Sukses

Tegas terhadap Korea Utara, Xi Jinping Dipuji Donald Trump

Liputan6.com, Washington, D. C. - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Presiden China Xi Jinping karena telah bertindak "tegas" terhadap Korea Utara.

Trump juga menyebut bahwa Presiden Xi merupakan pria baik yang tak menginginkan ketegangan situasi politik, serta mencintai rakyatnya.

"Dia sangat pasti tak menginginkan situasi tegang dan kematian. Ia pria yang baik dan saya beruntung punya kesempatan untuk mengenalnya," ujar Presiden Trump seperti dikutip dari BBC, Jumat (28/4/2017).

Presiden AS ke-45 itu juga menjelaskan bahwa dirinya tertarik menyelesaikan situasi di Korea Utara lewat jalur diplomasi. Ayah Ivanka Trump itu juga percaya bahwa Tiongkok turut menginginkan hal yang serupa.

"Ia (Xi Jinping) mencintai China dan rakyatnya. Saya tahu ia mau melakuan sesuatu, tapi mungkin ada hal yang membuatnya terhalang untuk melakukan itu," kata pemilik perusahaan multinasional Trump Organization itu.

Saat ini, China dan AS kerap melakukan upaya diplomasi terkait situasi di Semenanjung Korea. Washington sempat meminta Beijing untuk menerapkan sanksi tegas terhadap Pyongyang.

Namun, presiden yang terkenal akan gelagat eksentriknya itu mengakui bahwa penyelesaian lewat jalur diplomasi seperti itu terasa sulit, dan konflik terbuka tetap mungkin terjadi.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Negeri Paman Sam itu juga mengomentari kepemimpinan Kim Jong-un di Korea Utara.

"Ia berusia 27 tahun. Ayahnya meninggal dan kini ia mengambil alih rezim. Katakan apa yang kau mau tentang dirinya, tapi itu hal yang sulit buatnya, khususnya saat kau seusianya," komentar Trump terhadap Kim.

Beberapa minggu terakhir pada April 2017, Negeri Paman Sam kerap menekan Korea Utara untuk menghentikan tes rudal nuklirnya. Gedung Putih juga kerap mendiskusikan hal serupa dengan Dewan Keamanan PBB serta China.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson juga menjelaskan bahwa diskusi dengan China telah membuahkan hasil. Sang Menlu mengklaim bahwa China akan menerapkan sanksi jika Kim masih "membandel".

Namun, Tillerson tidak menjelaskan sanksi seperti apa yang akan diberikan Xi Jinping kepada Kim.

China belum memberikan konfirmasi terkait kabar sanksi yang akan diterapkan pada Korut.

Artikel Selanjutnya
Mantan Dubes AS untuk China: Xi Jinping Benci Kim Jong-un
Artikel Selanjutnya
Donald Trump Tunjuk Ahli Korut sebagai Dubes AS untuk Korsel?