Sukses

Suhu -12 Celsius, Australia Alami Musim Dingin yang Paling 'Beku'

Liputan6.com, Melbourne - Australia mengalami musim dingin paling parah pada 2017 ini, dengan suhu jatuh lebih dari minus sepuluh derajat Celsius di tiap-tiap negara bagiannya.

Suhu di Negara Bagian New South West (NSW) dan Victoria pada hari ini Minggu 16 Juli 2017 jatuh hingga -12 derajat Celsius. Dikutip dari News.com.au pada Minggu (16/7/2017), maskapai nasional Australia, Qantas, terpaksa 'melumerkan' es di badan pesawat mereka di Melbourne, yang mengalami pembekuan akibat suhu dingin di kawasan. Padahal, tugas itu biasanya hanya mereka lakukan di kota Canberra dan Hobart di mana musim dingin begitu menggigit.

Hari Minggu ini, suhu dingin turut dirasakan warga di Melbourne, Canberra, dan Hobart. Namun, temperatur diperkirakan menghangat di kota-kota bagian utara Australia.

Laman cuaca Higgins Storm Chasing menyebut hari ini adalah, "temperatur terdingin di Australia dalam beberapa tahun terakhir."

Memang, pada tahun 2015, suhu -12,8 derajat Celsius terjadi di Australia. Namun, dirasakan di Perisher, kawasan pegunungan resor ski yang berada 2 jam perjalanan mobil dari Canberra.

Sementara, musim dingin pada tahun 2016, tak ada satupun kota di Australia mencapai minus 12.

Meski demikian, temperatur terdingin yang pernah dicaatat pada Bulan Juli terjadi di Charlotte Pass, Gunung Kosciusko, NSW pada 20 Juli 2010. Saat itu mencapai -19,6 Celsius.

Fenomena musim dingin yang menggigit juga terjadi di Negara Chille. Lebih dari 250 ribu warga tak terakses listrik. Satu orang dinyatakan tewas saat tengah membersihkan jalan dari es.

Chile, seperti halnya Australia adalah salah satu negara-negara di Bumi bagian Selatan yang tengah mengalami musim dingin di bulan Juli. Sementara di Bumi bagian Utara kini tengah menikmati musim panas.

 

Artikel Selanjutnya
6 Negara Ini Diprediksi Akan Hilang dari Peta pada 2115
Artikel Selanjutnya
Paspor Dicabut, Penceramah Zakir Naik Tak Punya Kewarganegaraan