Sukses

Bukan Fiksi, 8 Senjata Canggih Ini Siap Dipakai di Medan Tempur

Liputan6.com, Jakarta - Industri senjata memiliki nilai yang luar biasa. Pada 2016, sekitar US$ 1,686 triliun dibelanjakan untuk senjata dan perlengkapan militer seluruh dunia.

Amerika Serikat (AS) berada di puncak daftar pembelanja senjata dengan nilai sekitar US$ 611 miliar -- tiga kali lebih besar daripada China yang menduduki tempat kedua

Pembelanjaan itu bukan hanya untuk perangkat keras, tapi juga untuk pengembangan litbang demi senjata masa depan, misalnya melalui lembaga penelitian dan universitas.

Semua demi kemenangan dalam konflik di masa depan. Salah satu yang terdengar seperti dalam cerita-cerita film adalah senapan yang bisa dibengkokkan sehingga bermanfaat dalam pertempuran dalam suasana perkotaan. Senjata jenis ini pertama kali dipakai oleh Israel Defence Force.

Lalu ada revolver digital yang memastikan senjata itu hanya bisa digunakan oleh orang yang berhak saja. Pabrikan Armatix mengeluarkan versi pertama menggunakan keping sensor. Namun, versi kedua keluaran 2017 menggunakan pembacaan sidik jari pengguna.

Meriam kekuatan tinggi juga masih diproduksi dengan peningkatan kemampuan, misalnya meriam rancangan BAE Systems untuk militer AS.

Meriam itu sanggup memuntahkan peluru pada kecepatan 7.400 kilometer per jam menuju sasaran pada jarak 100 mil laut. Uji awal pada 2016 masih belum membuktikan keampuhannya, tapi uji lainnya masih terus dilakukan.

Kemajuan teknologi drone tidak luput dari manfaat militer, misalnya melalui kelengkapan sistem persenjataan sehingga drone bahkan bisa membuat keputusan sendiri tentang sasaran yang akan diserangnya.

Senjata lainnya adalah peluncur granat jamak, seperti M32 milik AS yang diterbitkan pada 2017 dengan kemampuan menembak 6 granat hingga jarak 360 meter.

Namun demikian, seperti disarikan dari Listverse.com pada Jumat (4/8/2017), tidak semua senjata masa depan itu bersifat mematikan, misalnya seperti delapan senjata berikut ini:

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

1 dari 9 halaman

1. Senapan PHASR

Personnel Halting and Stimulation Response. (Sumber Wikimedia Commons)

Para penggemar Star Trek mungkin masih ingat kata "Pasang phaser untuk melumpuhkan" dari serial tayangan di masa lalu. Ternyata, di masa kini sudah ada senjata yang mirip dengan itu.

Sistem yang dimaksud dikenal sebagai senapan PHASR, singkatan dari Personnel Halting and Stimulation Response. Sistem itu pada dasarnya adalah senapan laser yang tak mematikan (non-lethal) yang dipakai untuk membutakan sasaran untuk sementara waktu agar tidak menerobos pembatas militer.

Senjata itu tidak menyebabkan kerusakan menetap, tapi musuh atau sasaran hanya lunglai selama beberapa detik sehingga ada waktu untuk memeriksa keadaan ancaman.

2 dari 9 halaman

2. Active Denial System

Active Denial System. (Sumber US Department of Defense)

Yang disebut dengan Active Denial System memang terdengar seperti alat keamanan, bukan senjata. Akan tetapi, perangkat militer itu sebenarnya sudah mulai dipakai di Afghanistan. Diduga, alat itu nantinya akan segera menjadi alat kendali kerumunan di AS.

Senjata itu berbentuk milik truk satelit. Tugasnya adalah menembakkan radiasi elektromagnetik tak mematikan pada sasaran, agar suhu tubuhnya mencapai 50 derajat celsius sehingga terasa pedih dan sangat tidak nyaman.

Gagasan di belakang itu adalah suatu teori bahwa sasaran ingin menyingkir sesegera mungkin dari area tersebut dan mereka tidak lagi menjadi ancaman yang efektif.

3 dari 9 halaman

3. Quantum Stealth

Quantum Stealth. (Sumber HyperStealth Biotechnology Corporation)

Dengan nama yang canggih, senjata yang satu ini bukan untuk membawa orang mundur ke masa lalu demi memperbaiki takdir atau yang sejenisnya.

Lebih hebat lagi, Quantum Stealth adalah suatu cara penyamaran yang bisa diterapkan pada kendaraan, senjata, atau bahkan orang, sehingga hilang dari pandangan.

Senjata defensif itu bekerja dengan cara membelokkan cahaya di sekitar pengguna sehingga bayangan pemakai itu pun tidak kelihatan – bahkan tidak kelihatan oleh kacamata penglihatan malam.

