Sukses

Top 3: Rekaman CCTV Diduga Sosok Hantu Aktor Bollywood

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video menayangkan penampakan diduga sosok hantu aktor India Om Puri, yang terekam dalam kamera pengawas (CCTV) viral di sejumlah media India. Artikel tersebut menyedot perhatian para pembaca Liputan6.com pada Senin (25/4/2017) pagi.

Selain itu, berita tentang pasangan di Georgia, Amerika Serikat, yang telah resmi dan secara sah menamakan anak perempuannya dengan nama Allah, dan berita tentang 2 mesin ATM yang tak berfungsi di Korea Utara juga tak luput jadi sorotan.

Berikut Top 3 Global selengkapnya:

1. CCTV Ini Rekam Penampakan Horor Hantu Aktor India?

Penampakan horor diduga hantu aktor India. (Screen Grab)

Beberapa minggu setelah kematian aktor veteran India, Om Puri, sebuah saluran TV menayangkan teori konspirasi terkait kematiannya. Disertai tayangan video penampakan horor diduga sosok hantunya.

Dalam rekaman CCTV yang beredar pada 14 Januari, konon menunjukkan seorang pria mengenakan pakaian putih yang berjalan ke rumahnya. Dalam video yang dikutip dari Al Arabiya, Senin 4 April 2017, video aktor yang meninggal 3 bulan lalu itu kembali muncul dalam siaran saluran tv Pakistan Bol News.

Selengkapnya...

2. Putri Pasangan Georgia Ini Sah Dinamai Allah

Legalisasi nama Allah untuk putri pasangan dari Georgia. (ACLU)

Pasangan suami istri di Georgia, AS akhirnya sah, diperbolehkan memberi nama keluarga untuk putri mereka 'Allah'. Hal itu terjadi setelah mereka memenangkan pertarungan hukumnya.

Sebelumnya, pejabat negara bagian itu menolak untuk mengeluarkan akte kelahiran untuk ZalyKha Graceful Lorraina Allah. Alasannya, karena kedua orangtua tak ada yang memiliki nama belakang Allah.

Selengkapnya...

3. 2 ATM di Korea Utara Tak Berfungsi, Sanksi Rudal dari China?

Ilustrasi Korea Utara. (AP)

Bandara di ibu kota Korea Utara memiliki dua mesin anjungan tunai mandiri atau ATM untuk mengambil uang tunai. Tetapi menurut pejabat-pejabat bank, kedua unit itu tak berfungsi lagi.

Pihak berwenang menyebut kondisi itu terjadi karena sanksi baru China terhadap Korea Utara atas peluncuran rudalnya.

Selengkapnya...