Sukses

Inikah Remaja Sumber Inspirasi Tokoh Komik Tintin?

Liputan6.com, Jakarta - Dalam dunia yang dijejali sosok-sosok fiksi, tidak banyak wajah yang menyaingi daya tarik Tintin.

Tidak seperti Batman, Superman, atau Wonder Woman, wartawan investigasi bernama Tintin itu tidak terlalu dikenal di Amerika Serikat walaupun menjadi salah satu sosok yang dicintai di Eropa.

Wartawan mungil itu tidak memiliki kekuatan gaib, bahkan cenderung menjadi antitesis seorang pahlawan super. Tapi hal itu tidak menghalanginya menjadi tokoh yang dicintai anak-anak dan kaum dewasa sekaligus.

Dikutip dari The Vintage News pada Selasa (25/7/2017), Charles de Gaulle bahkan pernah mengatakan bahwa Tintin adalah satu-satunya 'pesaingnya' di kancah internasional.

"Tidak ada yang menyadari, karena tinggi badan saya. Kami berdua adalah dua bocah kecil...," kata dia.

Tintin dan anjing jenis fox terrier setia yang bernama Snowy muncul pertama kalinya pada 10 Januari 1929 dalam lembar pelengkap harian Le Vingtième Siecle di Belgia.

Komik yang bermula dari lembar pelengkap kemudian merambah menjadi simbol Abad ke-20 dan tampil sebagai buku komik independen, di televisi, dan bahkan dalam layar lebar di bawah garapan Steven Spielberg, "The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn."

Sosok-sosok utama komik Tintin. (Sumber Wikipedia)

Georges Prosper Remi – yang menggunakan nama pena Hergé – adalah pria di belakang penciptaan Tintin. Ia sendiri nyaris tidak mengenyam pendidikan formal tapi kemudian mulai mencipta karakter legendaris itu pada 1929 tanpa menyadari akan melahirkan industri penerbitan komik Eropa.

Sejak 1929, komik Tintin telah terjual lebih dari 200 juta kopi dan, setelah bertahun-tahun, karakter yang dicintai itu menjadi inspirasi bagi banyak orang serta mempengaruhi caranya pembaca komik memandang dunia di sekitar mereka.

Tapi siapa sebenarnya yang menjadi insprisi bagi penciptaan sosok itu oleh Hergé?

1 dari 2 halaman

Inspirasi Tintin?

Palle Huld, pramuka remaja Denmark yang diduga menjadi inspirasi bagi sosok Tintin. (POLFOTO Damgaard Holger via Associated Press)

Hingga sekarang masih terjadi silang pendapat tentang siapa yang sebenarnya memberi inspirasi kepada Hergé hingga muncul wartawan remaja berhidung mungil tersebut.

Tapi banyak orang yang sepakat bahwa manusia dalam dunia nyata yang menjadi inspirasi Hergé adalah Palle Huld.

Kurang dari setahun sebelum Tintin pertama kali terbit dalam lembar suplemen anak-anak untuk harian Le Vingtième Siecle, seorang pramuka remaja Denmark bernama Palle Huld (15) memenangkan kompetisi yang diselenggarakan oleh sebuah harian Denmark dalam rangka perayaan 100 tahun (centennial) penulis Jules Verne.

Pemenang kompetisi itu wajib meniru petualangan Phileas Fogg dari novel terkenal Verne, "Around the World in Eighty Days." Anehnya, hanya kaum remaja pria saja yang diizinkan mengikut lomba. Bukan hanya itu, si pemenang harus tuntas bertualang dalam waktu 46 hari tanpa teman dan tanpa menggunakan pesawat terbang.

Ratusan remaja Denmark melamar untuk ikut serta dalam kompetisi, tapi Palle Huld menjadi yang terpilih. Ia memulai perjalanan pada 1 Maret 1928 dari Kopenhagen dan menggunakan kereta serta kapal uap ke Inggris, Skotlandia, Jepang, Uni Soviet, Polandia, dan Jerman.

Perjalanannya menjadi berita utama saat itu dan, ketika tiba di Denmark, ia menjadi pesohor. Lebih dari 20 ribu penggemar menyambutnya bagai pahlawan yang pulang ke rumah.

Ia kemudian menuliskan buku tentang perjalannya dan cukup populer di kalangan penggemar. Buku itupun diterbitkan dalam beberapa bahasa. Buku itu juga yang kemudian dibaca oleh kartunis Belgia bernama Hergé.

Dan, pada tahun yang sama ketika buku Huld terbit, komik Tintin pun memulai debutnya. Dalam beberapa kesempatan, Huld sendiri menengarai bahwa dirinyalah yang menjadi inspirasi untuk Tintin.

Namun demikian, sejumlah pihak menduga bahwa sosok yang menjadi inspirasi Tintin adalah seorang jurnalis foto travel Prancis bernama Robert Sexe, yang urutan perjalanannya tepat sama dengan 3 buku pertama Tintin.

Tapi tidak masalah bagi para penggemar Tintin. Bagi mereka, yang penting adalah sosok itu sendiri, yaitu pahlawan yang mereka kenal dan cintai, dan menghadirkan sesuatu yang tidak dimiliki oleh karakter lain.

Tintin memiliki kegigihan luar biasa dan keuletan untuk berhasil, apapun pengorbanannya. Tintin membuktikan bahwa seorang pahlawan tidak perlu besar atau kuat, ia hanya perlu gigih dan kokoh untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Artikel Selanjutnya
Teater Poda, Refleksi Kehidupan Dalam Pertunjukan Menyayat Hati
Artikel Selanjutnya
Top 3: Kemukus Saat Soekarno Lahir, Latte Art ala Barista Tampan