Pihak militer Kanada dan AS sedang mendalami daya guna perangkat penyamaran itu, termasuk kemungkinan penggunaan dalam situasi-situasi tempur.

4 dari 9 halaman

4. TALOS

 Tactical Assault Light Operator Suit. (Sumber Wikimedia Commons)

TALOS adalah suatu kerangka luar (exoskeleton) untuk dipakai oleh pasukan terbaik militer AS. Cara kerjanya bisa dibayangkan seperti pakaian sosok Iron Man dalam film.

TALOS itu sendiri singkatan dari Tactical Assault Light Operator Suit. Sesuai namanya, perangkat itu dirancang untuk melindungi prajurit yang sedang terlibat dalam situasi sandera atau misi lain yang amat memerlukan komunikasi data.

Prajurit yang mengenakan pakaian itu bisa berkomunikasi dengan lebih mudah dengan rekan-rekan dan penanggungjawab operasi dan juga berbagi data tentang sekitarnya maupun kondisi fisik (sekiranya mengalami cedera).

TALOS siap diuji pada 2018.

5 dari 9 halaman

5. Senjata Muntah

Vomit gun. (Sumber Wikimedia Commons)

Benar, ternyata para pabrikan senjata mau bersusah-payah menciptakan senjata muntah. Tugasnya adalah agar sasaran yang dibidik merasa mual, sempoyongan, dan, dalam banyak kasus, muntah-muntah.

Senjata itu menggunakan gelombang suara untuk memicu sensasi tidak nyaman. Sebelum dibidik, mereka yang ada dalam area sasaran diperdengarkan suara sirene.

Jika tidak menyingkir, sasaran akan menanggung akibatnya, yaitu ditembak menggunakan gelombang suara hingga muntah-muntah.

6 dari 9 halaman

6. Long Range Acoustic Device

Long Range Acoustic Device. (Sumber US Navy)

Ada lagi senjata berbasis suara yang dirancang untuk membuat lunglai pihak penyerang atau mengendalikan kerumunan yang rusuh. Alat yang dijuluki "meriam suara" itu sudah dipakai oleh Ferguson Police Department dalam kerusuhan 2014 setelah seorang polisi menembak mati seorang remaja berkulit hitam yang tidak bersenjata.

Meriam suara menyemburkan sirene memekakan telinga hingga jarak sekitar 8 kilometer. Akan tetapi, orang yang berada dalam radius 100 meterlah yang paling merasakan dampaknya.

Prajurit dan polisi bisa juga menggunakan perangkat itu untuk memancarkan suara komando atau instruksi pada daerah yang luas, sehingga bisa berguna untuk kendali kerumunan maupun situasi tempur.

7 dari 9 halaman

7. Taser Shockwave

Taser Shockwave. (Sumber Pinterest)

Sekarang ini sepucuk Taser telah menjadi perangkat standar bagi kebanyakan polisi. Taser merupakan cara efektif dan secara teori tidak mematikan untuk segera melumpuhkan tersangka yang tidak menuruti perintah.

Namun, bayangkanlah kalau ada 36 pucuk Taser disusun bersama dalam dua baris – itulah yang disebut dengan Taser Shockwave. Alat itu dirancang untuk menghadapi kelompok, bukan perorangan. Pemanfaatannya juga lebih kepada keperluan polisi, bukan militer.

Perangkat itu bisa mengirimkan kejutan listrik yang melumpuhkan dari jarak 100 meter, sehingga petugas bisa menciptakan tembok virtual dan mencegah kerumunan perusuh agar tidak terlalu dekat.

8 dari 9 halaman

8. Laser Avenger

Laser Avenger. (Sumber Boeing)

Nama senjata yang satu ini seperti rekaan dalam film superhero, tapi kenyataannya, alat rancangan Boeing ini benar-benar ada dan dirancang untuk menjatuhkan drone musuh – atau bahkan menjatuhkan pesawat terbang lawan.

Penembak laser itu menggunakan jenis laser inframerah, dan pertama kalinya sukses menembak jatuh drone tanpa awak pada 2009 dalam suatu uji di New Mexico.

Senjata itu sekarang hanya mampu menangani laser tingkatan puluhan kilowatt yang tidak cukup untuk menjatuhkan pesawat tempur atau pembom. Namun, ada rencana untuk terus mengembangkan teknologinya untuk daya yang lebih besar dan kemampuan operasional yang lebih tinggi.

Artikel Selanjutnya
Seperti Ini Gambaran Jet Tempur Canggih Generasi Keenam Rusia
Artikel Selanjutnya
Pasukan TNI AU Latihan Atraksi Pesawat Jelang Peringatan HUT ke-72 RI