Sukses

6 Alasan Kuat untuk Tidak Menginjakkan Kaki di Korea Utara

Liputan6.com, Jakarta - Korea Utara dianggap sebagai negara yang terus menciptakan ketegangan di seluruh dunia, misalnya dengan uji coba rudal.

Sebagai negara tertutup, berbagai hal yang terjadi di dalam negeri itu merupakan misteri. Tapi beberapa hal telah terkuak ke dunia luar.

Misalnya, Korea Utara melakukan hukuman kepada 3 generasi untuk suatu kesalahan terhadap pemerintah.

Hukuman dijatuhkan kepada seluruh keluarga sehingga generasi ke-2 dan 3 lahir dan meluangkan seumur hidup mereka di kamp kerja paksa Kaechon.

Selain itu, internet juga menjadi barang larangan kecuali bagi kelompok istimewa dalam lingkaran kekuasaan.

Jadi, warga tidak bisa menerima kabar dari luar dan sebaliknya segala penderitaan dari dalam Korea Utara jarang terdengar di luar.

Disarikan dari wonderslist.com pada Selasa (8/8/2017), berikut ini adalah sejumlah hal lain yang membuat kebanyakan orang enggan tinggal di Korea Utara:

1 dari 7 halaman

1. Larangan Blue Jeans

3 Daftar jins termahal di dunia

Jangan pernah berpikir mengenakan celana gombrong kesukaan berbahan blue jeans kesukaan kita ketika berada di Korea Utara.

Menurut Kim Jong-un, blue jeans adalah bentuk paling jelas bagi perlambang imperialisme Amerika Serikat (AS) sehingga harus dilarang.

Terdengar janggal bahwa sepotong celana dengan warna tertentu menjadi simbol AS. Tapi, untuk menjaga nyawa, lebih baik dituruti saja.

2 dari 7 halaman

2. Alkohol Dibayar Nyawa

Ilustrasi Foto Minuman Keras Vodka (iStockphoto)

Kita sering mendengar bahwa alkohol dalam jumlah yang berlebih berisiko kepada kesehatan, bahkan dapat membawa maut karena keracunan alkohol.

Di Korea Utara, alkohol jelas dapat menghilangkan nyawa. Sebelum alkohol itu masuk ke dalam organ-organ tubuh kita dan membawa penyakit, kemungkinan besar pemerintah sudah menjatuhkan hukuman mati.

Alkohol hanya diperuntukkan bagi acara-acara istimewa untuk kalangan tertentu. Tapi anehnya, mariyuana merupakan barang legal di negeri terpencil tersebut.

3 dari 7 halaman

3. Salah Bicara Berarti Mati

Di Korea Utara, seseorang dilarang berbicara melawan pemerintah. (Sumber Flickr/yoshiffles)

Di sejumlah negara pernah beredar meme Kim Jong-un dengan kalimat "lucu sudah tidak lucu lagi." Ya, karena dilarang bicara secara sarkasme di Korea Utara.

Hukuman yang diterima bukan sekedar tilang atau denda, tapi nyawa.

Senada dengan itu, seseorang dilarang berbicara melawan pemerintah. Jadi, jangan tanya kenapa dilarang mengenakan blue jeans, misalnya.

4 dari 7 halaman

4. Kurang Hiburan

Kelompok penyanyi perempuan Korea Utara Moranbong Band. (AP)

Salah satu yang juga menyesakkan di Korea Utara adalah larangan bagi warga biasa untuk menonton siaran televisi asing. Dapat diduga, hukuman bagi pelanggaran larangan itu adalah hukuman mati.

Di Korea Utara juga dilarang memainkan musik, kecuali yang ditugaskan negara. Lagu-lagu wajib biasanya berisi pemujaan kepada komunisme dan sang pemimpin negeri, Kim Jong-un.

Seorang mantan petinggi bernama Ji Hae Nam melakukan kesalahan dengan menyanyikan lagu Korea Selatan dalam suatu pesta Natal.

Wanita itu diganjar penjara selama 3 tahun, lengkap dengan serangan-serangan seksual, kerja paksa, kelaparan, dan hajaran-hajaran hingga tidak bisa bangkit selama 1 bulan.

Ia bersaksi tentang semua itu di hadapan Kongres AS setelah berhasil melarikan diri dari negeri tersebut.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

5 dari 7 halaman

5. Larangan ke Luar Negeri

Air Koryo, maskapai penerbangan komersil pertama milik Korea Utara (AFP)

Dengan begitu banyaknya larangan dan aturan, mungkin terpikir untuk sekali-sekali bepergian ke luar negeri demi melepas penat dan berganti suasana.

Sayangnya, warga Korea Utara dilarang bepergian ke luar negeri, kecuali untuk keperluan khusus semisal Olimpiade.

Warga yang mencoba melarikan diri dan gagal ke Korea Selatan akan dijatuhi hukuman mati. Demikian juga dengan warga mencoba hal serupa ke China.

Tapi, dilarang mengeluh karena ada larangan melawan pemerintah, bukan?

6 dari 7 halaman

6. Larangan Beragama

Monumen Mansudae. (Sumber Wikimedia/Bjørn Christian Tørrissen via Creative Commons)

Korea Utara bukanlah tempat yang bebas kalau bicara soal agama. Warga tidak bisa melakukan praktik agama apapun kecuali kalau memang berniat mengantar nyawa.

Yang dimaksud dengan agama apapun memang berarti agama apapun, tanpa kecuali. Yang menjadi agama di Korea Utara adalah sang pemimpin besar. Warga pun harus bersujud menyembah.

Artikel Selanjutnya
10 Fakta Kekejaman di Korea Utara, Beruntung Tak Jadi Warga Sana
Artikel Selanjutnya
3 Alasan Mengapa AS Sulit Menyerang Korea Utara