Sukses

3 Fakta Putri Konglomerat, Lepas Warisan Rp 6 Triliun demi Cinta

Liputan6.com, London - Demi cinta, putri konglomerat bernama Angeline Francis Khoo rela kehilangan segalanya. Termasuk, harta warisan dari sang ayah, Khoo Kay Peng, taipan retail dan hotel asal Malaysia.

Perempuan 34 tahun itu mengumumkan bahwa ia memutuskan hubungan dengan ayahnya yang tenar sebagai pemimpin perusahaan fashion dan gaya hidup Laura Ashley.

Rupanya, sang ayah tak setuju dengan pria yang akan dinikahinya, seorang ilmuwan data bernama Jedidiah Francis yang berasal dari Karibia. Keduanya bertemu saat menuntut ilmu di Oxford.

Angeline Francis Khoo rela memutuskan hubungan dengan ayahnya demi menikahi pria pujaan (Facebook)

Sebelumnya, seperti dikutip dari Telegraph, Angeline juga memutuskan untuk hengkang dari perusahaan keluarganya.

"Saya yakin, sikap ayah salah," kata dia, seperti dikutip dari AsiaOne, Selasa (1/8/2017).

Perempuan berparas cantik tersebut mengaku punya persepsi berbeda soal harta dan uang.

Di satu sisi, menurutnya, memiliki uang dan kekayaan adalah sebuah anugerah. "Memungkinkan kita untuk melakukan banyak hak, memberi lebih banyak pilihan. Uang juga soal kontrol," kata dia.

Namun, di sisi lain, "Uang menguatkan karakteristik negatif dan bisa memicu masalah. Untuk melepaskan diri dari itu, sesungguhnya sangat mudah. Saya bahkan tak perlu mempertimbangkannya."

Ternyata, kisah cinta Angeline yang berjalan tanpa restu melanjutkan drama perceraian kedua orangtuanya yang menghebohkan Inggris. Yang disebut-sebut termahal di Britania Raya.

Berikut tiga fakta heboh putri konglomerat yang memilih cinta daripada harta:

1 dari 4 halaman

1. Rela Kehilangan Harta

Keputusan Angeline memutuskan hubungan dengan ayahnya memiliki konsekuensi.

Ia dilaporkan harus rela kehilangan warisan yang jumlahnya mencapai US$ 407 juta atau Rp 6,1 triliun.

Pada 2015, Forbes mengestimasi kekayaannya mencapai sekitar US$ 407, demikian menurut AsiaOne. Namun, belum jelas mana yang uangnya sendiri atau harta yang diberikan orangtuanya.

Kini, Angeline tinggal bersama suaminya.

Putri Miliarder Ini Tolak Warisan Demi Menikah dengan Pria Idaman (telegraph.co.uk)

Namun, ia masih memiliki harapan, suatu saat ia bisa rukun kembali dengan dengan ayahnya -- saat pria sepuh itu bisa melepaskan kemarahannya.

"Ia punya segalanya: istri yang setia, cantik, dan cerdas; anak-anak yang mencintainya tak peduli ia punya uang atau tidak. Aku merasa pada usianya saat ini ia rentan," kata Angeline soal sang ayah. 

"Ketika tak lagi banyak waktu dalam hidup, tak semestinya seseorang menghabiskannya dengan kemarahan dan kebencian."

2 dari 4 halaman

2. Calon Pewaris Takhta Laura Ashley

Angeline digadang-gadang akan mewarisi bisnis ayahnya. Setiap libur kuliah, ia mengisi waktu dengan bekerja di sejumlah departemen berbeda di Laura Ashley.

Angeline mengaku, sejak muda, ia dididik untuk mewarisi bisnis keluarganya kelak.

"Saya selalu dilibatkan, bahkan sejak masih remaja. Bagiku, itu seperti takdir. Ibuku selalu memakaikan baju Laura Ashley sebelum ayah mengambil alih perusahaan itu," kata dia kepada Daily Mail.

Namun, perempuan berambut panjang itu telah membangun kerajaan bisnis fashion sendiri.

Pada 2015, ia meluncurkan Rosie On Fire, toko online yang menawarkan kimono modern hasil karyanya, yang dipakai sejumlah bintang dunia -- misalnya Kim Kardarshian dan Olivia Palermo -- serta tampil dalam lembaran majalah mode Vogue dan Bazaar.

Putri konglomerat, Angeline Francis Khoo membangun bisnis fashion sendiri (www.rosieonfire.com)

"Aku belajar banyak hal tentang bagaimana memiliki nilai diri yang kuat dan menjadi seorang lady dari ibuku," kata Angeline, seperti dikutip dari Star2. "Dia adalah inspirasiku soal kecantikan luar juga dari dalam."

3 dari 4 halaman

3. Drama Perceraian Orangtua Termahal di Inggris

Sebelum kisah cinta Angeline mendunia, perceraian kedua orangtuanya menghebohkan seantero Inggris Raya.

Pada 2013, mantan Miss Malaysia, Pauline Chai, menggugat suaminya yang miliarder, Khoo Kay Peng.

Pauline yang tinggal di perkebunan seluas 1.000 hektare di Hertfordshire menuntut setengah harga suaminya -- salah satu pengusaha terkaya asal negeri jiran -- yang nilainya diperkirakan mencapai ratusan juta pound sterling.

Pauline Chai menjadi Miss Malaysia pada 1969 (International Business Times)

"Hukum Inggris pada dasarnya menerapkan pembagian aset 50:50, kecuali ada alasan untuk tidak memenuhi prinsip itu," kata Ayesha Vardag, pengacara Pauline Chai kepada The Times, seperti dilansir Daily Mail.

Perceraian pasangan paruh baya tersebut mungkin jadi yang termahal yang pernah ditangani pengadilan Inggris. Dengan harta yang diperebutkan mencapai 400-500 juta pound sterling.

Pasangan yang menikah pada tahun 1970 itu memiliki lima anak yang sudah dewasa. Mereka tak pernah hidup kekurangan harta. Selama ini mereka selalu hidup mewah.

Suami Pauline Chai, Dr Khoo memang bukan orang sembarangan. Ketua Malaysian United Industries itu punya properti di Inggris, Kuala Lumpur, dan Australia.

Pria itu juga punya 40 persen saham Laura Ashley, yang angka penjualannya mencapai 286 juta pound sterling tiap tahun. Ia juga menjadi Direktur Corus Hotels Limited, yang membawahi 10 hotel terkemuka, termasuk Corus Hyde Park Hotel.

Istana pasangan itu di Hertfordshire, yang dibeli pada tahun 1998, memiliki kebun binatang dan dua danau buatan yang masing-masing makan biaya 60 ribu pound sterling atau setara Rp 880 juta untuk membuatnya.

Sesuai dokumen yang diajukan ke pengadilan bulan lalu, perempuan 66 tahun itu menyebut alasan perceraian adalah "perilaku tak masuk akal" suaminya.

Pada April lalu, pengadilan Inggris memutuskan, Khoo Kay Peng harus membayar sebesar 64 juta pound sterling pada istrinya.

Artikel Selanjutnya
Lawan Malaria, Bill Gates Sumbang Amal Rp 61,5 Triliun
Artikel Selanjutnya
Bukan Bill Gates, Ini Sosok Orang Terkaya Sepanjang Sejarah