Sukses

Ini 5 Ramalan 'Mengerikan' Ilmuwan untuk Tahun 2050

Liputan6.com, Sydney - Manusia dilarang menyetir kendaraan sama sekali, Anda wajib berbicara keras di dalam ruangan, dan harus mengunjungi dokter setiap hari.

Gambaran itu bukanlah serial televisi fiksi sains tentang masa depan, melainkan kenyataan yang bisa terjadi pada tahun 2050 -- 33 tahun lagi.

Itulah yang dikemukakan oleh ilmuwan Artificial Intelligence (AI),Profesor Toby Walsh dalam bukunya yang terbaru, It’s Alive!: Artificial Intelligence from the Logic Piano to Killer Robots.

Dikutip dari News.com.au pada Selasa (8/8/2017), prediksi liar sang profesor termasuk dalan bidang transportasi, hiburan, dan kesehatan.

Walsh percaya pada 2050 akan ada perubahan signifikan terhadap kehidupan sehari-hari manusia dengan meningkatnya kecerdasan buatan atau AI.

"Kekuatan komputerisasi akan meningkat ribuan kali pada tahun 2050," tulis Profesor Walsh.

Berikut adalah 5 prediksi ilmuwan dan pengajar dari University of New South  Wales Australia:

1. Orang Dilarang Mengemudi

Profesor Walsh memprediksi pada tahun 2050 manusia dilarang mengemudi. "Mobil pintar secara fundamental mengubah keamanan berkendara," tulisnya.

"Di seluruh dunia lebih dari satu juta orang tewas dalam kecelakaan mobil tiap tahunnya. Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 33 ribu nyawa akan melayang di jalanan di tahun depan," lanjut Walsh.

Taksi tanpa sopir atau kendaraan otonom ketika uji coba di jalan raya Singapura, Kamis (25/8). Untuk tahap awal, mobil taksi tersebut hanya bisa beroperasi di radius 4 kilometer persegi di zona yang dinamakan one-north. (REUTERS/Edgar Su)

Meski demikian, perhatian terhadap isu kecelakaan jalan raya tak sebesar pada transportasi massal lainnya.

"Jika Boeing 747 yang terisi penuh penumpang jatuh setiap minggu, kita akan berteriak, menuntut agar keamanan penerbangan ditingkatkan. Tapi karena kecelakaan mobil terjadi di ratusan dan ribuan tempat yang berbeda, sepertinya kita tidak memperhatikannya."

Sekitar 95 persen kecelakaan terjadi karena kesalahan pengemudi -- orang-orang ngebut, minum alkohol saat mengemudi, dan mengirim SMS saat berada di belakang setir.

"Kita mengambil risiko yang tidak seharusnya," kata Profesor Walsh.

"Jika bisa membebaskan manusia dari lingkaran setan kecelakaan macam itu, kita bisa membuat jalan lebih aman."

1 dari 5 halaman

2. Konsultasi Dokter Setiap Hari

Profesor Walsh percaya di masa depan manusia mencari saran medis setiap hari, dan dokter yang dijumpai berupa komputer -- bukan manusia.

Kita akan memakai jam kebugaran yang memonitor denyut nadi, tekanan darah, kualitas tidur, olahraga, dan vital lainnya.

Aksesori multifungsi, liontin sebagai monitor kesehatan. Sumber: bustle.com.

 

"Perangkat itu juga akan mengawasi jika kita terjatuh dan meminta bantuan jika Anda pingsan," kata Profesor Walsh.

"Toilet Anda akan secara otomatis menganalisa urin dan tinja Anda. Ponsel cerdas akan secara teratur memotret Anda, untuk lebih mengawasi kesejatan pemiliknya. Misalnya, mengidentifikasi melanoma kulit yang dicurigai dan memantau kesehatan mata Anda. "

Menurut Profesor Walsh, komputer kita juga akan mengenali tanda-tanda awal demensia, parkinson, stroke dan bahkan flu biasa.

