Sukses

Mengerikan, 100 Anak di Panti Asuhan Berada di Ambang Kelaparan

Liputan6.com, Minsk - Nyaris 100 anak dan remaja di sebuah panti asuhan Belarusia ditemukan dalam kondisi kelaparan. Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan menuntut dilakukannya investigasi kriminal.

Para jaksa, dokter, dan otoritas berwenang mengungkapkan bahwa anak-anak dengan gizi buruk telah berada di panti asuhan tersebut selama bertahun-tahun. Beberapa remaja di sana bahkan hanya memiliki bobot 15 kilogram.

Kondisi dari panti asuhan yang terletak di Ibu Kota Belarus, Minsk ini mengingatkan publik pada peristiwa serupa yang terjadi pada awal 1990-an di Romania .

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan untuk menemukan penyebab kondisi tragis yang menimpa anak-anak tersebut. Menurut jaksa, mereka adalah korban kelalaian dan kekurangan gizi dan terkait hal ini beberapa direktur di panti asuhan tersebut telah dipecat.

Bantahan datang dari pihak panti asuhan. Mereka mengatakan bahwa kelemahan fisik yang diderita anak-anak tersebut merupakan dampak dari persoalan psikologis.

"Anak-anak ini tidak pernah berjalan. Mereka terus menerus ada di tempat tidur. Mereka tidak memiliki otot. Ibaratnya kaki mereka adalah tusuk gigi yang ditutupi kulit," ujar Ella Borisova, direktur panti asuhan Cherven seperti dilansir The Guardian, Kamis (20/4/2017).

"Anak-anak seperti itu tidak akan pernah berdiri dan berjalan dengan atau tanpa nutrisi enteral (kalori khusus). Jadi, bagi institusi kami fakta bahwa anak-anak tersebut bersih, diberi makan, dan mendapat pertolongan medis pada waktunya adalah hal yang paling penting," imbuhnya.

Skandal gizi buruk di panti asuhan ini mencuat ketika seorang dokter mengundang para wartawan untuk meliput pertandingan amal sepak bola demi mengumpulkan uang bagi untuk membeli nutrisi khusus bagi anak-anak tersebut.

Lantas, sejumlah foto tentang kondisi mengenaskan anak-anak tersebut dirilis oleh majalah online Imena dan memicu kehebohan publik Belarus. Menurut Imena, di panti asuhan itu terdapat seorang anak berusia 20 yang hanya memiliki berat 11,5 kilogram.

Salah seorang pembaca menyamakan kondisi anak-anak tersebut dengan korban perang era Nazi. "Seolah-olah Anda tengah berada di kamp konsentrasi Buchenwald."

Adapun seorang pembaca lainnya melontarkan pertanyaan, "Bagaimana di pusat Eropa di Abad ke-21 tidak ada makanan yang layak bagi anak-anak yang sakit?."

Jawaban atas pertanyaan di atas belum jelas. Beberapa pengurus panti asuhan menjelaskan, mereka menyediakan makanan normal, hanya saja mereka tidak punya cukup uang untuk menyediakan nutrisi enteral yang memungkinkan anak-anak tersebut menaikkan berat badan.

Namun menurut Borisova, sekalipun diberi asupan nutrisi enteral anak-anak tersebut tidak akan tumbuh dengan fisik yang normal.

Marina Fedorenchik, seorang wakil direktur di panti asuhan lainnya mengatakan, "Biar saya jelaskan, anak-anak ini dibawa kepada kami untuk tinggal di sini seumur hidup mereka. Mayoritas mereka diberikan untuk diadopsi sejak lahir. Semua dari mereka memiliki cacat mental bawaan disertai cerebral palsy atau patologi bawaan lainnya."

Dalam kasus di mana panti asuhan menyediakan asupan enteral bagi anak-anak, perbaikan harus diperhatikan. Tapi seorang dokter anak harus meresepkannya secara formal sehingga panti asuhan dapat membelinya dengan menggunakan dana publik. Dan itu hanya mungkin dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan medis terhadap anak-anak tersebut.

Menurut beberapa petugas, rumah sakit yang bertanggung jawab atas kondisi kesehatan anak-anak tersebut tidak memperhatikan kondisi itu karena mereka dianggap tidak punya masa depan.

Salah seorang dokter anak di sebuah panti asuhan lain di Minsk, Alexy Momotov mengatakan, upayanya untuk menggalang dana demi membeli nutrisi bagi anak-anak yatim tersebut gagal. "Kami mencoba untuk menyelenggarakan sebuah festival tapi tidak ada yang datang."

Kantor kejaksaan mengatakan kepada media lokal, pelanggaran hukum utama adalah fakta bahwa anak-anak tersebut kehilangan nutrisi medis tidak hanya di panti asuhan di Minsk tapi juga di kawasan lainnya.

Dua direktur panti asuhan dipecat akibat skandal ini, sementara seorang lainnya mendapatkan teguran. Menurut pihak kejaksaan, "Direksi merupakan orang-orang yang paling bertanggung jawab atas operasional panti asuhan."

Seorang direktur panti asuhan lainnya, Vyacheslav Klimovich menyalahkan situasi seperti ini pada keadaan psikologis anak-anak tersebut.

"Alasan kenapa berat badan mereka tidak bertambah bukan karena kekurangan gizi melainkan juga karena jiwa mereka.

Pavel Burykin, seorang dokter anak menegaskan bahwa pandangan seperti yang dimiliki Klimovich harus diubah. "Kami bisa membantu anak mana pun jika tujuan utamanya adalah memperbaiki kualitas hidup mereka."

Seorang direktur rumah sakit anak, Anna Gorchakova menyakini bahwa skandal kesehatan anak tersebut bukan hanya cerminan kerja sama kelembagaan yang buruk, melainkan juga karena perlakukan kepada anak-anak tersebut.

"Mereka diberi makan, dirawat, tapi diperlakukan seperti tanaman," ujar Gorchakova.

Artikel Selanjutnya
KPAI: Jangan Adopsi Anak karena Alasan Ekonomi
Artikel Selanjutnya
1 dari 4 Anak Suriah Berisiko Alami Gangguan Mental