Sukses

Budak Seks hingga Aksi Jahanam, 10 Fakta Mencemaskan Soal ISIS

Liputan6.com, Jakarta - Segala sesuatu tentang ISIS mencemaskan banyak orang di dunia. Dan, ada hal-hal tertentu yang tidak ingin kita dengar tentang organisasi teroris itu.

Setiap manusia dengan akal sehat tentu ingin membatasi cakupan operasi dan kemampuan ISIS, tapi ternyata yang terjadi sejauh ini justru sebaliknya.

Ada beberapa fakta tertentu tentang ISIS yang membuat kita muak, terutama yang menekankan kepada potensi kehancuran dan dampaknya kepada orang-orang tak bersalah di Timur Tengah dan dunia.

Dikutip dari Listverse.com pada Selasa (25/7/2017), berikut ini adalah 10 fakta yang paling mencemaskan tentang ISIS:

1 dari 11 halaman

1. Organisasi Teroris Terkaya Sedunia

ISIS Jual Minyak, Siapa yang Mau Beli? Senjata dan Minyak, sumber keuangan ISIS (Reuters)

ISIS adalah organisasi teroris terkaya sedunia karena mendapatkan uang dari penyelundupan minyak bumi, pemerasan, penjarahan, dan penyelundupan manusia.

ISIS juga mengutip pajak dari orang-orang dalam wilayah di bawah kekuasaannya dan meraup untung dari kendali dan penjualan produk-produk pertanian di wilayah-wilayah tersebut. Kelompok itu juga terlibat dalam perampokan bank setiap ada kesempatan melakukannya.

Dengan demikian, ISIS memiliki kemampuan untuk mendanai dan meningkatkan kegiatan-kegiatan jahatnya. Tanpa dana, jangkauan kegiatan organisasi teroris menjadi terbatas. Tapi, dengan pasokan dana berkesinambungan, ISIS bisa terus menyintas walaupun mendapatkan perlawanan sengit.

Sebagai kelompok teroris yang dikenal karena pembunuhan brutal dan kejeliannya melakukan inovasi penyiksaan dan pembunuhan, kekuatan keuangan itu hanya membawa bencana bagi penduduk tak bersalah di Timur Tengah dan seluruh dunia.

2 dari 11 halaman

2. Terus Menarik Simpatisan dari Barat

'Pengantin' ISIS Asal Inggris Jadi Target Utama Pentagon (Twitter)

Salah satu fakta suram tentang ISIS adalah kemampuannya untuk menarik petempur dan simpatisan dari Barat.

Diperkirakan telah ada 4.000 orang meninggalkan Dunia Barat untuk bergabung dengan ISIS. Kaum pria berangkat menjadi petempur sedangkan kaum wanita berangkat ke sana menjadi para istri.

ISIS menjalankan mesin propaganda canggih yang memanfaatkan media sosial untuk menarik kaum muda dari seluruh dunia, termasuk dari negara-negara Barat.

Mereka menyuguhkan video keren yang bertebaran di internet dan juga menyebarkan majalah-majalah cetak. Kegiatan kelompok yang ditebar melalui internet memainkan peran penting dalam merayu warga Barat untuk bergabung.

Masalahnya, banyak orang yang terdidik pun tertarik bergabung dengan ISIS. Dengan menggunakan sumber daya terdidik untuk menjadi pembawa bencana, maka lebih banyak lagi orang tak bersalah yang akan menderita dan tewas.

3 dari 11 halaman

3. 'Hadiah' Budak Seks

Ketika ditanya tentang permintaan ISIS kepadanya untuk melakukan hubungan seks, wajah dua wanita itu mendadak suram. (Sumber The Guardian)

ISIS telah sedemikian keji sehingga menggunakan pemerkosaan sebagai hadiah bagi para petempurnya yang paling setia dan gigih. Yang menjijikkan, kebanyakan korban pemerkosaan itu adalah kaum wanita belia di bawah umur.

ISIS menjual para wanita Yazidi tawanan mereka sebagai budak seks atau membagikannya sebagai hadiah bagi petempur yang menang di medan perang.

Situasi ini menjadi muram karena ada 2 fenomena negatif yang saling memperkuat. Pemerkosaan dipakai sebagai hadiah bagi teroris yang setia dan gigih sehingga menjadi rangsangan untuk menjadi lebih beringas lagi.

4 dari 11 halaman

4. Jahanam

Warga memanfaatkan gerobak untuk mengangkut kerabatnya yang tewas akibat serangan udara di tengah konflik tentara Irak dan ISIS di Mosul, Irak, Jumat (17/3). (AFP PHOTO/ARIS MESSINIS)

ISIS sedemikian kejamnya sehingga organisasi-organisasi teroris lain pun menganggapnya keterlaluan. Salah satu anggota senior dalam lingkaran Osama bin Laden bahkan amat muak dengan kelompok itu sehingga wanti-wanti agar Al Qaeda memutuskan segala bentuk hubungan dengan ISIS.

