eksklusif.

Tapi, salah berpakaian, candaan yang basi, maupun interaksi canggung dengan Playmate dapat menjadi alasan seseorang dilarang datang lagi.

Dalam beberapa tahun belakangan, merk Playboy semakin redup, terutama karena Hugh Hefner sudah berusia 91 tahun dan sekarang ini sudah lebih senang menonton film bersama teman dan beberapa kekasih.

Mengingat jenis hiburan yang disuguhkan oleh majalah Playboy, jangan heran kalau Playboy Mansion pun bergelimang seks dan pesta liar. Colin Farrell, misalnya, senang melakukan seks di luar ruang. Atau Owen Wilson yang disebut-sebut jagoan ketika sedang beramai-ramai di ranjang.

Tapi, Jack Nicholson (80) yang menjadi seorang pengunjung tetap, mengaku bahwa, walaupun ia sudah tidur dengan lebih dari 2.000 wanita dalam hidupya, reputasi sebagai playboy merusak kehidupan cintanya.

Disarikan dari therichest.com pada Rabu (9/8/2017), berikut ini adalah sejumlah informasi kegilaan pesta seks dan narkoba yang berlangsung di Playboy Mansion:

1 dari 9 halaman

1. Seks Bersama 10 Wanita Sekaligus

Kendra Wilkinson, Bridget Marquardt, dan Hugh Hefner. (Wikimedia Commons)

Pada usia 91 tahun, tidak terbayang jumlah wanita yang pernah tidur bersama Hugh Hefner. Apalagi, ia dikenal senang pamer beberapa kekasih sekaligus walaupun mengaku sebagai seorang yang setia ketika ia masih menikah.

Ia kemudian melampiaskan diri ketika melajang lagi dan yakin pernah melakukan hubungan seks dengan lebih dari 1.000 wanita.

Pada 2004, mantan bunny Playboy bernama Jill Ann Spaulding mengungkapkan beberapa rahasia seks tentang Hugh Hefner dalam bukunya "Jill Ann: Upstairs."

Salah satu rahasianya adalah kemampuan Hefner untuk melakukan seks dengan banyak wanita dalam semalam. Tentu saja, pada usianya sekarang, ia tidak mampu melakukannya secara alamiah dan mendapat bantuan Viagra.

Hefner berbaring di ranjang dan tiap wanita bergiliran melakukan seks dengannya selama 1 hingga 2 menit sebelum digantikan oleh wanita berikutya.

Hubungan seks beramai-ramai itu dilakukan tanpa perlindungan. Menurut Jill Ann Spaulding, tidak ada satupun di antara pelaku – baik Hugh maupun para wanita kencannya – yang pernah menjalani uji penyakit karena ia tidak peduli.

2 dari 9 halaman

2. Seks ala Leonardo DiCaprio

Ilustrasi kerumunan monyet dalam penangkaran. (Sumber Wikimedia Commons)

Leonardo DiCaprio menjalani hidup yang luar biasa. Ia memulai karir saat masih muda melalui siaran-siaran iklan televisi dan opera sabun hingga akhirnya benar-benar sukses secara komersial melalui film What's Eating Glibert Grape.

Setelah itu ia melaju terus dengan Basketball Diaries, Romeo + Juliet, dan Titanic. Film Titanic menjadi film peraup keuntungan kotor tertinggi hingga munculnya Avatar pada 2009.

Hanya sedikit filmnya yang buruk -- diduga disebabkan peran-perannya berlangsung di bawah arahan sutradara Martin Scorsese yang piawai dan mumpuni.

DiCaprio secara terang-terangan menjalani gaya hidup bak seorang bujangan. Ketika tidak sedang mencoba menyelamatkan lingkungan hidup atau merekam film terbarunya, ia kerap terlihat di yacht miliknya bersama para supermodel dunia.

Kegandrungannya pada supermodel diduga bermula setelah meluangkan hampir semua waktu senggangnya di Playboy Mansion.

Menurut seorang mantan Playmate bernama Izabella St. James, DiCaprio cukup menjentikkan jari ketika memilih wanita yang diinginkannya.

Ia sering terlihat membawa 5 atau 6 wanita dari mansion ke tempat menginapnya.

Para wanita yang pernah tidur dengan DiCaprio sesumbar bahwa aktor ganteng itu suka menyelinap ke luar tempat menginap untuk melakukan seks dekat kandang monyet.

