Sukses

Got hingga Atap Toilet, Ini 5 Tempat Aneh yang Disulap Jadi Rumah

Liputan6.com, New York - Dalam hidup, kita sering mendengar istilah kebutuhan premier yang terdiri dari sandang, pangan dan papan. Sebagai manusia kita sangat memerlukan ketiga hal tersebut untuk kelangsungan hidup.

Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia. Kebutuhan manusia yang terus meningkat menyebabkan ilmu pengetahuan dan teknologi juga semakin maju.

Sandang adalah pakaian yang diperlukan oleh manusia sebagai makhluk berbudaya. Pangan adalah asupan makanan dan papan merupakan kebutuhan manusia untuk membuat tempat tinggal.

Namun, beberapa permasalahan seperti keterbatasan ekonomi membuat sebagian manusia dimuka bumi tak dapat memenuhi segala kebutuhan pokok tersebut.

Seperti contoh, ada banyak gelandangan di luar sana yang tak memiliki tempat tinggal. Luntang-lantung ke sana ke mari, berpindah-pindah tempat hanya sekedar mencari tempat peristirahatan.

Pada kondisi seperti ini, tak heran jika ada saja beberapa orang yang menyulap tempat apapun sebagai rumah. Meski terdengar aneh, jorok dan menjijikkan, orang-orang ini tak memiliki pilihan lain.

Seperti dilansir dari laman Listverse.com, Sabtu (5/8/2017), berikut 5 tempat aneh yang dijadikan sebagai tempat tinggal:

1 dari 6 halaman

1. Ruang Bawah Tanah

Pada 2015, seorang tunawisma bernama Yosue Joel Rios ditangkap oleh pihak berwajib di Fairfax, Virginia karena tindak vandalisme. Ia ketahuan membangun tempat tinggal di bawah tanah di sebuah taman umum.

Ruang bawah tanah yang dijadikan Yosue Joel Rios sebagai tempat tinggal (Dokumentasi/City of Fairfax Police)

Rios diketahui menggali tangga turun pada sebuah lahan dan membuat sebuah ruang bawah tanah rahasia. Tak main-main, lokasi tersebut dibuat menjadi dua ruangan yang berbeda.

Ada bukti yang memperkuat lokasi bawah tanah tersebut dijadikan rumah bagi Rios. Polisi menemukan peralatan rumah tangga.

Rios ditangkap setelah seorang wanita melihat terowongan bawah di sebuah lahan seluas 20 hektar. Rios mengakui telah menggali lokasi tersebut sendirian. Meski begitu, pria ini dianggap sebagai tunawisma yang kreatif dan imajinatif karena berhasil membangun ruang bawah tanah.

2 dari 6 halaman

2. Atap Toilet Umum

Toilet umum yang dijadikan Takashi Yamanouchi sebagai tempat tinggal (Dokumentasi/Usuki Municipal Government)

Pada April 2017, seorang pria Jepang ditangkap karena tinggal di atap toilet umum selama tiga tahun. Menurut kantor polisi wilayah Usuki Tsukumi, pria tersebut bernama Takashi Yamanouchi (54), ditangkap karena dicurigai melakukan pelanggaran.

Sehari sebelum ditangkap, seorang tukang listrik yang secara rutin memeriksa kondisi fasilitas umum melihat Takashi tinggal di atap dan melaporkan tindakkannya ke pihak berwajib.

Selama ini Takashi naik ke atap toilet dengan cara masuk terlebih dahulu ke dalam toilet dan memanjat ke atap melalui cela kecil.

Setelah digeledah, polisi menemukan kompor gas, pakaian dan barang-barang lainnya.

3 dari 6 halaman

3. Kotak Sampah

Tampilan kotak sampah yang disulap menjadi tempat tinggal oleh Damian Cummings, tunawisma yang bermukin di New York (iamsupported.org)

Damian Cummings, seorang pria tunawisma yang kini tinggal di New York menyulap sebuah kotak sampah menjadi tempat tinggal semi permanen.

Pada Juni 2016, ada dua orang pria bernama Shane Duffy dan Phil Sullivan yang menghadiahi Damian sebuah kotak sampah atas kebaikannya.

Dua pria itu memberi kotak sampah yang dirancang sedemikian rupa agar dapat menjadi tempat beristirahat bagi Damian. Harga kotak sampah besar tersebut ditaksir mencapai US$ 1.500 dan dilengkapi panel surya dan saluran USB.

Meski begitu, upaya yang dilakukan Damian tercium oleh pihak pengamanan kota New York. Kotak sampah tempat ia tinggal tersebut harus ia relakan kepada polisi.

4 dari 6 halaman

4. Tunggul Pohon

Mick Dodge tinggal di tunggul pohon selama puluhan tahun (Capture/Stelios Mouzourou)

Mick Dodge adalah seorang pria yang tinggal di tunggu pohon besar di sebuah hutan lebat. Mick menjalani segala hidupnya di hutan. Ia mengucapkan salam perpisahan kepada semua orang dan semua alat-alat dengan segala kecanggihan.

Ia sempat dijuluki sebagai 'The Barefoot Sensei' oleh banyak orang karena berjalan tanpa alas kaki selama beberapa dekade. Hal itu ia lakukan karena percaya, dengan berjalan kaki akan membuatnya terhubung dengan alam.

Atas segala hal yang ia lakukan, Mick berhasil menarik perhatian National Geographic Channel yang merekam kehidupan sehari-harinya di hutan.

5 dari 6 halaman

5. Saluran Pembuangan

Sepertinya sepasang suami istri ini memecahkan rekor dunia karena tinggal di sebuah saluran pembuangan selama 22 tahun. Miguel Restrepo, mantan pecandu narkoba di Kolombia membuat rumah untuk ia dan istrinya.

Miguel Restrepo istrinya Maria Garcia tinggal di saluran pembuangan kotoran selama 22 tahun (AFP)

Bukan rumah dari kayu dan batu, tetapi menyulap sebuah ruang kecil di saluran pembuangan kotoran untuk sang istri, Maria Garcia.

Rumah Miguel dan Maria dilengkapi dengan kompor, kipas angin dan tempat tidur. Mereka bahkan memiliki televisi jika merasa suntuk dan butuh hiburan.

Meski tinggal di salah satu tempat dengan kondisi memprihatinkan, pasangan tersebut mengaku puas dengan kehidupan mereka.

Namun, keduanya menyalahkan diri sendiri atas segala hal yang menimpa mereka. Sebab kebiasaan mengonsumsi narkoba di usia muda membuat mereka jatuh miskin dan tak memiliki apa-apa.

Artikel Selanjutnya
6 Rumah Unik Tak Kasat Mata, Bikin Bengong yang Melihatnya
Artikel Selanjutnya
Ini Gubuk Derita Mak Cacih yang Miring dan Hampir Roboh