Sukses

Jet Tempur Tiongkok Cegat Pesawat Militer AS di Laut China Timur

Liputan6.com, Washington, DC - Dua jet tempur China melakukan pencegatan terhadap sebuah pesawat militer Amerika Serikat. Washington menyebut tindakan itu "tidak profesional."

Salah satu jet tempur China mendekat dalam jarak 45 meter ke pesawat militer AS jenis WC-135 sebelum akhirnya bermanuver. Demikian penjelasan pejabat AS kepada CNN.

Menurut Washington, pesawat miliknya tengah dalam misi untuk mendeteksi radiasi di wilayah udara internasional di atas Laut China Timur.

Ketegangan kedua negara telah berulang kali meningkat menyusul aktivitas AS di dekat perairan internasional yang kaya sumber daya di lepas pantai China.

"Pencegatan yang terjadi pada Rabu (17 Mei 2017) tidak profesional karena manuver yang dilakukan China serta kecepatan dan kedekatan kedua pesawat," ujar juru bicara Angkatan Udara AS Letnan Lori Hodge seperti dilansir BBC, Jumat (19/5/2017).

Ditambahkan Hodge, persoalan tersebut telah "ditangani bersama China melalui jalur diplomatik dan militer yang patut." Meski demikian penyelidikan tetap dilakukan.

Tiongkok sendiri belum mengomentari insiden tersebut, namun menuding AS melakukan pengintaian di pesisir China. Beijing juga mendesak AS mengurangi patroli di kawasan tersebut.

China sejauh ini mengklaim kedaulatan nyaris atas seluruh wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan dan Timur. Sejumlah negara lain juga melakukan hal yang sama.

Beijing mendukung klaimnya dengan melakukan sejumlah patroli. Sementara itu, pesawat AS diketahui beroperasi untuk mendeteksi kemungkinan uji coba nuklir oleh Korea Utara.

Operasi Rutin

Kementerian Luar Negeri China secara terpisah mengatakan, pihaknya dan negara-negara ASEAN telah menyetujui sebuah kerangka kerja sama terkait Laut China Selatan. Namun tidak mengungkap informasi lebih lanjut.

Selama bertahun-tahun, AS, China dan sejumlah negara di Asia Tenggara berselisih soal Laut China Selatan. Sejak Februari 2017 lalu, Washington mengirimkan sebuah kapal induk untuk menggelar "operasi rutin" di sana.

Pengiriman armada perang AS itu tetap terjadi di tengah peringatan China bahwa tindakan tersebut menentang kedaulatan mereka.

Aksi pencegatan antar burung besi kedua negara juga sempat terjadi pada Mei 2016. Peristiwa itu berlokasi di Laut China Selatan. Saat itu, militer AS mengklaim tengah mengadakan patroli rutin.

Tragedi terjadi pada tahun 2001 ketika sebuah jet tempur China dan pesawat pengintai AS bertabrakan di Pulau Hainan. Insiden ini menewaskan pilot jet tempur China.

Adapun pilot pesawat AS ditahan selama 11 hari. Peristiwa tersebut memicu kebuntuan diplomatik.

Artikel Selanjutnya
Rudal Korut Sengaja Digagalkan karena Salah Arah Menuju Rusia?
Artikel Selanjutnya
AS Aktifkan Sistem Anti-Rudal Kontroversial THAAD di Korsel