Sukses

Meratapi Kehidupan Warga Gaza Jalani Ramadan Tanpa Listrik

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita Palestina mencuci piring dengan menggunakan penerangan lilin selama pemadaman listrik di kamp pengungsian Rafah, Jalur Gaza selatan, 11 Juni 2017. Selama ini Gaza menerima pasokan listrik Israel selama 3,5 jam setiap hari. (SAID KHATIB/AFP)Warga Palestina melintasi sebuah jalan selama pemadaman listrik di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 11 Juni 2017.  Israel pada pekan lalu mengumumkan pihaknya mengurangi pasokan listriknya ke Gaza atas permintaan Otoritas Palestina. (MAHMUD HAMS/AFP)Sejumlah warga Palestina berkumpul di sebuah jalan selama pemadaman listrik di kamp pengungsi Al-Shati, Kota Gaza, 11 Juni 2017.  Selama ini Gaza menerima pasokan listrik Israel selama 3,5 jam setiap hari. (MAHMUD HAMS/AFP)Seorang gadis Palestina membeli permen di sebuah toko selama pemadaman listrik di kamp pengungsi Al-Shati di Kota Gaza, 11 Juni 2017. Israel mengumumkan pihaknya mengurangi pasokan listriknya ke Gaza atas permintaan Otoritas Palestina. (MAHMUD HAMS/AFP)Sebuah keluarga Palestina menikmati makan sahur dengan penerangan lilin selama pemadaman listrik di kamp pengungsian Rafah, Jalur Gaza selatan, 11 Juni 2017. Selama ini Gaza menerima pasokan listrik Israel selama 3,5 jam setiap hari. (SAID KHATIB/AFP)Seorang pedagang menjajakan dagangnya selama pemadaman listrik di sebuah kios yang terletak di tepi pantai Kota Gaza, 11 Juni 2017. Israel mengumumkan pihaknya mengurangi pasokan listriknya ke Gaza atas permintaan Otoritas Palestina. (MAHMUD HAMS/AFP)