Sukses

Dunia Penerbangan Terimbas Putusnya Hubungan Qatar dan UEA

Liputan6.com, Abu Dhabi - Maskapai penerbangan nasional milik Uni Emirat Arab yakni Etihad Airways serta beberapa maskapai lainnya seperti Flydubai berencana akan menunda jadwal penerbangannya menuju Qatar. Hal ini menyusul putusnya hubungan diplomatik kedua negara karena sebuah krisis regional yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Seperti dikutip dari laman Straits Times Senin (5/6/2017), pihak Etihad Airways mengatakan bahwa jadwal penerbangan akan berhenti pada hari Selasa setelah UEA, Arab Saudi, Bahrain dan Mesir akan memutus semua hubungan darat, laut dan udara dengan Qatar dalam kurun waktu 24 jam.

Etihad Airways yang mengoperasikan empat penerbangan ke Doha setiap harinya mengatakan bahwa tindakan tersebut akan dilakukan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sementara itu pihak Flydubai mengatakan, akan menunda penerbangan ke dan dari Doha mulai Selasa esok.

"Mulai Selasa 6 Juni 2017 mendatang semua penerbangan Flydubai dengan rute Dubai menuju Doha begitupun sebaliknya akan ditangguhkan," ujar pihak Flydubai.

Operator lain penerbangan lain seperti Emirates Dubai kemungkinan akan mengumumkan langkah serupa.

Padahal tiga maskapai besar seperti Emirates Airways, Etihad Airways dan Qatar Airways adalah maskapai yang mengangkut jumlah penumpang secara besar terutama penerbangan yang menghubungkan wilayah Asia dan Australia.

Sebelumnya empat negara seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Bahrain telah mengumumkan langkah pemutusan hubungan diplomatik serta semua hal yang berkaitan dengan urusan darat dan laut dengan Qatar.

Arab Saudi menegaskan, langkah itu dilakukan sebagai upaya melindungi negaranya dari tindak terorisme dan ekstremisme.

Arab Saudi secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dan konsuler dengan Qatar sebagai bentuk pelaksanaan hak kedaulatan negaranya yang telah dijamin oleh hukum internasional dan perlindungan keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme.

Tak hanya itu, Saudi juga mendesak seluruh negara dan pelaku ekonomi seperti perusahaan di negaranya untuk mengambil langkah serupa.

Sama halnya dengan Kementerian Luar Negeri Bahrain yang akan menarik misi diplomatiknya di Doha. Penarikan misi diplomatik tersebut terjadi dalam kurun waktu 48 jam.

Bahrain juga memerintahkan agar seluruh diplomat Qatar meninggalkan negaranya dalam periode waktu yang sama.

Langkah mengejutkan ini diambil Bahrain karena negara itu menilai media Qatar mendukung kegiatan dan pendanaan teroris bersenjata.

Tujuannya, diduga untuk melakukan sabotase dan menyebarkan kekacauan di Bahrain.

Artikel Selanjutnya
Tingkatkan Jumlah Mahasiswa Asing, Rusia Beri Kemudahan Visa
Artikel Selanjutnya
Uni Eropa Tanggapi Hak Tinggal Warga Negaranya Pasca-Brexit