3 dari 9 halaman

3. Dita Von Teese Menari dalam Martini

Dita Von Teese adalah salah satu penghibur burlesque paling terkenal. (Sumber Vimeo)

Dita Von Teese adalah seorang penari burlesque masa kini dan menjadi perhatian ketika berpacaran dengan rocker Marilyn Manson. Untuk diketahui, tarian burlesque bisa dijelaskan sebagai tarian telanjang berkelas.

Von Teese adalah salah satu penghibur burlesque paling terkenal. Pertunjukkan yang paling dikenal orang adalah menari telanjang mengitari gelas martini berukuran raksasa. Tariannya ditutup dengan menceburkan tubuh telanjangnya dalam gelas tersebut yang diisi air.

Von Teese pernah berpose beberapa kali untuk Playboy sebelum ia akhirnya menjadi gadis sampul pada 2002. Pada 2003, ia diundang untuk melakukan tarian martini di mansion Playboy dalam rangkaian Dewar's 12 Playboy Lounge Tour.

4 dari 9 halaman

4. Jam Malam Bagi Para Kekasih Hefner

Hugh Hefner bersama beberapa wanita 'bunny' dalam Playboy Mansion. (Sumber Flickr/bucajack)

Kalau membayangkan Playboy Mansion, mungkin kita mengira tempat itu sebagai istana glamor bergelimang seks dan pesta. Tapi itu hanyalah branding, karena dalam kenyataannya kehidupan dalam Playboy Mansion adalah salah satu yang terberat yang dijalani oleh para mantan Playmate.

Ada beberapa aturan yang dulunya tersembunyi dari publik, tapi harus ditaati oleh para kekasih Hefner. Misalnya, jika ada yang melanggar, maka si pelanggar tidak akan diberi tunjangan selama seminggu. Mirip dengan yang dilakukan orangtua pada anak yang bandel.

Menurut Izabella St. James, mantan kekasih Hefner, aturan yang paling ketat adalah kewajiban para gadis itu untuk kembali ke Mansion sebelum jam 21.00 malam.

Satu-satunya pengecualian adalah kalau para wanita itu keluar menghadiri acara Playboy atau sedang dipamerkan oleh Hefner. Pengecualian itu biasanya terjadi pada Rabu dan Jumat.

5 dari 9 halaman

5. Anak di Bawah Umur

Laporan salah satu suasana pesta di Playboy Mansion. (Sumber Vimeo)

Menurut mantan penghuni Playboy Mansion bernama Jennifer Saginor, cukup sering ada remaja-remaja perempuan di bawah umur di properti itu. Saginor mengatakan bahwa aturan normal tidak berlaku di Playboy Mansion, apalagi kalau kita mendengar kisah masa kecil Saginor.

Saginor tinggal di Mansion bersama ayahnya ketika ia dibesarkan. Ayahnya adalah pemasok narkoba kepada Hugh Hefner dan kawan-kawannya.

Masa kecilnya sangat tidak biasa dan bertaburan Xanax, Quaaludes, dan obat-obat resep lainnya, untuk ditenggak bersama alkohol, bahkan ketika ia berusia 14 tahun.

Sebagai seorang remaja, ia telah mengalami sendiri pesta-pesta Playboy yang hanya bisa kita bayangkan. Namun demikian, Saginor bukan satu-satunya anak kecil yang hadir dalam pesta-pesta.

Pada 2014, kita mendengar beberapa tuduhan serangan seksual oleh Bill Cosby. Salah satu tuduhan dilontarkan oleh Judy Huth yang pada 1974 bertemu Cosby dalam sebuah set film ketika wanita itu masih berusia 15 tahun.

Cosby mengundang Huth ke suatu klub tenis, dilanjutkan dengan pesta di rumah Hefner. Cosby menarik celana remaja itu dan mencoba mengajaknya melakukan tindakan seksual di luar kehendak si remaja.

6 dari 9 halaman

6. Bergelimang Narkoba

Replika botol obat Quaaludes yang dulu dipakai mengatasi insomnia. (Sumber eBay)

Jennifer Saginor yang disebut sebelum ini adalah putri dari "Dr. Feelgood," seorang pria yang tinggal di Mansion sebagai pemasok Quaaludes, obat nyeri, stimulan, obat anti-depresi, dan Viagra untuk Hugh Hefner, beberapa wanita bunny, dan para tamu lain.

Amfetamin dibagikan secara reguler kepada para wanita bunny untuk membantu mereka melakukan diet dan menjaga berat badan yang ideal menurut Hefner.

