Sukses

Kunjungi Istiqlal, Wapres AS Mike Pence Tunjukan Sisi Religius

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangkaian kunjungan ke Jakarta, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menyempatkan diri bertandang ke Masjid Istiqlal. Di tempat tersebut wakil Donald Trump itu melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama.

Sebelum pertemuan tersebut berlangsung, Pence bersama istri dan dua putrinya berkeliling area masjid terbesar di Asia Tenggara itu. 

Keluarga Pence mencopot sepatu sebelum masuk ke masjid yang mampu menampung 200 ribu jemaah tersebut. Karen Pence, sang istri bersama dua buah hati mereka terlihat menggunakan kerudung. 

Pence berkeliling melihat-lihat arsitektur masjid didampingi Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPM) Dr. DB. KH. Muzammil Basyuni dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan.

Usai berkeliling, Pence langsung melaksanakan pertemuan tertutup dengan beberapa pemuka agama. 

Perwakilan agama yang hadir berasal dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, MUI, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Selain itu, Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Indonesian Society for Organisation of Islamic Cooperation (ISOIC) turut dalam pertemuan bersama mantan Gubernur Indiana, AS itu. 

Terkait pertemuan dengan pemuka agama, ia mengakui punya keinginan mendengar bagaimana proses keberagaman tersebut bisa dijalankan.

Pence pun mengaku kagum atas cara Indonesia menjalankan toleransi. Dia memastikan, AS akan terus berkomitmen membangun kerjasama dengan RI termasuk di sektor kehidupan sosial keagamaan.

“Saya adalah orang yang taat beragama, saya percaya Tuhan," sebut Pence dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com dari Pengurus Masjid Istiqlal.

"Karena itu saya menyambut baik usulan dialog antar-agama, sehingga dapat mewujudkan kedamaian di muka Bumi ini," kata Pence.

Kepada para pemuka lintas agama, Wapres  Pence mengatakan ada alasan khusus kenapa dirinya membawa anak dan istrinya.

Politis kelahiran 7 Juni 1959 ingin keluarganya lebih mengenal Indonesia.  Wapres AS itu mengatakan, RI adalah contoh negara demokratis yang bisa meramu keanekaragaman dalam persatuan.

 

Artikel Selanjutnya
Dubes Denmark Bersemangat Melihat Suasana Idul Fitri di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Turki: Tuntutan Saudi Cs atas Qatar Melawan Hukum Internasional