 

2 dari 5 halaman

3. Avatar Marilyn Monroe

Profesor Walsh yakin, pada masa depan, bintang Hollywood Marilyn Monroe akan kembali membintangi film baru, meski artis seksi itu sudah meninggal.

Menurut sang ilmuwan, pada masa depan orang biasa akan mudah membuat film atau menjadi bintang.

Banyak foto Monroe dalam koleksi Barris pernah dilihat sebelumnya, tapi set lengkap foto yang dimaksud belum pernah diterbitkan sebelumnya. (Sumber Paddle8/George Barris)

"Tentu saja, itu bukan Marilyn yang sebenarnya tapi seorang avatar yang diprogram untuk berbicara dan bertindak seperti dia. Filmnya juga akan akan interaktif, ceritanya akan tergantung pada apa yang Anda lakukan atau katakan, "kata Profesor Walsh.

"Hollywood dan industri gim komputer akan bergabung menjadi satu. Film akan membenamkan kita di dunia yang tak nyata."

3 dari 5 halaman

4. Komputer Menjadi Bos

Di masa depan, komputer bisa bertanggung jawab untuk mempekerjakan bahkan memecat kita. Profesor Walsh bahkan berpikir, itu mungkin sudah terjadi saat ini.

"Kita sekarang sudah mempercayakan pada komputer dalam hal perjodohan dengan pasangan, padahal itu adalah salah satu keputusan terpenting yang pernah dibuat dalam hidup," katanya.

Tak hanya soal asmara. Walsh menambahkan, komputer pada masa depan akan menjodohkan kita dengan pekerjaan dan karier. 

Ilustrasi unggahan jiwa manusia ke dalam sistem komputer. (Sumber Wikia)

"Ada argumen bahwa menjodohkan seseorang dengan pekerjaan adalah hal yang lebih mudah daripada menjodohkan orang satu sama lain."

Profesor Walsh, mengatakan komputer akan melihat kualifikasi dan keahlian untuk mencocokkan Anda dengan pekerjaan.

Saat ini, keputusan mengenai apakah sebuah perusahaan memecat atau mempekerjakan Anda tidak bergantung pada komputer semata, tapi ada orang di balik keputusan itu. Namun, komputer akan mengambil alih tugas manajerial, seperti menyetujui pengajuan cuti, memberi penghargaan atas pekerjaan kita, dan menjadwalkan kegiatan.

4 dari 5 halaman

5. Berbincara dengan Ruangan

Profesor Walsh memprediksi pada tahun 2050 kita akan berbicara dengan ruangan dan menyampaikan banyak perintah.

Manusia akan bisa meminta agar lampu dinyalakan, bahkan menanyakan siapa pemenang sepak bola di malam sebelumnya.

"Dan Anda akan mengharapkan perangkat yang ada di ruangan untuk memberikan jawaban. Mungkin itu TV, stereo, atau bahkan kulkas, "katanya.

Perangkat tersebut akan mengenali suara Anda, untuk otentifikasi akses ke kalender pribadi, bahkan ke depan akan mengerti tentang Anda -- misalnya untuk mengetahui hasil sepak bola tim mana yang informasinya harus dicari."

Profesor Walsh mengatakan, diperkirakan orang tidak akan menerima perubahan tersebut dan ingin menjalani kehidupan seperti biasa.

Namun, kata dia, di sisi lain banyak orang akan menghubungkan semua perangkat di rumah mereka ke internet.

"Internet of Things diprediksi memiliki lebih dari 200 miliar perangkat pada tahun 2020," katanya.

"Akan ada puluhan perangkat untuk setiap orang. Karena banyak perangkat tersebut tidak memiliki layar, antarmuka (interface) berupa percakapan akan lebih biasa di masa depan." 

 

 

Artikel Selanjutnya
Ada Bukti Ritual Kanibalisme di Kerangka Manusia Zaman Batu
Artikel Selanjutnya
Komet Ini Akan Mendatangkan Kiamat bagi Bumi?