Dalam pesta-pesta Playboy Mansion, mariyuana dihisap di mana-mana. Narkoba yang lebih keras, semisal kokain, tidak diijinkan dipakai di depan umum. Para pesohor Hollywood mencari tempat agak tersembunyi untuk menyedot kokain, lalu kembali ke kerumunan pesta.

Alasannya bukan karena Hefner tidak setuju dengan narkoba, tapi lebih kepada menjaga citra. Coba bayangkan kalau ada kerumunan orang beramai-ramai menyedot kokain di dapur rumah sambil disaksikan banyak orang lain di sekitarnya.

Sekarang ini, penggunaan narkoba sepertinya telah dikurangi dan pesta-pesta mulai berkurang. Wanita-wanita bunny juga tidak dipaksa lagi menenggak amfetamin.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

7 dari 9 halaman

7. Berpura-pura Pesta Lesbian

Pesta Helloween. (Sumber Pinterest)

Holly Madison adalah salah satu mantan kekasih Hefner sekaligus bintang untuk acara realitas Girls Next Door. Pada 2015, ia menerbitkan memoir berjudul "Down The Rabbit Hole: Curious Adventures and Cautionary Tales of a Former Playboy Bunny."

Buku itu langsung menjadi nomor satu dalam daftar New York Times Bestseller list.

Wanita itu mencoba mendapatkan undangan ke Playboy Mansion ketika ia berusia 21 tahun dan masih kerja di Hooters. Akhirnya, ia menarik perhatian Hefner dan beberapa minggu kemudian diundang untuk tinggal dalam Mansion. Madison kemudian mengencani Hefner selama 7 tahun.

Ketika pindah ke Mansion, Hefner telah berusia sekitar 75 tahun. Dengan demikian, ia menganggap tidak banyak yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan seksual pria gaek tersebut.

Para kekasih lain di Mansion memberitahu caranya, yaitu bahwa mereka tidak harus melakukan seks dengan Hefner. Ada trik tertentu.

Hefner gemar melihat wanita-wanita kekasihnya saling menikmati satu sama lain di ranjang walaupun mereka bukan biseksual. Dalam keadaan demikian, Hefner bisa memuaskan diri sendiri.

Kalau memang ingin melakukan hubungan seks, para kekasihnya membujuk agar ia melakukannya dengan kekasih terbaru. Untuk menghindar dari melakukan seks dengan Hefner, wanita-wanita itu berpura-pura sedang melakukan seks sesama mereka.

Ruangnya cukup gelap sehingga Hefner tidak bisa benar-benar melihat apa yang mereka lakukan sehingga banyak yang berpura-pura amat kegirangan daripada yang sebenarnya.

Pada malam pertama tiba di kamar Hefner, Madison teringat pernah mendapatkan nasehat yang dibisikkan di telinganya,"Palsukan seksnya."

8 dari 9 halaman

8. Hefner Suka Menenggak Quaaludes

Hugh Hefner dalam acara Girls Next Door. (Sumber Playboy Enterprises/Elayne Lodge)

Hugh Hefner adalah seorang penggemar berat Quaaludes, demikian menurut seorang mantan kekasihnya.

Pada 1970-an, obat dengan nama generik methaqualone itu diberikan kepada pasien sebagai penanganan mengatasi insomnia. Tapi, pasien kemudian mendapati bahwa, jika ia tetap terbangun, mereka teler secara khas.

Obat itu kemudian menjadi populer di kalangan hippies dan para petualang lain yang penasaran dengan obat-obatan baru sehingga dilarang oleh pihak berwenang di berbagai bagian dunia.

Dalam buku memoir Holly Madison itu, si mantan wanita bunny mengungkapkan bahwa Hefner pertama kalinya menawarkan Quaaludes ketika mereka pesta klub bersama. Menurut istilah Hefner, di tahun 1970-an Quaaludes disebut sebagai "pembuka selangkangan."

Namun demikian, Kendra Wilkinson yang tampil bersama Holly Madison dalam serial Girls Next Door, membantah tuduhan penggunaan Quaalude oleh Maddison.

Sebagian wawancara dalam acara radio Man Cow, Kendra Wilkinson mengatakan bahwa Hefner telah meniduri ribuan wanita sehingga tidak memerlukan Quaalude demi mendapatkan seks.

Artikel Selanjutnya
Polisi: 70 Persen Pemicu Artis Terjerat Narkoba karena Pergaulan
Artikel Selanjutnya
Terjerat Narkoba, Foto Ello dan Tora Akan Dipajang di Museum Ini