Sukses

4 Ciri Kecantikan Wanita yang Sukar Dipalsukan

Liputan6.com, Jakarta - Industri kecantikan adalah suatu bisnis besar, termasuk bedah plastik, tata rias, dan produk rambut. Semua bertujuan untuk membantu wanita tampak lebih muda.

Tidak ada seorang wanita berusia 25 tahun yang ingin tampak seperti wanita berusia 60 tahun. Tapi seorang wanita yang lebih tua mencoba sebisanya agar tampak seperti berusia 25 tahun.

Kenyataannya, kaum wanita yang mencoba terlihat lebih tua adalah remaja-remaja perempuan yang belum mencapai puncak kesuburannya.

Ketika bicara soal kecantikan wanita, yang utama sehingga membekas dalam otak kaum pria adalah yang memberi sinyal bahwa si wanita itu sedang dalam usia yang tepat dan cukup sehat untuk pembuahan serta berhasil memiliki anak.

Pada zaman prasejarah, gen para pria -- yang lebih menyukai wanita berusia 60 tahun dibandingkan wanita berusia 20 tahun -- telah tergusur secara evolusi.

Dengan demikian, seperti dikutip dari Pyschology Today pada Rabu (12/7/2017), bukan rahasia lagi bahwa ketika bicara soal kecantikan fisik, kaum wanita diukur dengan acuan yang lebih tinggi dibandingkan kaum pria.

Lagipula, secara lintas budaya, kaum wanita dinilai berdasarkan daya tarik (attractiveness) fisik sedemikian rupa sehingga tidak bisa lagi terbayangkan oleh pria. Memang terdengar tidak adil, tapi semua bukti yang ada menunjukkan bahwa fenomena itu nyata.

Kita sudah mengetahui cukup banyak standar yang menjadi ukuran kecantikan wanita, yaitu bentuk payudara, wajah simetri, kaki yang jenjang, dan rambut berkilau.

Walaupun demikian, ada sejumlah penanda lain yang tidak kentara tentang kecantikan wanita, namun juga mampu meningkatkan daya tarik.

Ahli psikologi evolusioner berpendapat bahwa karakteristik-karakteristik penanda yang dimaksud menjadi daya tarik bagi kaum pria karena sukar dipalsukan. Dengan kata lain, penanda-penanda itu jujur apa adanya tentang usia dan nilai reproduktif seorang wanita.

Berikut ini adalah 4 penanda 'jujur' yang dimaksud:

1 dari 5 halaman

1. Suara Wanita

Ilustrasi wanita sedang berbicara. (Sumber Pixabay)

Lebih dari 40 tahun lalu, para ahli psikologi sosial mengungkapkan bahwa daya tarik jasmani seorang wanita dapat dinilai secara cukup tepat melalui pembicaraan telepon ketika tidak ada petunjuk visual apapun.

Pada masa itu, temuan demikian memicu rasa penasaran sehingga muncullah beberapa teori yang mencoba menjelaskannya.

Salah satu gagasan yang cukup populer adalah bahwa seorang wanita yang menarik telah memiliki lebih banyak pengalaman hidupnya yang diperhatikan orang dan berinteraksi secara sosial.

Semua itu memberikan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sosial yang mungkin menjelma menjadi daya tarik dalam pembicaraan telepon.

Namun demikian, sekarang telah dibuktikan bahwa daya tarik suara wanita memang memiliki korelasi positif dengan daya tarik sesungguhnya pada wajah mereka.

Dalam beberapa eksperimen terkait hal itu, beberapa pria secara mandiri memberikan penilaian daya tarik suatu kumpulan wajah-wajah wanita, kemudian secara terpisah diminta menilai daya tarik suara oleh wanita-wanita yang sama.

Para pria pemberi penilaian tidak mengetahui siapa wanita pemilik suara. Tapi, ketika mereka menilai ketertarikan pada suatu suara, maka mereka cenderung menilai wajah wanita itu sebagai yang menarik juga.

Secara umum, suara bernada lebih tinggi pada wanita dinilai sebagai lebih muda dan lebih menarik.

Sebaliknya, perlu dicatat bahwa daya tarik wajah seorang pria juga bisa diprediksi dari suara. Yang menarik, kaum pria yang tidak berartikulasi secara jelas dalam berbicara malah cenderung dinilai lebih maskulin.

