Sukses

Geliat Bisnis Besar Ramuan Tradisional China di Dunia

Liputan6.com, Beijing - Obat-obatan tradisional China seperti akupunktur atau tusuk jarum ternyata semakin banyak penggemarnya di luar Negeri Tirai Bambu itu. Bahkan ada beberapa bukti ilmiah yang mendukung gagasan, bahwa ramuan alam dari bunga dan kulit kayu itu benar-benar punya efek penyembuhan.

Obat-obatan tradisional itu berkhasiat setara dengan aspirin yang berasal dari ramuan kulit pohon willow. Tetapi peluang untuk pemalsuan semakin besar serta juga kekhawatiran dengan kelanggengan tanaman-tanaman di hutan belantara.

Biji-biji tanaman quince atau pir digunakan dalam obat China untuk mengobati berbagai macam penyakit, mulai dari gangguan pencernaan sampai batuk-batuk. Kulit dan tunas bunga dari magnolia digunakan untuk mengobati depresi dan asma.

Memanen dan menjual produk ini telah menjadi bisnis besar, tetapi menurut para periset, pasar di mana produk-produk ini diperdagangkan dipenuhi oleh barang yang mutunya rendah.

"Nama-nama produk itu cenderung sangat beragam. Karena itu, sangat sulit untuk melacak secara tepat jenis-jenis mana yang diperdagangkan," kata Christine Leon seperti dikutip dari VOA News, Kamis (20/4/2017).

Para ilmuwan di Inggris menciptakan buku petunjuk untuk membantu dokter yang berusaha menggabungkan obat tradisional dalam praktek. Mereka kemudian mempelajari bagaimana kerja terapi itu, tetapi tak bisa menilai kualitas bahan-bahan yang mereka sarankan lewat resep mereka.

"Salah satu alasan utama menulis buku ini adalah berusaha menampilkan obat-obat China yang semakin jarang di hutan belantara, dan digantikan oleh produk mirip yang murah atau bahan lain yang kurang manjur," tambah Leon.

Hal ini bukan masalah besar di China, di mana para dokter sudah berpengalaman dalam pemakaian obat-obatan tradisional. Tetapi di Barat, bagaimana orang membedakan yang satu dengan yang lainnya?

"Banyak uang sudah diinvestasikan untuk mengetahui cara kerja dan bagaimana meningkatkan efektivitasnya, baik dari segi kualitas maupun penggunaannya. Tetapi sangat sedikit perhatian dicurahkan untuk memeriksa apakah jenisnya sudah tepat,” imbuh dia.

Contohnya adalah fritallaria. Tunas tanaman lily ini digunakan untuk mengobati batuk dan bronkitis, tetapi bagi seseorang yang tidak mempunyai pengalaman sangat sulit untuk membedakan yang asli dari yang palsu.

Christine Leon berharap acuan mereka akan menjadi buku pelajaran yang baku, bagi para dokter Barat yang berusaha memanfaatkan obat-obatan tradisional ini.

Artikel Selanjutnya
Pasar Kreasi Indonesia, Dukung Promosi Produk Dalam Negeri
Artikel Selanjutnya
Frank Wang, Pembuat Drone yang Sukses Jadi Miliarder Termuda Asia