Kemampuan ISIS melakukan barbarisme dan tidak peduli akan nyawa manusia jadi alasan.

Terdengar agak aneh karena organisasi Al Qaeda sendiri bertanggungjawab atas serangan 11 September 2001 yang menewaskan ribuan orang. Tapi mereka pun memandang ISIS jauh lebih jahanam lagi.

Hal tersebut mengundang kekhawatiran karena kita sudah menyaksikan apa yang pernah dilakukan ISIS di masa lalu. Jika suatu kelompok teroris saja menanggap ISIS sedemikian keji, maka kita sepantasnya khawatir.

5 dari 11 halaman

5. Memiliki Pengembangan Teknologi

Anggota pasukan kontraterorisme Irak memeriksa bangunan yang digunakan sebagai pabrik senjata militan ISIS yang berhasil ditemukan di Fallujah, Irak, Kamis (23/6). (REUTERS/Thaier Al-Sudani)

Satu alasan lagi mengapa ISIS harus mengundang kekhawatiran adalah karena kemampuannya membuat senjata-senjata bermutu tinggi. ISIS memiliki pabrik-pabrik pembuatan roket, bom, dan peluru mortir.

Di Mosul, Irak, telah ditemukan beberapa pabrik tempat pembuatan senjata pada skala industri. Inspektur dari Inggris yang bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Irak juga menemukan beberapa pabrik, bengkel, dan gudang tempat ISIS membuat dan menyimpan persenjataan.

Lebih daripada itu, ISIS juga mendirikan Organisasi Pusat untuk Standardisasi dan Kendali Mutu sebagai suatu lembaga penerbit panduan produksi senjata dan kendali mutu pembuatannya. Lembaga itu menerapkan dan menegakkan standar pembuatan senjata setara dengan yang dilakukan angkatan bersenjata suatu negara.

Hal ini jelas mengkhawatirkan. Jika ISIS memiliki dan mempertahankan kemampuan pembuatan senjatanya sendiri, apalagi dengan rekam jejak kekejian dan kebiadaban mereka, maka ada kemungkinan bahwa kejahatan mereka di masa lalu hanyalah puncak gunung es -- hanya secuil daripada sesuatu yang lebih besar lagi.

6 dari 11 halaman

6. Propaganda Eksekusi

Video pemenggalan 21 warga Mesir oleh ISIS (Reuters)

Sungguh suatu fakta yang menjijikkan karena ISIS menanggap pemancungan manusia sebagai pemasaran yang efektif sekaligus strategi propaganda. Hal itu bahkan menjadi unsur kunci kampanye terorisme mereka.

Memanfaatkan pemenggalan James Foley, Steven Sotloff, David Haines, dan banyak lagi, organisasi teroris itu telah menunjukkan ketiadaan belas kasihan. ISIS mempertontonkan horor yang dapat dirasakan oleh pemirsa video di Barat sambil menebar ketakutan kepada populasi setempat dalam wilayah kekuasaan mereka.

Lebih parah lagi, ISIS seringkali mencekoki anak-anak kecil agar melakukan eksekusi tersebut. Hal seperti itu mengkhawatirkan kita karena ISIS memandang pemancungan sebagai strategi propaganda pada masa puncak kekuasaan teror mereka.

Lalu apa jadinya ketika ISIS terdesak untuk mengembangkan strategi propaganda baru ketika terdesak dan menderita kekalahan?

7 dari 11 halaman

7. Jaringan Terowongan Meniru Perang Vietnam

Terowongan ISIS di pinggiran Fallujah, Irak (Reuters)

ISIS memiliki salah satu jejaring terbesar terowongan tempur bawah tanah terbesar sedunia. Taktik tempur mematikan itu ditiru dari Perang Vietnam.

Jejaring rumit itu meningkatkan kemampuan operasional dan memastikan petempur mereka bisa kabur dengan mudah sehingga sulit dikalahkan.

Jejaring yang dipergunakan ISIS sedemikian efisien sehingga di tiap jalan Mosul ada pintu masuk rahasia. Sebagian di antaranya memiliki pintu masuk dan keluar dalam rumah kediaman biasa.

Sebagian lorong diperkuat menggunakan kerangka logam untuk mencegah keruntuhan. Sebagian lagi ada yang dilengkapi dengan penerangan bertenaga baterai.

Terowongan-terowongan itu memungkinkan para pemimpin dan petempur ISIS melarikan diri ketika pertempuran menjadi terlalu berbahaya bagi mereka sehingga mereka bisa terus hidup untuk bertempur lagi esok hari.

Lebih daripada itu, terowongan-terowongan tersebut memungkinkan mereka mudah menyergap pasukan Irak sehingga pertempuran untuk mempersulit pembebasan kawasan-kawasan yang dikendalikan ISIS.