2 dari 5 halaman

2. Cincin Limbal

Ilustrasi mata manusia. Tampak cincin limbal mengelilingi bagian iris mata. (Sumber Wikimedia Commons)

Cincin limbal adalah cincin berwarna gelap yang ada di sekeliling iris mata, yaitu bagian berwarna pada bola mata.

Cincin limbal tebal berwarna gelap menjadi pertanda jelas akan kemudaan dan kesehatan, karena cincin limbal memudar dan menipis seiring bertambahnya usia seseorang.

Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa cincin limbal yang tebal dapat menambah penilaian daya tarik pada mata. Bahkan ada lensa kontak yang dirancang khusus untuk memperkuat tampilan cincin limbal.

3 dari 5 halaman

3. Lekuk Pinggang Belakang

Ilustrasi lekuk panggul wanita. (Sumber Pixabay)

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa lekuk pinggang juga dipandang sebagai ukuran universal kecantikan seorang wanita.

Cikal bakal evolusioner pada lekuk pinggang belakang sebagai pertanda kecantikan berkaitan dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia berkaki dua ketika sedang hamil.

Jika tulang belakang mereka dirancang seperti tulang belakang kaum pria, maka kelelahan otot dan sakit pinggang saat kehamilan menjadi amat terasa.

Sebagai akibatnya, struktur tulang belakang kaum wanita bergeser pada ke belakang pada pusat gravitasinya sehingga mengurangi stres tubuh selama kehamilan.

Pergeseran itu memberikan kemampuan mencari pangan secara lebih baik dan manfaat-manfaat adaptif lainnya.

Sejumlah penelitian membenarkan bahwa kaum pria sangat tertarik pada tubuh wanita yang menunjukkan lekuk pinggang optimal.

4 dari 5 halaman

4. Perbandingan Pinggang-Pinggul

(Sumber Wikimedia Commons)

Penelitian awal oleh ahli psikologi evolusioner Dev Singh mengungkapkan pentingnya perbandingan pinggang-pinggul bagi daya tarik jasmani seorang wanita.

Jika seorang wanita mengukur lingkar pinggang dan membandingkannya dengan ukuran lingkar pinggul wanita, maka, semakin rasionya mendekati 0,70, tubuhnya dinilai semakin menarik.

Dengan kata lain, memiliki pinggang yang sedikit lebih kecil dari 3/4 ukuran pinggul akan menyedot jumlah terbanyak lirikan kekaguman.

Rasio itu juga menjadi pertanda bahwa wanita tersebut sedang berada pada usia paling tepat untuk mendapatkan anak.

Dalam suatu penelitian, diungkapkan bahwa rasio ukuran pinggang-pinggul yang tepat membantu kaum pria mengingat-ingat informasi biografis dan pribadi si wanita tersebut.

Anak laki dan perempuan yang belum mencapai pubertas memilik rasio pinggan-pinggul yang mirip, sekitar 0,90. Dengan demikian, saat pubertas ketika wanita mencapai kemampuan reproduktif, rasio pinggang-pinggul mulai menurun.

Bagi kaum pria, hal itu tidak terjadi. Sementara itu, ketika wanita semakin bertambah usia, maka angka rasio itu meningkat lagi secara perlahan-lahan.

Bagi orang, ada anggapan bahwa kerampingan seorang wanita merupakan bentukan budaya. Ada pendapat bahwa, di masa lain dan tempat berbeda, wanita yang bertubuh lebih besar justru lebih diinginkan.

Memang benar demikian, tapi ada satu hal yang belum pernah berubah secara historis dan lintas budaya, yaitu angka perbandingan pinggang-pinggul.

Agar diingat bahwa daya tarik memberi sinyal kemudaan dan kesehatan. Dalam masyarakat yang dilanda penyakit dan kelaparan, seorang wanita yang sedikit lebih gempal menjadi pertanda kesehatan dan akses pada sumberdaya, sedangkan wanita yang kurus mungkin menjadi pertanda penyakit atau kekurangan gizi.

Di tempat-tempat seperti itu, tubuh yang lebih besar bagi wanita akan lebih disenangi, tapi rasio tepat untuk pinggang-pinggul harus dijaga agar tubuhnya tetap dinilai menarik.

Dalam masyarakat industri dengan masalah kesehatan seperti obesitas, kerampingan tubuh menjadi perlambang kemudaan, kebugaran, dan kesehatan.

Artikel Selanjutnya
Ungkap Identitas Aslinya, Gadis Cantik Ini Bikin Warganet Takjub
Artikel Selanjutnya
Ini 5 Perempuan di Dunia Nyata yang Menyerupai Boneka