8 dari 11 halaman

8. Senjata 'Made in USA'

Tentara Irak menunjukkan amunisi, mortir dan bahan peledak lainnya milik ISIS yang berhasil ditemukan di wilayah barat Mosul, Kamis (6/4). (AFP Photo / Ahmad Gharabli)

Salah satu hal yang mengejutkan adalah fakta bahwa ISIS menjadi organisasi teroris yang paling banyak memiliki senjata buatan Amerika Serikat (AS) karena 2 alasan.

Pertama, AS menjadi pemasok senjata bagi pihak militer Irak dan banyak senjata yang dirampas ISIS di medan tempur. Operasi CIA untuk mempersenjatai kelompok pemberontak Suriah yang melawan rezim Suriah juga mempermudah ISIS merampas senjata buatan AS.

Lebih parah lagi, laporan Amnesty International Arms Control and Human Rights menyebutkan bahwa sebagian besar senjata ringan, senapan mesin, peluru mortir, senapan serbu, dan senjata berat AS yang diperuntukkan bagi Angkatan Darat Irak dan Pasukan Keamanan Kurdi malah jatuh ke tangan ISIS.

Akibatnya, ISIS tidak bisa dipandang sebagai organisasi teroris asal-asalan karena memiliki senjata yang paling hati-hati dibuat, paling efisien, dan andal. Entah apa yang bisa dilakukan ISIS dengan senjata-senjata itu.

9 dari 11 halaman

9. Kemampuan Meretas

ISIS Ancam Pangkalan Militer AS di Korsel, Ilustrasi Hacker ISIS (Reuters)

Satu fakta lagi yang membedakan ISIS dengan kelompok-kelompok teror lainnya adalah kemampuan untuk meretas. Pernah ada berita ketika para pendukung ISIS pernah meretas akun Twitter dan YouTube milik Komando Pusat militer AS.

Peretasan itu lebih bersifat mempermalukan dan tidak sampai merusak, tapi menegaskan kemampuan organisasi teroris itu mengatur dan melaksanakan serangan siber yang berbahaya dalam waktu dekat.

Terlebih lagi, fakta bahwa ISIS sempat sejenak mengendalikan akun media sosial Komando Pusat AS menunjukkan seberapa jauh organisasi teroris itu telah berkembang dan apa yang bisa kita duga berasal dari mereka.

Bobot penting serangan siber yang berhasil itu bergantung kepada cara pandang orang tentang suatu ancaman. ISIS diketahui telah menyerang anggota militer maupun kaum sipil.

Jadi, jika akun media sosial Angkatan Bersenjata yang dijaga ketat bisa dimangsa mesin perang siber tu, maka tragedi siber pun bisa merambah kepada kalangan sipil yang tidak memiliki perlindungan secanggih militer AS.

10 dari 11 halaman

10. Tak Ada Rencana Masa Depan

Pemandangan yang memprihatinkan dari Museum Mosul, Suriah, Senin (13/3). Diduga militan ISIS menghancurkan Museum Mosul saat mereka berkuasa di Mosul, Suriah, Senin (13/3). (AFP PHOTO/AHMAD AL-RUBAYE)

Fakta paling suram tentang ISIS adalah bahwa mereka diduga tidak memiliki rencana apapun sesudah perang. Semua publikasi propaganda ISIS hanya menebar pesan teror dan pertempuran berkelanjutan.

ISIS bertujuan menciptakan kalifah di seluruh Irak dan Suriah, dan lebih lagi. Sejak berpisah dari Al Qaeda untuk menguasai Irak, tidak ada penjelasan apapun dalam operasi mereka yang menjurus pada penghentian tempur di suatu saat tertentu.

Misi ISIS adalah untuk mengobarkan perang tiada henti dan hal itulah yang paling mencemaskan tentang kelompok teroris tersebut. ISIS hanya peduli dengan pembuatan senjata dan penciptaan terowongan-terowongan tempur.

Mereka tidak memiliki rencana untuk membangun kereta api, pesawat terbang komersial, mobil, laptop, atau teknologi manapun untuk membantu manusia. Walaupun tidak mampu membuat mobil, ternyata mereka bisa membuat bom mobil.

ISIS tidak memiliki rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk membangun sekolah, rumah sakit, saluran air, atau bendungan, tapi mereka sangat efisien mengubah sekolah-sekolah menjadi penjara.

Satu-satunya cita-cita mereka adalah terus bertempur hingga semuanya hancur. Fakta yang paling mengerikan tentang ISIS adalah karena mereka tidak benar-benar berniat mendirikan negara Islamiah seperti Iran, Qatar, atau Arab Saudi.

Mereka hanya tertarik menciptakan kehancuran.

Artikel Selanjutnya
Perang Narkoba Duterte Tewaskan 32 Orang dalam 24 Jam
Artikel Selanjutnya
Polisi Hong Kong: 20 TKI dalam Pengawasan Terkait ISIS